Bitcoin (BTC) Tersungkur, Risalah Rapat FOMC Tunjukkan Perbedaan Pandangan The Fed

Di-update
July 9, 2026
Bagikan
Gambar Bitcoin (BTC) Tersungkur, Risalah Rapat FOMC Tunjukkan Perbedaan Pandangan The Fed

Jakarta, Pintu News – Pembukaan risalah rapat Federal Reserve (The Fed) terbaru memicu gejolak di pasar kripto, khususnya Bitcoin , setelah terungkap adanya perpecahan tajam di antara para pejabat bank sentral Amerika Serikat terkait kebijakan suku bunga. Dalam rapat yang dipimpin oleh Ketua baru, Kevin Warsh, seluruh anggota sepakat menahan suku bunga di level 3,50% hingga 3,75%.

Namun, dokumen tersebut juga mengungkapkan kekhawatiran mendalam terhadap ancaman inflasi yang dipicu oleh lonjakan investasi di bidang kecerdasan buatan . Situasi ini membuat pasar kripto, termasuk Bitcoin (BTC), langsung bereaksi negatif, memperlihatkan betapa eratnya hubungan antara kebijakan makroekonomi dan pergerakan aset digital.

Perpecahan Internal The Fed: Suku Bunga atau Inflasi?

Risalah rapat The Fed pada 16-17 Juni lalu mengungkapkan adanya perdebatan sengit di antara para pejabat mengenai perlunya kenaikan suku bunga di tahun ini. Beberapa anggota berpendapat bahwa kenaikan suku bunga sudah seharusnya dilakukan pada pertemuan tersebut, namun akhirnya memilih untuk menahan diri demi menjaga stabilitas.

Mayoritas pejabat menyoroti risiko inflasi yang masih tinggi, terutama akibat tarif impor, lonjakan harga energi di Timur Tengah, serta permintaan besar-besaran untuk teknologi dan pusat data akibat perkembangan AI. Sebanyak sembilan dari sembilan belas pejabat The Fed memproyeksikan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga sebelum akhir 2026, berbanding terbalik dengan proyeksi sebelumnya yang tidak memperkirakan kenaikan sama sekali.

Menariknya, Kevin Warsh sebagai Ketua baru tidak memberikan proyeksi pribadinya, menambah ketidakpastian di pasar. Dalam konferensi pers usai rapat, Warsh secara terbuka menyebutkan bahwa perdebatan internal berlangsung cukup panas namun akhirnya menghasilkan keputusan yang dianggap terbaik untuk saat ini.

Investasi AI: Pedang Bermata Dua Bagi Inflasi

harga bitcoin turun
Generated by AI

Salah satu faktor utama yang menjadi perhatian The Fed adalah ledakan investasi di sektor kecerdasan buatan (AI) yang memicu permintaan tinggi terhadap pusat data dan perangkat teknologi canggih. Para staf The Fed bahkan merevisi naik proyeksi inflasi untuk tahun 2026 dan 2027, dengan alasan efek lanjutan dari tarif, gangguan pasokan energi di Timur Tengah, serta investasi masif di infrastruktur AI.

Data terbaru menunjukkan inflasi inti di Amerika Serikat mencapai 3,3% pada April dan diperkirakan naik ke 3,4% pada Mei, jauh di atas target The Fed sebesar 2%. Beberapa pejabat The Fed memang meyakini bahwa investasi AI pada akhirnya dapat menurunkan biaya melalui peningkatan produktivitas, namun efek positif tersebut diperkirakan baru akan terasa dalam beberapa tahun ke depan.

Sementara itu, permintaan yang terus meningkat untuk perangkat keras dan pusat data justru menambah tekanan pada harga-harga saat ini. Situasi ini membuat The Fed berada dalam posisi sulit, antara menahan suku bunga demi pertumbuhan ekonomi atau menaikkannya untuk menekan inflasi yang membandel.

Bitcoin (BTC) Terkoreksi, Pasar Kripto Makin Sensitif Terhadap Kebijakan The Fed

Setelah risalah The Fed dirilis, harga Bitcoin (BTC) langsung terkoreksi sekitar 2,7% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di kisaran $62.240. Penurunan ini terjadi setelah sebelumnya pasar kripto sempat menguat, didorong oleh arus masuk dana ke ETF Bitcoin (BTC) dan spekulasi bahwa The Fed akan tetap dovish.

Namun, sikap The Fed yang cenderung hawkish dan ketidakpastian proyeksi dari Kevin Warsh membuat pelaku pasar kembali waspada. Aktivitas opsi Bitcoin (BTC) juga menunjukkan perubahan sentimen, di mana sebelumnya banyak pelaku pasar yang optimis dengan posisi call, kini mulai berbalik arah.

Hal ini menandakan bahwa pasar kripto sangat sensitif terhadap dinamika makroekonomi, terutama kebijakan suku bunga dan inflasi di Amerika Serikat. Hubungan erat antara pergerakan harga minyak, imbal hasil obligasi, nilai tukar dolar, dan pasar kripto semakin terlihat jelas, memperkuat anggapan bahwa kripto kini tak bisa lepas dari pengaruh ekonomi global.

Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto danĀ teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin, usdt to idr dan hargaĀ saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalamanĀ trading cryptoĀ hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihatĀ harga emas perhiasan hari iniĀ dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melaluiĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragamĀ jenisĀ tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memilikiĀ risikoĀ dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->