
Jakarta, Pintu News – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada perdagangan hari ini, Kamis, 13 Agustus 2026. Berdasarkan data terkini pada pukul 09.45 WIB, rupiah berada di level Rp17.890 per dolar AS, melemah sekitar 0,14% dibandingkan level penutupan sebelumnya. Pelemahan ini terjadi di tengah tren penguatan dolar AS secara global serta sejumlah sentimen yang kembali membebani pergerakan mata uang Garuda.

Berdasarkan pantauan pergerakan pasar valuta asing terkini, nilai tukar Rupiah terpantau sedikit melemah terhadap Dolar Amerika Serikat, mengiringi pergerakan yang berfluktuasi pada sesi perdagangan hari ini.
Tinjauan Visual Tren Harga: Secara visual, grafik pergerakan harga sejak awal tahun 2026 didominasi oleh tren naik (uptrend) yang cukup persisten. Lonjakan mulai terlihat konsisten sejak periode Februari hingga Mei, mengantarkan Dolar AS memuncak dan melampaui level psikologis Rp18.000 pada kisaran bulan Juni hingga pertengahan Juli.
Namun, memasuki bulan Agustus, kurva pergerakan sempat mengalami fase koreksi turun jangka pendek di bawah batas Rp18.000. Saat ini, pergerakan harga tampak kembali memantul naik secara perlahan dan mencoba masuk ke fase konsolidasi, bergerak stabil di kisaran Rp17.890-an.
Salah satu faktor utama yang menekan rupiah hari ini adalah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, terutama terkait kekhawatiran gangguan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur strategis distribusi minyak dunia, sehingga ancaman gangguan di kawasan tersebut mendorong investor global mencari aset safe haven, termasuk dolar AS.
Kenaikan permintaan dolar AS akibat sentimen geopolitik ini turut membebani mayoritas mata uang di kawasan Asia, tidak terkecuali rupiah. Ketidakpastian geopolitik semacam ini membuat pelaku pasar bersikap lebih hati-hati dan mengurangi eksposur terhadap aset berisiko di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga menantikan rilis data inflasi konsumen (CPI) dan indeks harga produsen (PPI) Amerika Serikat yang akan memberi petunjuk arah kebijakan suku bunga bank sentral AS, The Federal Reserve, ke depan. Data ini menjadi salah satu acuan utama bagi pasar valuta asing global, termasuk pergerakan rupiah.
Jika data inflasi AS dirilis lebih tinggi dari perkiraan, ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama akan menguat, sehingga menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang seperti rupiah. Sebaliknya, data yang lebih rendah dari perkiraan dapat membuka peluang penguatan kembali bagi rupiah dalam waktu dekat.
Baca juga: “Kurs Rupiah Hari Ini 12 Agustus 2026: Melemah ke Rp17.881 Tertekan Dolar AS“
Dari sisi domestik, data penjualan ritel Indonesia turut menjadi sorotan setelah tercatat turun 3,0% secara tahunan (year on year) pada Juni 2026. Perlambatan konsumsi rumah tangga ini menambah daftar sentimen negatif yang membebani rupiah, di tengah kondisi eksternal yang juga kurang mendukung.
Selain itu, posisi utang pemerintah Indonesia yang tercatat sebesar Rp10.290 triliun dengan rasio utang terhadap PDB sebesar 41,6% turut menjadi perhatian pelaku pasar. Meski rasio tersebut masih berada dalam batas aman sesuai ketentuan undang-undang, kombinasi tekanan domestik dan global membuat pasar cenderung berhati-hati dalam menilai prospek rupiah dalam jangka pendek.
Baca juga: “Kurs Rupiah Hari Ini 11 Agustus 2026: Stabil di Kisaran Rp17.812“
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi