
Jakarta, Pintu News ā Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah 69 poin atau 0,39% ke level Rp17.928 per dolar pada perdagangan Rabu, 24 Juni 2026. Pelemahan ini bukan sekadar angka harian biasa, melainkan cerminan dari tekanan besar yang datang dari luar negeri. Kondisi pasar global yang dikuasai sentimen risk-off membuat investor menarik dananya dari aset-aset berisiko, termasuk mata uang negara berkembang seperti rupiah.
Indeks dolar AS (DXY) terpantau menguat tipis ke 101,41 pada sesi Asia pagi ini. Penguatan dolar yang konsisten mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap aset-aset āamanā di tengah ketidakpastian global yang masih membayangi. Rupiah bukan satu-satunya mata uang yang tertekan; berbagai mata uang Asia lainnya juga mengalami koreksi serupa dalam beberapa hari terakhir.
Sentimen risk-off adalah kondisi di mana pelaku pasar cenderung menghindari aset berisiko tinggi seperti saham, mata uang negara berkembang, dan aset kripto, lalu beralih ke instrumen yang dianggap lebih aman seperti obligasi pemerintah AS, emas, dan dolar. Kondisi ini biasanya muncul ketika ada ketidakpastian besar di tingkat global, baik dari sisi geopolitik, kebijakan moneter, maupun prospek ekonomi.
Pada 24 Juni 2026, ada beberapa pemicu serentak yang mendorong sentimen risk-off di pasar global. Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran belum menunjukkan tanda-tanda mereda dan bahkan diperkirakan akan berlangsung dalam jangka waktu yang lebih panjang. Situasi ini memukul kepercayaan investor terhadap aset-aset di kawasan yang dianggap rentan terhadap eskalasi konflik.
Di sisi lain, pasar kripto global juga tampak lesu dengan mayoritas aset digital mencatatkan koreksi. Ini menjadi sinyal tambahan bahwa selera risiko investor sedang menurun secara menyeluruh, tidak hanya di pasar valuta asing saja.
Kebijakan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed), menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan rupiah. Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah namun tetap mempertahankan sikap hawkish-nya, yang membuat indeks dolar bertahan di level tinggi. Pasar memandang bahwa Fed belum akan segera memangkas suku bunga, sehingga dolar tetap menarik bagi investor global.
Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini 23 Juni 2026: Dibuka Melemah ke Rp17.859 per Dolar AS
Faktor kedua adalah ketegangan geopolitik yang berdampak pada harga komoditas energi. Kenaikan harga minyak akibat gangguan produksi dan distribusi di kawasan konflik turut mendorong inflasi global. Ini menciptakan tekanan ganda bagi negara-negara seperti Indonesia yang merupakan importir minyak dalam jumlah besar dan bergantung pada stabilitas harga energi untuk menjaga keseimbangan neraca perdagangan.
Faktor ketiga yang tidak kalah penting adalah evaluasi tahunan MSCI (Morgan Stanley Capital International). Pasar masih menantikan hasil evaluasi MSCI terkait status Indonesia. Kekhawatiran bahwa Indonesia dapat mengalami perubahan status dalam indeks MSCI memicu arus keluar modal dari aset-aset domestik, termasuk rupiah. Potensi relokasi fasilitas produksi beberapa produsen otomotif Jepang dari Indonesia ke Vietnam juga menambah tekanan pada sentimen investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.

Bank Indonesia menaikkan BI Rate untuk meredam laju depresiasi rupiah. Foto: Pexels
Bank Indonesia tidak tinggal diam menghadapi tekanan pelemahan rupiah yang berlangsung selama beberapa pekan terakhir. Pada rapat dewan gubernur 18 Juni 2026, Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%. Kenaikan ini merupakan bagian dari total kenaikan suku bunga sebesar 100 basis poin sejak Mei 2026, sebuah langkah agresif yang jarang dilakukan dalam waktu singkat.
Baca juga: Harga USDT (Tether) Hari Ini di 2026, Termasuk Konversi ke Rupiah
Tujuan dari kenaikan suku bunga ini adalah untuk mempersempit selisih imbal hasil antara aset rupiah dan aset dolar, sehingga investasi dalam instrumen berbasis rupiah menjadi lebih menarik. Selain kebijakan suku bunga, Bank Indonesia juga memperketat aturan devisa yang akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026. Kombinasi kedua kebijakan ini berhasil menahan rupiah agar tidak terus tergelincir lebih dalam.
Meski demikian, para analis menilai bahwa laju depresiasi rupiah masih akan terbatas dalam jangka pendek selama sentimen global belum membaik secara nyata. Ketidakpastian global dan ketatnya likuiditas dolar di pasar internasional terus membatasi ruang pemulihan rupiah secara signifikan.
Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto danĀ teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin, usdt to idr dan hargaĀ saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasiĀ cryptoĀ yang aman, Pintu menghadirkan pengalamanĀ trading cryptoĀ hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihatĀ harga emas perhiasan hari iniĀ dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melaluiĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragamĀ jenisĀ tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memilikiĀ risikoĀ dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakanĀ uangĀ dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi