
Jakarta, Pintu News – Cathie Wood, CEO dan pendiri ARK Invest, menyampaikan pandangannya tentang faktor yang akan mendorong reli Bitcoin berikutnya. Ia menegaskan bahwa arus keluar modal dari negara-negara yang tidak stabil secara ekonomi dan politik akan menjadi pemicu utama kenaikan Bitcoin selanjutnya. Di saat yang sama, Wood menegaskan bahwa kecerdasan buatan tidak akan mampu menggantikan peran Bitcoin sebagai instrumen perlindungan kekayaan.
Melalui unggahan di platform X pada 27 Juni 2026, Cathie Wood menyatakan keyakinannya bahwa capital outflow dari negara-negara yang menghadapi ketidakstabilan ekonomi dan politik akan “menyulut kembali api” di bawah Bitcoin dan aset digital lainnya. Pernyataan ini muncul di tengah kondisi pasar kripto yang sedang mengalami tekanan dengan arus keluar dari Bitcoin ETF yang signifikan.
Wood mengakui bahwa gelombang AI saat ini memang sedang “menyedot banyak oksigen dari dunia investasi”, namun ia menegaskan bahwa hal tersebut tidak mengubah fundamental Bitcoin sebagai aset pelindung kekayaan. “AI telah meluncurkan revolusi teknologi, dan dengan layak menyedot banyak perhatian investasi, namun AI tidak dapat berfungsi sebagai polis asuransi yang melindungi kekayaan yang dicari banyak orang di dunia saat ini,” ujar Wood dalam unggahannya.
Pernyataan ini sejalan dengan pandangan yang telah lama dipegang ARK Invest, bahwa Bitcoin memiliki peran unik sebagai aset tanpa batas negara yang tidak dapat disensor dan tidak terpengaruh oleh kebijakan moneter pemerintah manapun. Justru dalam kondisi ketidakstabilan geopolitik global yang meningkat, karakteristik inilah yang membuat Bitcoin menjadi semakin relevan.
Argumen Wood tentang ketidakmampuan AI menggantikan Bitcoin didasarkan pada perbedaan fundamental antara dua teknologi ini. AI adalah teknologi yang menciptakan nilai melalui produktivitas dan inovasi, namun ia tidak memiliki karakteristik sebagai penyimpan nilai yang independen dari sistem keuangan tradisional. Sebaliknya, Bitcoin dirancang secara khusus sebagai alternatif terhadap sistem moneter yang dapat mengalami inflasi dan devaluasi.
Dalam konteks ketidakstabilan global, orang yang tinggal di negara dengan mata uang yang terdepresiasi atau pemerintah yang tidak stabil membutuhkan cara untuk memindahkan dan melindungi kekayaan mereka. Bitcoin, dengan sifatnya yang tidak memerlukan izin pihak ketiga dan dapat ditransfer melintasi batas negara, memenuhi kebutuhan ini dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh AI maupun aset teknologi lainnya.
Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Hari Ini, Senin 29 Juni 2026: Dibuka Menguat ke Rp17.868
Lorenzo Valente, Direktur Riset ARK Invest, menambahkan perspektif tambahan. Ia mencatat bahwa pasar saat ini dipimpin oleh institusi yang masih memandang Bitcoin sebagai aset “risk-on”. Namun menurutnya, masalahnya kini ada aset lain yang lebih berisiko namun dipandang memiliki potensi kenaikan lebih besar, sehingga membuat BTC, ETH, dan SOL menjadi relatif kurang menarik bagi sebagian investor institusional saat ini.
Pernyataan Cathie Wood ini disampaikan di tengah tekanan nyata yang dihadapi pasar kripto. Selama tiga pekan dari akhir Mei hingga awal Juni 2026, Bitcoin ETF spot di Amerika Serikat mengalami arus keluar lebih dari $4,2 miliar. Pada 26 Juni 2026 saja, arus keluar harian tercatat sebesar $444,51 juta, menjadikannya salah satu periode outflow terbesar sepanjang tahun ini.
Wood mengakui bahwa kondisi ini sebagian besar disebabkan oleh kompetisi dari sektor AI dan pasar saham yang sedang bergairah. Investor yang semula mengalokasikan dana ke Bitcoin kini mempertimbangkan saham-saham AI dan IPO teknologi yang menawarkan “risiko lebih tinggi dengan potensi keuntungan yang juga lebih besar” sebagai narasi investasi yang lebih menarik dalam jangka pendek.
Baca juga: “Cathie Wood Ungkap Preferensi pada Bitcoin Dibanding Ethereum”
Namun Wood berpendapat bahwa dinamika ini bersifat sementara. Ketika kondisi makroekonomi global berubah, terutama jika terjadi pelemahan mata uang di negara-negara berkembang atau krisis kepercayaan terhadap sistem keuangan tradisional, maka Bitcoin akan kembali menjadi tujuan utama arus modal global. Keyakinan ini didukung oleh histori Bitcoin yang terbukti menjadi aset refuge selama berbagai krisis keuangan regional di masa lalu.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*\Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi