
Jakarta, Pintu News āĀ Pasar kripto kembali diguncang setelah harga Bitcoin terjun bebas di bawah level psikologis $60.000 pada Rabu lalu. Penurunan ini menandai titik terendah Bitcoin (BTC) dalam 21 bulan terakhir dan memicu kekhawatiran di kalangan investor global.
Kejatuhan harga ini terjadi sangat cepat, hanya dalam waktu 27 menit setelah pembukaan pasar saham Amerika Serikat, di mana indeks Nasdaq 100 anjlok 1.000 poin dan S&P 500 kehilangan nilai pasar sebesar $1 triliun. Efek domino langsung terasa di pasar kripto, dengan Bitcoin (BTC) turun 5% dalam 30 menit, Ethereum jatuh ke $1.566, dan Ripple merosot ke $1,03.
Laporan Personal Consumption Expenditures (PCE) yang dirilis pada 25 Juni menjadi pemicu utama kepanikan di pasar. Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan membuat pasar langsung bereaksi negatif, karena PCE merupakan indikator favorit Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan suku bunga. Ketika inflasi melonjak di atas ekspektasi, peluang kenaikan atau penahanan suku bunga tinggi oleh The Fed semakin besar.
Hal ini membuat investor berbondong-bondong keluar dari aset berisiko seperti kripto dan saham teknologi, lalu mengalihkan modal ke instrumen yang lebih aman seperti obligasi pemerintah dengan imbal hasil 4,5% hingga 5%. Kondisi ini menyebabkan tekanan jual yang sangat besar dan terjadi secara serentak di berbagai kelas aset.
Pasar langsung melakukan penyesuaian harga secara real-time, sehingga aksi jual berlangsung tanpa pandang bulu. Dalam waktu singkat, lebih dari $460 juta posisi leverage di pasar kripto dilikuidasi hanya dalam satu jam. Total likuidasi sepanjang sesi perdagangan mencapai lebih dari $1 miliar, menandakan betapa brutalnya tekanan jual yang terjadi.
Selain laporan inflasi, terdapat tiga faktor utama yang memperburuk penurunan harga Bitcoin (BTC) kali ini. Pertama, arus keluar dana dari Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin (BTC) di Amerika Serikat mencapai $469 juta dalam 24 jam, menandakan keluarnya modal institusi secara aktif dari pasar.
Selama tujuh minggu berturut-turut, total arus keluar dari ETF Bitcoin (BTC) telah mencapai sekitar $6 miliar, menghilangkan salah satu pilar permintaan utama yang sebelumnya menopang harga.

Kedua, terjadi efek domino dari likuidasi posisi leverage. Ketika Bitcoin (BTC) menembus level teknikal penting seperti moving average 200 minggu, posisi long dengan leverage otomatis terlikuidasi, memicu penjualan tambahan dan mempercepat penurunan harga.
Dalam sesi perdagangan tersebut, lebih dari $1 miliar posisi terlikuidasi, dengan mayoritas kerugian berasal dari posisi long. Fenomena ini memperlihatkan betapa rentannya pasar kripto terhadap pergerakan harga yang tajam akibat leverage berlebihan.
Ketiga, korelasi tinggi antara pasar kripto dan pasar saham mempercepat penularan sentimen negatif. Saat ini, pergerakan Bitcoin (BTC) memiliki korelasi sebesar 85% dengan S&P 500, sehingga gejolak di Wall Street langsung berdampak pada harga aset digital. Ketika Nasdaq sempat naik 1% lalu anjlok 3% dalam waktu kurang dari setengah jam, harga Bitcoin (BTC) pun ikut terseret turun sebelum banyak investor sempat bereaksi. Hal ini menunjukkan betapa eratnya hubungan antara pasar tradisional dan kripto di era modern.
Saat ini, level $59.000 menjadi batas psikologis penting bagi Bitcoin (BTC). Jika harga gagal bertahan di atas level ini dan tidak mampu melakukan rebound, maka potensi penurunan lanjutan menuju zona support $55.000 hingga $57.000 semakin terbuka lebar. Para analis telah menandai area ini sebagai lantai harga berikutnya yang kemungkinan besar akan diuji jika tekanan jual berlanjut.
Selain itu, indeks Fear and Greed menunjukkan angka 16, menandakan pasar sedang berada dalam kondisi ketakutan ekstrem. Situasi ini biasanya membuat investor ritel semakin enggan masuk ke pasar, sementara pelaku institusi cenderung menunggu kepastian arah kebijakan moneter dari The Fed.
Dengan volatilitas yang tinggi dan sentimen negatif yang masih mendominasi, pasar kripto diperkirakan akan tetap bergerak liar dalam waktu dekat. Para pelaku pasar disarankan untuk tetap waspada dan memperhatikan perkembangan makroekonomi global sebelum mengambil keputusan investasi.
Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto danĀ teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin, usdt to idr dan hargaĀ saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasiĀ cryptoĀ yang aman, Pintu menghadirkan pengalamanĀ trading cryptoĀ hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihatĀ harga emas perhiasan hari iniĀ dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasiĀ cryptoĀ Pintu melaluiĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragamĀ jenisĀ tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memilikiĀ risikoĀ dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakanĀ uangĀ dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi