
Jakarta, Pintu News β SpaceX resmi tercatat sebagai anggota indeks Nasdaq-100 mulai Selasa, 7 Juli 2026, hanya sekitar tiga minggu setelah perusahaan roket dan satelit milik Elon Musk itu mencatatkan penawaran umum perdana atau IPO terbesar sepanjang sejarah pasar modal global. Kabar ini menjadi salah satu sorotan utama pasar saham Amerika Serikat pekan ini, mengingat skala IPO SpaceX yang berhasil menghimpun dana hingga 75 miliar dolar AS pada pertengahan Juni lalu.
SpaceX menjadi salah satu perusahaan pertama yang memanfaatkan aturan baru Nasdaq yang memperbolehkan emiten dengan kapitalisasi pasar besar masuk ke indeks Nasdaq-100 lebih cepat dibanding ketentuan sebelumnya. Berdasarkan aturan ini, SpaceX memenuhi syarat inklusi hanya dalam 15 hari perdagangan sejak resmi melantai, jauh lebih singkat dibanding masa penyesuaian standar yang biasanya berlaku bagi perusahaan yang baru saja IPO.
Valuasi SpaceX saat IPO tercatat sekitar 1,77 triliun dolar AS dengan harga penawaran 135 dolar AS per saham. Meski demikian, bobot SpaceX di dalam indeks Nasdaq-100 diperkirakan tidak akan langsung mencerminkan valuasi sebesar itu. Perusahaan hanya melepas kurang dari 5% dari total sahamnya saat IPO, sementara aturan lockup bagi karyawan turut membatasi jumlah saham yang bisa diperdagangkan secara bebas di pasar dalam beberapa bulan ke depan.
Baca juga: βSaham SpaceX Anjlok Setelah IPO, Tanda Kesuksesan Seperti Tesla?β
Karena keterbatasan porsi saham beredar atau free float tersebut, Nasdaq disebut akan menyesuaikan bobot indeks SpaceX menjadi di bawah 1%, setara dengan kapitalisasi pasar hasil penyesuaian sekitar 300 miliar dolar AS. Analis juga mencatat bahwa SpaceX kemungkinan besar belum akan masuk ke indeks S&P 500 dalam setidaknya satu tahun ke depan, karena kriteria masuk kedua indeks tersebut memang berbeda.
Inklusi ke Nasdaq-100 otomatis membuat dana kelolaan yang melacak indeks tersebut wajib menyesuaikan portofolio dengan membeli saham SpaceX. Total dana yang mengikuti pergerakan Nasdaq-100, termasuk Invesco QQQ Trust yang menjadi salah satu produk index fund paling likuid di dunia, diperkirakan mencapai sekitar 800 miliar dolar AS.
Sejumlah proyeksi menyebutkan potensi pembelian paksa atau forced buying dari dana pasif bisa mencapai sekitar 4,3 miliar dolar AS, ditambah sekitar 3 miliar dolar AS lagi dari penyesuaian indeks Russell. Pembelian otomatis semacam ini kerap terjadi menjelang hari efektif inklusi, ketika manajer dana membeli saham pada harga penutupan agar portofolio sesuai komposisi indeks yang baru. Namun keterbatasan saham SpaceX yang beredar bebas turut membatasi besaran pembelian riil, sehingga dorongan harga dari aliran dana pasif ini kemungkinan tidak akan sebesar yang dibayangkan investor ritel.
Salah satu faktor yang membuat SpaceX menarik perhatian investor adalah cakupan bisnisnya yang jauh lebih luas dibanding sekadar peluncuran roket. Lewat serangkaian akuisisi yang rampung awal 2026, SpaceX telah menggabungkan xAI ke dalam struktur bisnisnya, sehingga saham SPCX kini mencerminkan gabungan dari bisnis roket, jaringan internet satelit Starlink, chatbot Grok, hingga platform media sosial X.
Dengan struktur bisnis semacam ini, SpaceX turut tercatat sebagai satu dari empat perusahaan anggota Nasdaq-100 yang memiliki kepemilikan Bitcoin di neracanya. Kombinasi eksposur pada sektor luar angkasa, kecerdasan buatan, dan aset kripto membuat pergerakan saham SPCX kerap dipantau ketat oleh investor yang tertarik pada sektor teknologi generasi baru.
Konsensus analis Wall Street saat ini menempatkan target harga rata-rata SPCX di kisaran 188 dolar AS dalam 12 bulan ke depan, dengan estimasi tertinggi mencapai 310 dolar AS dan estimasi terendah di 62 dolar AS. Rentang proyeksi yang lebar ini mencerminkan masih besarnya perbedaan pandangan analis soal valuasi wajar SpaceX pasca-IPO, terutama karena perusahaan tergolong baru sebagai entitas publik dengan riwayat perdagangan yang masih sangat singkat.
Baca juga: β5 Tokenized Stocks Terpanas Akhir Q2 2026β
Nikmati kemudahan investasi saham global seperti Nvidia (NVDAX), Amazon (AMZNX), Meta (METAX) hingga aset komoditas seperti emas dan perak dalam wujud tokenized stocks dari xStocks dan Ondo langsung di aplikasi Pintu!
Kenapa harus coba investasi tokenized stocks di Pintu?
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi