
Jakarta, Pintu News ā Harga emas sempat diperdagangkan di level $4,722 pada 9 April, turun 3,32% dari puncaknya pada 8 April di $4,858, seiring penguatan kembali dolar AS yang menjadi hambatan jangka pendek.
Koreksi ini terjadi setelah Indeks Dolar AS (DXY) naik 0,65% dari titik rendahnya di $98.52, sehingga kembali memunculkan efek petrodolar, yaitu kondisi ketika dolar cenderung menguat saat harga minyak pulih.
Meski demikian, adanya divergensi bullish tersembunyi, potensi kembali menembus EMA 20 hari, serta formasi bullish pada rasio emas-perak menunjukkan bahwa arah kenaikan emas menuju level di atas $5,000 masih tetap terjaga, meskipun sempat melemah dalam perdagangan intraday.
Harga emas bergerak dalam pola channel menurun pada grafik harian sejak mencapai puncak di $5,603 pada 29 Januari. Titik terendah pada 23 Maret di $4,098 menjadi pengujian terdalam terhadap area bawah channel tersebut. Setelah itu, emas sempat reli hingga menyentuh $4,858 pada 8 April sebelum kembali tertekan oleh penguatan dolar AS.
Baca juga: Harga Jual Emas 22 Karat Hari Ini, 10 April 2026

Di sisi lain, pergerakan DXY menunjukkan gambaran yang berlawanan. Indeks dolar AS telah bergerak dalam channel menanjak selama sebagian besar periode 2026. Ketika pengumuman gencatan senjata dirilis pada 7 April, DXY sempat turun menuju $98.52 dan nyaris menembus garis tren bawahnya.
Namun, pelanggaran awal terhadap gencatan senjata serta berlanjutnya ketidakpastian di Selat Hormuz mendorong harga minyak naik kembali, sehingga menghidupkan lagi efek petrodolar. Negara-negara pengimpor minyak kembali membutuhkan dolar untuk membayar crude oil, dan DXY pun rebound 0,65% ke $99.01.

Sepanjang siklus ini, emas dan dolar bergerak berlawanan arah. Saat dolar melemah, emas cenderung menguat, dan sebaliknya. Penurunan 3,32% pada 8ā9 April merupakan dampak langsung dari rebound dolar tersebut. Agar harga emas dapat kembali melanjutkan momentum kenaikan, DXY perlu menembus level di bawah $98.52 dan keluar dari channel menanjaknya. Selama itu belum terjadi, dolar masih akan menjadi batas atas bagi reli emas.
Meski tekanan dari dolar memang nyata, kondisi ini kemungkinan hanya bersifat sementara. Dua sinyal pada grafik harian menunjukkan bahwa tren kenaikan yang dimulai sejak 23 Maret belum berakhir.
Dalam periode 2 Februari hingga 2 April, harga emas membentuk higher low pada grafik harian, sementara Relative Strength Index (RSI), yaitu indikator momentum yang mengukur kecepatan perubahan harga, justru membentuk lower low. Kondisi ini dikenal sebagai hidden bullish divergence, yaitu sinyal bahwa tren naik yang dimulai pada 23 Maret masih berpotensi berlanjut meskipun secara permukaan harga sedang mengalami koreksi.
Divergensi ini masih dinilai valid karena harga emas belum turun menembus swing low terbarunya di $4,557. Selama level tersebut tetap terjaga, sinyal bullish masih dianggap aktif.
Exponential Moving Average (EMA), yakni indikator tren yang memberi bobot lebih besar pada pergerakan harga terbaru, turut memperkuat pandangan ini. EMA 20 hari berada di $4,721, hampir sama dengan posisi harga emas saat ini.
Sementara itu, EMA 50 hari berada di $4,780. Sebelumnya, emas juga telah menembus EMA 100 hari di $4,633 saat reli dari titik rendah 23 Maret, dan sejak itu tetap bergerak di atas level tersebut.

Terakhir kali emas berhasil kembali menembus EMA 20 hari secara meyakinkan adalah pada 18 Februari. Reli setelahnya menghasilkan kenaikan sekitar 10% sebelum akhirnya tertahan. Jika skenario serupa kembali terjadi sekarang, maka peluang pergerakan naik yang sebanding juga dapat terbuka.
Rasio put-call SPDR Gold Shares (GLD), yaitu ukuran sentimen opsi pada ETF emas terbesar yang didukung aset fisik, menunjukkan adanya lindung nilai ringan, bukan kepanikan pasar. Rasio volume naik dari 0,58 pada 7 April menjadi 0,73 pada 8 April. Sementara itu, rasio open interest bergerak tipis dari 0,57 ke 0,58.
Kedua angka tersebut masih berada di bawah 1,0, yang berarti jumlah opsi call masih lebih banyak dibandingkan put. Kenaikan tipis ini lebih mencerminkan bahwa trader menambah posisi perlindungan setelah harga turun, bukan perubahan keyakinan menjadi bearish.

Baik divergensi RSI maupun posisi EMA sama-sama mengarah pada prospek bullish. Namun, kemampuan emas untuk terus unggul tidak hanya ditentukan oleh grafiknya sendiri, melainkan juga oleh performanya dibandingkan perak. Di sinilah rasio emas-perak menjadi lapisan analisis terakhir yang penting.
Rasio emas-perak (XAU/XAG) berada di level 63.70 dan sedang membentuk pola inverse head and shoulders pada grafik harian. Rasio yang meningkat menunjukkan bahwa emas sedang menguat relatif terhadap perak.
Level penting untuk rasio ini berada di 69.50 pada level 0.618 dan 71.72 pada level 0.786. Penembusan di atas 69.50 akan mengonfirmasi pola tersebut dan mendorong rasio menuju 74.56 pada level 1.0. Rasio di area 74 menandakan bahwa emas mengungguli perak secara signifikan, sehingga berpotensi menarik aliran modal dari perak ke emas sebagai aset penyimpan nilai yang lebih dipilih.
Baca juga: Harga Emas Antam 12 Gram Hari Ini, 10 April 2026

Hal ini penting bagi harga emas karena sekalipun dolar tetap kuat dan kedua logam sama-sama melemah, emas diperkirakan akan turun lebih terbatas dibandingkan perak. Sebaliknya, jika dolar menembus channel-nya dan kedua logam mulia kembali reli, emas kemungkinan akan naik lebih agresif. Dengan demikian, rasio ini tetap memberikan keunggulan bagi emas.
Dengan adanya divergensi bullish, potensi reclaim EMA, dan struktur rasio yang juga bullish, maka pergerakan harga kini menjadi faktor penentu utama.
Harga emas saat ini berada di $4,722. Area resistance terdekat yang krusial ada di $4,852 pada level Fibonacci 0.5, atau sekitar 2,72% di atas harga saat ini. Level ini merupakan titik penolakan pada reli 8 April. Penutupan harian di atas $4,852 akan mengonfirmasi breakout dan membuka peluang menuju area $5,000.
Jika harga berhasil menembus $4,852, maka target pertama berada di level 0.618 Fibonacci, yaitu $5,030, yang merepresentasikan zona $5,000. Jika kenaikan berlanjut, target berikutnya berada di $5,283 pada level 0.786, dan selanjutnya $5,605, mendekati puncak 29 Januari. Agar target-target ini menjadi lebih realistis, DXY perlu turun menembus $98.52 dan rasio emas-perak harus terus naik melampaui 69.50.
Dari sisi bawah, support pertama berada di $4,674 pada level 0.382. Di bawah itu, level $4,455 pada Fibonacci 0.236 menjadi area support berikutnya. Sementara itu, titik terendah 23 Maret di $4,098 masih menjadi batas bawah utama. Jika harga turun menembus swing low di $4,557, maka hidden bullish divergence pada RSI akan batal, dan bias jangka pendek akan berubah menjadi bearish.

Berdasarkan struktur grafik saat ini, level $4,852 menjadi pembatas penting antara breakout terkonfirmasi menuju zona $5,000 atau kelanjutan koreksi menuju $4,674 dengan kemungkinan pengujian ulang support $4,455.
Seiring berkembangnyaĀ teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga dalam bentuk digital melaluiĀ aset crypto berbasis emas.
EmasĀ crypto menawarkan caraĀ investasiĀ emas yang lebih fleksibel, praktis, dan modern dibandingkan emas fisik. Beberapa kelebihan investasi emas crypto di Pintu adalah:
Ikuti kami diĀ GoogleĀ News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto danĀ teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin, usdt to idr dan hargaĀ saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalamanĀ trading cryptoĀ hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihatĀ harga emas perhiasan hari iniĀ dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melaluiĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: