Harga Emas Anjlok dari Puncak, JPMorgan Prediksi Lonjakan di Akhir Tahun!

Di-update
July 7, 2026
Bagikan
Gambar Harga Emas Anjlok dari Puncak, JPMorgan Prediksi Lonjakan di Akhir Tahun!

Jakarta, Pintu News – Harga emas global mengalami penurunan tajam setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam dua minggu terakhir. Tekanan datang dari penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS), yang membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pembeli internasional.

Pada perdagangan terbaru, harga spot emas turun sebesar 0,58% ke level $4.141,26 per ons. Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan investor, terutama setelah beberapa pekan sebelumnya emas menunjukkan tren kenaikan yang cukup signifikan.

Pengaruh Dolar AS dan Data Ekonomi Terhadap Harga Emas

Kinerja dolar AS yang menguat membuat harga emas menjadi kurang menarik bagi investor luar negeri. Hal ini terjadi karena pembeli dari negara lain harus membayar lebih mahal untuk mendapatkan emas, sehingga permintaan cenderung menurun. Selain itu, penguatan dolar juga sering kali diikuti oleh aksi ambil untung dari para pelaku pasar yang sebelumnya sudah membeli emas di harga rendah.

Akibatnya, harga emas pun terkoreksi dari level tertingginya. Meski demikian, penurunan harga emas tidak berlangsung terlalu dalam. Data ketenagakerjaan AS yang dirilis pada bulan Juni menunjukkan perlambatan pertumbuhan lapangan kerja, bahkan revisi data sebelumnya juga mengalami pemangkasan

Kondisi ini menurunkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Berdasarkan alat CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada bulan September kini hanya sekitar 56%, sehingga emas masih memiliki peluang untuk kembali menguat.

JPMorgan Pangkas Target, Tapi Tetap Optimis untuk Jangka Panjang

JPMorgan, salah satu bank investasi terbesar di dunia, baru-baru ini memangkas proyeksi harga emas untuk kuartal IV tahun ini. Sebelumnya, JPMorgan memperkirakan harga emas bisa mencapai $6.000 per ons pada akhir tahun, namun kini target tersebut dipangkas sekitar 25% menjadi $4.500 per ons. Penyesuaian ini dilakukan setelah melihat permintaan yang melemah dari sektor-sektor pembeli utama emas.

Selain itu, bank ini juga memperingatkan bahwa risiko penurunan harga emas bisa meningkat jika data inflasi AS menunjukkan lonjakan selama musim panas. Walaupun target jangka pendek direvisi turun, JPMorgan tetap mempertahankan pandangan positif terhadap logam mulia untuk jangka panjang.

Bank ini memperkirakan harga emas akan terus naik hingga tahun 2027, didorong oleh aksi beli dari bank sentral di berbagai negara. Selain emas, JPMorgan juga memproyeksikan harga rata-rata perak akan berada di kisaran $60 hingga $65 per ons. Sementara itu, platinum diprediksi akan mengalami kenaikan stabil, sedangkan harga palladium cenderung melemah hingga beberapa tahun ke depan.

Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto danĀ teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin, usdt to idr dan hargaĀ saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasiĀ cryptoĀ yang aman, Pintu menghadirkan pengalamanĀ trading cryptoĀ hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihatĀ harga emas perhiasan hari iniĀ dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melaluiĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragamĀ jenisĀ tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakanĀ uangĀ dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->