Biaya Remittance: Apa Saja yang Dikenakan dan Cara Menghematnya

Di-update
June 23, 2026
Bagikan
Gambar Biaya Remittance: Apa Saja yang Dikenakan dan Cara Menghematnya

Jakarta, Pintu News – Saat mengirim uang ke luar negeri, banyak orang hanya memperhatikan nominal yang dikirim tanpa menyadari berbagai komponen biaya remittance yang bisa memotong cukup besar dari dana yang diterima. Bank-bank Indonesia rata-rata mengenakan total biaya antara Rp100.000 hingga Rp300.000 per transaksi, belum termasuk spread kurs tersembunyi yang bisa mencapai 2-5%.

Artikel ini menguraikan semua komponen biaya remittance secara transparan dan memberikan strategi nyata untuk menghematnya, termasuk memanfaatkan stablecoin USDT yang bisa memangkas biaya hingga 80-90%.

Komponen Biaya Remittance yang Perlu Kamu Tahu

Biaya remittance bukan sekadar satu angka yang tertera di layar konfirmasi. Ada beberapa lapisan biaya yang perlu dipahami. Pertama adalah biaya telex atau biaya transfer, yaitu biaya dasar yang dikenakan bank pengirim untuk memproses instruksi transfer melalui jaringan SWIFT. BCA misalnya mengenakan biaya telex Rp50.000 per transaksi, sementara beberapa bank lain menggunakan istilah biaya provisi atau biaya jasa.

Kedua adalah biaya koresponden atau biaya full amount. Dalam transfer SWIFT, dana biasanya melewati satu atau lebih bank koresponden sebagai perantara sebelum sampai ke bank penerima di negara tujuan. Masing-masing bank perantara ini dapat memotong biaya antara USD 10 hingga USD 20. Agar penerima mendapatkan nominal penuh, pengirim harus membayar biaya “full amount” di muka, yang berkisar USD 20-30 di sebagian besar bank Indonesia.

Ketiga adalah spread kurs atau markup nilai tukar. Ini adalah biaya paling sering tidak disadari pengirim. Bank dan layanan transfer umumnya menggunakan kurs yang berbeda dari kurs pasar tengah (mid-market rate), dan selisihnya masuk sebagai keuntungan mereka. Pada bank konvensional, spread ini bisa mencapai 2-5% dari total nominal transfer, jauh lebih besar dari biaya tetap yang tertera.

Perbandingan biaya remittance antar layanan transfer uang
Berbagai layanan transfer memiliki struktur biaya remittance berbeda. Sumber: Pexels / Pexels License

Baca juga: “Apa itu Remittance? Begini Cara Kerja dan Mengirimnya!“

Rincian Biaya Remittance Bank-Bank Indonesia

Berikut gambaran biaya remittance dari beberapa bank besar Indonesia berdasarkan data terkini 2026. BCA mengenakan biaya telex Rp50.000 plus biaya full amount USD 20 per transaksi outward remittance. Bank Mandiri membebankan biaya jasa USD 25 untuk pengiriman dalam dolar AS dan USD 30 untuk valuta asing lainnya. CIMB Niaga mengenakan sekitar USD 25 per transaksi via SpeedSend.

Di luar biaya tetap tersebut, semua bank juga mengambil margin dari kurs yang ditawarkan. Perlu diingat bahwa biaya koresponden bisa bervariasi tergantung negara tujuan dan jalur transfer yang dipilih sistem, sehingga penerima terkadang menerima nominal sedikit berbeda dari yang diharapkan pengirim jika tidak memilih opsi full amount.

Biaya Remittance via Layanan Fintech Modern

Layanan fintech seperti Wise dan Flip Globe menawarkan struktur biaya remittance yang jauh lebih transparan dan kompetitif. Wise menggunakan kurs pasar tengah tanpa markup, dengan biaya yang ditampilkan di muka berkisar 0,5% hingga 2% dari nominal transfer. Flip Globe membebankan biaya mulai Rp25.000 dengan kurs yang kompetitif ke lebih dari 60 negara. Kedua layanan ini menggunakan sistem local payout, sehingga dana tidak harus melewati rangkaian bank koresponden yang berpotensi memotong biaya tambahan.

Sebagai ilustrasi, untuk transfer USD 1.000 ke Amerika Serikat, perbedaan total biaya antara bank konvensional dan Wise bisa mencapai Rp200.000 hingga Rp600.000 jika memperhitungkan seluruh komponen termasuk spread kurs. Ini angka yang cukup signifikan, apalagi untuk pengirim yang melakukan remittance secara rutin setiap bulan.

Stablecoin USDT: Solusi Biaya Remittance Paling Rendah

Bagi yang sudah familiar dengan crypto, stablecoin USDT menawarkan cara memotong biaya remittance secara drastis. Menggunakan stablecoin untuk transfer internasional bisa mengurangi biaya hingga 80-90% dibanding transfer elektronik tradisional. Biaya transaksi jaringan TRON (TRC-20) yang memproses sekitar 92% transaksi USDT global hanya beberapa sen per transfer, dengan waktu settlement hanya beberapa menit.

Nilainya stabil dipatok 1:1 terhadap dolar AS, sehingga tidak ada risiko volatilitas. Pengirim membeli USDT di platform crypto Indonesia seperti Pintu, mengirimkan ke wallet penerima di luar negeri, dan penerima mengonversinya ke mata uang lokal. Metode ini makin relevan seiring meningkatnya adopsi crypto untuk keperluan bisnis dan remittance global, termasuk di kalangan pekerja migran Indonesia.

Transfer uang internasional hemat biaya remittance menggunakan USDT
Transfer dengan stablecoin bisa memangkas biaya remittance secara signifikan. Sumber: Pexels / Pexels License

Baca juga: “Mengapa Stablecoin Efektif untuk Efisiensi Biaya Operasional Bisnis“

Tips Hemat Biaya Remittance

Ada beberapa strategi praktis untuk menekan biaya remittance. Pertama, selalu hitung total biaya keseluruhan termasuk spread kurs, bukan hanya biaya tetap yang tertera. Bandingkan kurs yang ditawarkan dengan kurs tengah di Google atau XE.com untuk mengetahui berapa markup yang diambil. Kedua, konsolidasikan transfer: mengirim satu kali nominal besar lebih efisien dibanding beberapa kali transfer kecil, karena biaya tetap hanya dikenakan sekali. Ketiga, pilih layanan dengan struktur biaya transparan seperti Wise atau Flip Globe yang menampilkan semua biaya sebelum konfirmasi. Keempat, untuk pengirim rutin atau bisnis dengan volume transfer besar, stablecoin USDT layak dipertimbangkan sebagai jalur alternatif yang jauh lebih hemat.

Pertanyaan Umum tentang Biaya Remittance

Apa saja komponen biaya remittance?

Biaya remittance terdiri dari: biaya telex/transfer (biaya tetap bank pengirim), biaya koresponden (dipotong bank perantara SWIFT, USD 10-20 per bank), dan spread kurs (markup 2-5% di atas kurs pasar tengah). Total ketiganya bisa mencapai Rp100.000-Rp300.000 per transaksi di bank konvensional Indonesia.

Bagaimana cara menghitung biaya remittance yang sebenarnya?

Bandingkan kurs yang ditawarkan dengan kurs pasar tengah dari Google atau XE.com. Selisihnya dikalikan nominal transfer adalah biaya spread kurs. Tambahkan biaya tetap dan biaya koresponden untuk mendapatkan total biaya sesungguhnya.

Apakah ada cara transfer internasional tanpa biaya koresponden?

Ya. Layanan fintech seperti Wise dan Flip Globe menggunakan sistem local payout yang menghindari biaya koresponden. Stablecoin USDT via blockchain juga tidak melibatkan bank koresponden, sehingga biayanya jauh lebih rendah.

Berapa biaya remittance paling murah dari Indonesia?

Stablecoin USDT via jaringan TRC-20 menawarkan biaya terendah, hanya beberapa sen per transaksi. Untuk transfer langsung ke rekening bank tujuan, Wise dan Flip Globe umumnya lebih hemat dibanding bank konvensional.

Alternatif Lindung Nilai Aset Melalui Stablecoin di Pintu

Fluktuasi mata uang fiat yang terus bergerak membuat penyimpanan aset dalam bentuk dolar menjadi salah satu opsi diversifikasi. Kini semakin mudah dilakukan berkat kehadiran aset crypto berjenis stablecoin. Proses penukaran pun menjadi lebih praktis dan efisien tanpa perlu mengunjungi money changer secara fisik.

Melalui aplikasi Pintu, tersedia akses untuk berinvestasi pada stablecoin yang nilainya dipatok 1:1 dengan Dolar AS, seperti Tether (USDT), USD Coin (USDC).

Selain menawarkan tingkat keamanan dan likuiditas yang tinggi, penyimpanan USDT atau USDC di platform Pintu juga memberikan peluang keuntungan tambahan melalui fitur Earn.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->