
Jakarta, Pintu News – Saham Tesla (TSLA) menutup perdagangan Senin, 6 Juli 2026 di level $419,77, melonjak 6,62 persen dalam sehari sekaligus melanjutkan tren rebound setelah sempat anjlok ke $380,12 pada awal bulan.
Kenaikan tajam ini terjadi hanya beberapa hari setelah saham Tesla sempat terkoreksi keras pasca rilis data pengiriman kuartal kedua, menunjukkan betapa volatilnya pergerakan saham produsen mobil listrik asal Amerika Serikat ini menjelang laporan keuangan kuartalan yang dijadwalkan pada 22 Juli 2026.
Dalam beberapa pekan terakhir, saham TSLA bergerak dari kisaran pertengahan $370 menuju level sekitar $420, dengan rentang harga yang cukup lebar antara $389 hingga $432. Volatilitas ini terutama dipicu oleh reaksi pasar yang beragam terhadap data pengiriman kuartal kedua 2026 yang diumumkan Tesla pada 2 Juli lalu.

Tesla melaporkan pengiriman sebanyak 480.126 unit kendaraan pada kuartal kedua 2026, melonjak 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan melampaui konsensus analis yang memperkirakan sekitar 406 ribu unit. Produksi tercatat sekitar 452 ribu unit. Meski data ini jauh melampaui ekspektasi, saham TSLA justru sempat anjlok sekitar 7 persen pada hari pengumuman, sebuah pola “sell on good news” yang mencerminkan kekhawatiran investor terhadap tekanan margin di tengah persaingan harga global.
Setelah koreksi tersebut, saham Tesla berbalik arah dan menguat signifikan hingga mencapai $427,10 pada awal Juli, level tertinggi sejak Juni 2026, sebelum akhirnya ditutup di $419,77 pada perdagangan Senin. Menurut proyeksi Trading Economics, harga saham Tesla diperkirakan berada di kisaran $427 pada akhir kuartal ini, dengan performa tahunan yang masih mencatat kenaikan lebih dari 40 persen dibandingkan setahun lalu.
Baca juga: “Tesla Catat Pengiriman Q2 2026 480.126 Unit (+25%), tapi Saham Anjlok 7%, Kenapa?“
Salah satu pendorong utama kenaikan harga saham TSLA belakangan ini adalah ekspansi layanan robotaxi Tesla ke Miami, Florida, yang resmi diluncurkan pada 3 Juli 2026. Zona operasi robotaxi ini mencakup area seluas 10 hingga 14 mil persegi di Miami-Dade bagian barat, menjadikan Miami sebagai kota pertama di luar Texas dan California yang menghadirkan layanan ride-hailing tanpa sopir dari Tesla.
Yang menarik, layanan di Miami langsung beroperasi tanpa pengawasan manusia di kursi pengemudi sejak hari pertama, menggunakan armada Model Y yang serupa dengan yang sudah berjalan di Austin, Dallas, Houston, dan kawasan Teluk San Francisco. Namun ekspansi ini juga menghadapi tantangan baru karena Miami memiliki karakteristik cuaca tropis dengan hujan deras mendadak dan silau matahari tinggi, kondisi yang menjadi sorotan dalam investigasi National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) terhadap sistem Full Self-Driving (FSD) berbasis kamera milik Tesla.
Di sisi lain, ada kabar baik dari sisi regulasi karena NHTSA menutup investigasi lamanya sejak 2022 terhadap sekitar 695 ribu unit Model 3 dan Model Y terkait masalah pengereman mendadak, dengan kesimpulan bahwa risiko keselamatan tergolong rendah setelah pembaruan perangkat lunak. Tesla juga tengah menguji Cybercab, purwarupa kendaraan tanpa kemudi, di Austin sebagai bagian dari rencana ekspansi armada otonomi jangka panjang.

Selain otomotif dan otonomi, segmen bisnis energi Tesla turut memberi sinyal positif. Perusahaan mencatat penyaluran sistem penyimpanan energi sebesar 13,5 GWh pada kuartal kedua 2026, naik dibanding 9,6 GWh pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan diversifikasi pendapatan Tesla yang semakin tidak bergantung sepenuhnya pada penjualan kendaraan.
Di pasar Eropa, permintaan terhadap kendaraan Tesla juga menunjukkan pemulihan kuat. Registrasi kendaraan baru Tesla di Eropa melonjak 107,9 persen secara tahunan pada Mei 2026 menjadi 28.610 unit, sehingga total registrasi sepanjang lima bulan pertama 2026 tumbuh 57,2 persen menjadi 118.068 unit. Capaian ini terbilang signifikan mengingat ketatnya persaingan dari produsen kendaraan listrik asal China di kawasan tersebut.
Dari sisi fundamental, Tesla membukukan pendapatan sekitar $94,8 miliar dalam setahun terakhir dengan margin laba bersih di bawah 4 persen, sementara rasio price-to-earnings saham TSLA berada di atas 350 kali. Angka valuasi setinggi ini menandakan pasar masih memperlakukan Tesla sebagai saham pertumbuhan berbasis cerita masa depan otonomi dan energi, bukan sekadar produsen mobil konvensional.
Baca juga: “Harga Saham Tesla (TSLA) Hari Ini 6 Juli 2026: Volatil di Kisaran $390-430 Usai Data Pengiriman Q2“
Nikmati kemudahan investasi saham global seperti Nvidia (NVDAX), Amazon (AMZNX), Meta (METAX) hingga aset komoditas seperti emas dan perak dalam wujud tokenized stocks dari xStocks dan Ondo langsung di aplikasi Pintu!
Kenapa harus coba investasi tokenized stocks di Pintu?
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi