
Jakarta, Pintu News – Pada hari Senin (16/3), harga Ethereum sempat diperdagangkan di kisaran $2.260 setelah naik sekitar 15% dalam tujuh hari terakhir. Kenaikan ini terjadi seiring pemulihan bertahap dari level terendah pada Februari, yang kini mendorong aset tersebut menuju zona resistensi teknikal utama.
Struktur harga yang cenderung bullish pada grafik 12 jam menunjukkan bahwa Ethereum mungkin sedang bersiap untuk mencatat pergerakan yang lebih besar. Meski demikian, sejumlah indikator on-chain dan derivatif masih memperlihatkan kombinasi sinyal positif sekaligus potensi risiko yang perlu dicermati.
Lalu, bagaimana pergerakan harga Ethereum hari ini?

Pada 17 Maret 2026, harga Ethereum tercatat berada di sekitar $2,338 atau setara dengan Rp39.786.747, mengalami kenaikan 6,96% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, ETH sempat menyentuh level terendahnya di Rp37.196.734 dan level tertingginya di Rp40.435.256.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Ethereum kini berada di sekitar Rp4.816 triliun, dengan volume perdagangan harian yang meroket 144% menjadi Rp684,46 triliun dalam waktu 24 jam terakhir.
Baca juga: Harga Bitcoin Melonjak ke $75.000 Hari Ini (17/3/26): Peter Brandt Melihat Sinyal Bullish BTC!
Grafik 12 jam menunjukkan bahwa Ethereum sedang membentuk pola inverse head and shoulders, yaitu formasi yang kerap dipandang trader sebagai sinyal pembalikan arah ke tren bullish.
Jika harga berhasil menembus dan bertahan di atas neckline pola tersebut, maka target pergerakan yang terukur mengarah pada potensi kenaikan sekitar 20%.

Ethereum sendiri telah bergerak cukup tajam menuju area neckline setelah memantul dari zona right shoulder, dan pada saat ini terlihat sudah melampaui level tersebut. Meski begitu, breakout dari pola teknikal tidak selalu berakhir sukses. Ada kalanya pergerakan gagal berlanjut ketika investor mulai merealisasikan keuntungan atau saat terlalu banyak trader leverage masuk ke posisi yang sama.
Karena itu, penting untuk menilai bagaimana perilaku para holder di seluruh jaringan saat ini.
Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk membaca sentimen investor secara lebih luas adalah Net Unrealized Profit/Loss atau NUPL.
NUPL mengukur apakah rata-rata pemegang Ethereum sedang berada dalam kondisi untung atau rugi secara belum terealisasi. Ketika metrik ini berbalik ke area positif, artinya investor rata-rata memegang ETH dalam posisi profit. Secara historis, kondisi seperti ini dapat meningkatkan potensi tekanan jual karena sebagian pelaku pasar mungkin memilih mengamankan keuntungan.
Sepanjang sebagian besar Februari, NUPL Ethereum masih berada di wilayah negatif. Pada 5 Februari, indikator ini sempat turun ke sekitar -0,21, yang mencerminkan fase kapitulasi cukup dalam ketika mayoritas investor memegang koin dalam kondisi merugi.

Belakangan, metrik tersebut kembali naik ke wilayah positif dan kini berada di kisaran 0,006, menandai kali pertama kembali positif sejak terakhir berada di level serupa pada 2 Februari. Pergeseran ini menunjukkan bahwa pasar mulai bergerak keluar dari fase kapitulasi menuju tahap awal “hope-fear”, yaitu periode ketika profit mulai kembali muncul di seluruh jaringan.
Dalam kondisi normal, kenaikan profit yang belum terealisasi bisa mendorong investor untuk menjual jika reli yang terjadi tidak didukung keyakinan pasar yang kuat. Namun, risiko tersebut sangat bergantung pada apakah holder jangka panjang sedang mendistribusikan asetnya atau justru terus menambah posisi.
Perilaku tersebut dapat diamati melalui metrik Hodler Net Position Change. Indikator ini melacak perubahan bergulir 30 hari terhadap jumlah koin yang dipegang oleh investor jangka panjang.
Pada 24 Februari, holder jangka panjang tercatat menambah sekitar 9.454 ETH. Sejak saat itu, laju akumulasi meningkat sangat tajam. Memasuki pertengahan Maret, angka tersebut naik ke sekitar 523.513 ETH.
Baca juga: Harga Solana Berpotensi Breakout Bullish, Permintaan Institusional yang Kuat Jadi Katalis!

Secara persentase, ini mencerminkan lonjakan akumulasi bersih lebih dari 5.400%. Perubahan yang sangat besar ini menunjukkan bahwa investor jangka panjang kembali mendapatkan kepercayaan diri dan memilih menambah kepemilikan selama reli berlangsung, alih-alih mengurangi eksposur mereka. Situasi ini berbeda dengan fase kapitulasi pada awal Februari, ketika para holder justru berubah menjadi penjual bersih.
Ketika holder jangka panjang terus mengakumulasi aset di saat profitabilitas mulai meningkat, kondisi tersebut sering dipandang sebagai sinyal bahwa investor memperkirakan harga yang lebih tinggi ke depan. Meski begitu, akumulasi di pasar spot saja belum tentu cukup untuk menopang reli apabila pasar derivatif mulai menunjukkan kondisi yang terlalu panas.
Pasar derivatif Ethereum menunjukkan bahwa penggunaan leverage meningkat seiring pergerakan harga terbaru.
Open interest (OI), yang mencerminkan total nilai kontrak futures yang masih aktif, naik dari sekitar $9,42 miliar pada 9 Maret menjadi sekitar $11,75 miliar dalam periode terbaru. Artinya, terjadi kenaikan kurang lebih 25%. Selain itu, funding rate kini juga kembali positif di level 0,009 dibandingkan dengan awal Maret.
Kenaikan OI yang disertai funding rate positif menunjukkan bahwa semakin banyak trader membuka posisi long dengan leverage. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko long squeeze apabila harga ETH mengalami koreksi, meski hanya dalam skala terbatas.
Di saat yang sama, pemegang Ethereum berukuran besar terus menambah kepemilikan mereka.

Data on-chain menunjukkan bahwa wallet whale meningkatkan kepemilikannya dari sekitar 113,46 juta ETH pada 12 Maret menjadi kurang lebih 121,47 juta ETH dalam periode terbaru. Ini berarti ada tambahan sekitar 8,01 juta ETH.

Pada harga saat ini, suplai tambahan tersebut setara dengan sekitar $18 miliar dalam bentuk Ethereum. Namun demikian, terdapat nuansa tambahan dari aktivitas whale terbaru. Salah satu transaksi besar baru-baru ini memindahkan 20.000 ETH, senilai sekitar $44,9 juta, dari wallet Coinbase biasa ke infrastruktur Coinbase Prime.
Yang perlu dicatat, metrik suplai whale yang digunakan dalam analisis ini mengukur jumlah aset yang dipegang whale dengan mengecualikan wallet milik bursa. Dengan demikian, data tersebut merefleksikan saldo pada wallet privat berukuran besar, bukan koin yang disimpan di platform perdagangan.
Konsekuensinya, transfer institusional ke Coinbase Prime tidak secara langsung mengubah metrik suplai whale. Karena itu, tren akumulasi yang terlihat pada indikator ini tetap mencerminkan peningkatan kepemilikan yang lebih luas di luar bursa, terlepas dari perpindahan aset dalam infrastruktur institusional.
Secara keseluruhan, sinyal-sinyal ini menunjukkan bahwa meski leverage long semakin meningkat, permintaan spot dari holder besar masih terus menopang pemulihan Ethereum.
Saat ini, Ethereum berada di titik teknikal yang sangat krusial. Level pertama yang perlu diperhatikan adalah area resistance pada neckline, kemudian disusul hambatan teknikal di kisaran $2.320. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, hal itu dapat mengonfirmasi kekuatan breakout dari pola inverse head and shoulders.
Apabila Ethereum berhasil melewati resistance ini, target besar berikutnya berada di sekitar $2.570. Penembusan area tersebut berpotensi membuka jalan menuju target proyeksi pola di kisaran $2.730. Jika momentum bullish tetap terjaga, Ethereum bahkan masih berpeluang melanjutkan kenaikan ke area $2.990 dalam jangka pendek.
Meski prospek kenaikan masih terbuka, risiko penurunan tetap ada, terutama jika leverage mulai terurai atau investor mulai merealisasikan profit. Level support penting terdekat berada di sekitar $2.160, yang sejalan dengan level retracement Fibonacci 0,618. Support tambahan berikutnya terlihat di kisaran $2.070.

Jika penurunan berlanjut lebih dalam hingga mendekati $1.910, struktur bullish yang saat ini terbentuk akan melemah dan mengindikasikan bahwa pola inverse head and shoulders berpotensi gagal.
Untuk saat ini, struktur harga Ethereum masih menunjukkan peluang breakout ke atas. Namun, apakah reli 20% benar-benar dapat terwujud akan sangat ditentukan oleh kemampuan keyakinan holder jangka panjang dan permintaan dari whale dalam menyerap volatilitas yang muncul akibat kenaikan leverage.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: