Kurs Rupiah Hari Ini 24 Agustus 2026: Tertekan di Level Rp17.703

Di-update
August 24, 2026
Bagikan
Gambar Kurs Rupiah Hari Ini 24 Agustus 2026: Tertekan di Level Rp17.703

Jakarta, Pintu News – Kurs rupiah hari ini, Senin, 24 Agustus 2026, dibuka menguat tipis ke level Rp17.690 per dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan ini setara 4 poin atau 0,02 persen dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu di posisi Rp17.694 per dolar AS. Meski tergolong tipis, tren ini melanjutkan arah positif yang sempat terlihat pada pekan sebelumnya, seiring meredanya sejumlah tekanan eksternal terhadap mata uang Garuda.

Rupiah Tertekan, Dolar AS Menguat ke Level Rp17.703,0

Mengamati dinamika pasar valuta asing saat ini, mata uang Garuda menunjukkan depresiasi terhadap Dolar Amerika Serikat. Hal ini tercermin dari grafik pasangan USD/IDR yang mencatatkan pergerakan naik (penguatan Dolar AS) dalam sesi perdagangan waktu nyata.

kurs rupiah ke dolar
Sumber: Investing
  • Status Perdagangan Saat Ini: Dolar AS tengah diperdagangkan di angka Rp17.703,0. Posisi ini menandakan adanya apresiasi nilai Dolar (atau pelemahan Rupiah) sejumlah 67,1 poin (+0,38%) dibandingkan dengan posisi penutupan pada hari sebelumnya.
  • Pergerakan Intraday: Pada awal sesi, perdagangan dibuka di level Rp17.635,9. Sepanjang jalannya hari, kurs bergerak fluktuatif dan mencatatkan rentang harian dengan titik terendah di Rp17.637,0 serta sempat menyentuh titik tertinggi pada level Rp17.705,1.
  • Evaluasi Jangka Panjang: Jika ditarik dalam rentang waktu satu tahun terakhir (52 minggu), pasangan mata uang ini secara akumulatif masih membukukan lonjakan sebesar 8,34%. Dalam periode tersebut, pergerakan harga berayun dari titik dasarnya di Rp16.236,5 dan pernah menembus rekor puncak di angka Rp18.197,5.

Analisis Visual Tren Harga: Berdasarkan grafik pergerakan jangka pendek yang tersaji, pola pergerakan harga pasangan USD/IDR menunjukkan momentum penguatan (rally) yang cukup signifikan di paruh akhir sesi. Sebelumnya, grafik didominasi oleh pergerakan fluktuatif dan sempat mengalami tekanan turun (berada di bawah garis putus-putus horizontal yang merupakan batas penutupan sebelumnya), hingga menyentuh area support harian di kisaran Rp17.637,0.

Meskipun sempat tertahan di area bawah, memasuki sesi perdagangan menjelang akhir, kurva menunjukkan pola pembalikan arah (rebound) yang kuat. Laju pergerakan harga menanjak tajam menembus zona hijau (di atas garis batas penutupan sebelumnya), dan saat ini terlihat stabil mempertahankan tren penguatannya di kisaran puncak harian pada level Rp17.703,0.

Harga Minyak Dunia dan Suku Bunga BI Jadi Penopang

Salah satu faktor utama yang menopang rupiah pagi ini adalah harga minyak mentah dunia yang bergerak melandai di bawah level 90 dolar AS per barel. Harga energi yang lebih murah mengurangi beban impor bagi negara-negara net importer minyak seperti Indonesia, sehingga memberi ruang bagi penguatan mata uang domestik dan sejumlah mata uang regional lainnya.

Bank Indonesia (BI) juga turut memberikan sentimen positif setelah memutuskan menahan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75 persen. Keputusan ini dinilai konsisten dengan upaya menjaga stabilitas rupiah sekaligus menahan tekanan inflasi, tanpa mengorbankan momentum pertumbuhan ekonomi domestik. Analis dari ICDX, Muhammad Amru Syifa, menyebut bahwa kebijakan otoritas moneter tetap diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah dan inflasi, sekaligus memberikan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, defisit transaksi berjalan (current account deficit) Indonesia pada kuartal II 2026 tercatat menyusut signifikan menjadi 0,9 miliar dolar AS, dari sebelumnya 9,1 miliar dolar AS pada kuartal I 2026. Perbaikan neraca transaksi berjalan semacam ini kerap dibaca pasar sebagai sinyal fundamental ekonomi yang lebih sehat, sehingga turut menambah kepercayaan terhadap rupiah dalam jangka pendek.

Baca juga: “Kurs Rupiah Hari Ini 13 Agustus 2026: Melemah ke Rp17.890 Tertekan Dolar AS

Sentimen Regional dan Dinamika Pasar Global

Di kawasan Asia, penguatan rupiah juga sejalan dengan apresiasi sejumlah mata uang regional lain. Data manufaktur Jepang yang membaik, dengan indeks PMI naik ke 55,1 dari 54,5 pada periode sebelumnya, memberi sinyal bahwa perlambatan ekonomi global belum separah yang dikhawatirkan sebagian pelaku pasar. Sentimen ini ikut merambat ke pasar-pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Pelaku pasar juga masih menanti hasil pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China yang berlangsung pada 25 hingga 28 Agustus 2026. Sinyal stimulus ekonomi dari Tiongkok berpotensi memengaruhi arah mata uang di seluruh Asia, termasuk rupiah, karena Tiongkok merupakan salah satu mitra dagang terbesar Indonesia.

Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury yield) yang masih bergerak fluktuatif turut menjadi penyeimbang. Ketidakpastian arah kebijakan bank sentral AS membuat dolar tetap memiliki daya tarik tersendiri, sehingga penguatan rupiah hari ini lebih tepat disebut sebagai penguatan yang terukur, bukan tren yang searah dan tanpa risiko koreksi.

Bagi eksportir maupun importir, situasi seperti ini biasanya dimanfaatkan untuk mengevaluasi ulang kontrak pembayaran dalam dolar AS, karena selisih beberapa poin saja dapat memengaruhi margin usaha ketika ditotal dalam volume transaksi yang besar. Pelaku pasar keuangan juga cenderung memanfaatkan momen penguatan tipis semacam ini untuk menambah posisi lindung nilai, mengingat arah pasar global masih rawan berubah dalam waktu singkat.

Lembaran uang dolar AS yang menggambarkan pergerakan kurs dolar terhadap rupiah
Ilustrasi lembaran uang dolar AS. Sumber: sejio402 via Pexels / Pexels License

Membandingkan dengan Pergerakan Rupiah Sepekan Terakhir

Jika ditarik ke belakang, pergerakan rupiah dalam sepekan terakhir cenderung berfluktuasi dalam rentang sempit namun dengan bias menguat. Pada 19 Agustus 2026, rupiah tercatat menguat tipis ke level Rp17.839,6 per dolar AS. Sebelumnya, pada 13 Agustus 2026, rupiah justru sempat melemah ke Rp17.890 per dolar AS akibat tertekan penguatan dolar AS secara global.

Dengan posisi hari ini di Rp17.690 per dolar AS, rupiah berarti sudah menguat sekitar 200 poin dibandingkan level pada 13 Agustus 2026. Tren perbaikan bertahap semacam ini mengindikasikan bahwa tekanan eksternal terhadap rupiah mulai mengendur, meski pelaku pasar tetap disarankan mewaspadai potensi pembalikan arah, terutama menjelang rilis data ekonomi penting dari AS dan China pada pekan ini.

Baca juga: “Kurs Rupiah Hari Ini 19 Agustus 2026: Menguat Tipis di Level Rp17.839,6

Tumpukan koin rupiah yang melambangkan nilai tukar mata uang Indonesia
Ilustrasi koin rupiah. Sumber: Mahen Rin via Unsplash / Unsplash License

Alternatif Lindung Nilai Aset Melalui Stablecoin di Pintu

Fluktuasi mata uang fiat yang terus bergerak membuat penyimpanan aset dalam bentuk dolar menjadi salah satu opsi diversifikasi. Kini semakin mudah dilakukan berkat kehadiran aset crypto berjenis stablecoin. Proses penukaran pun menjadi lebih praktis dan efisien tanpa perlu mengunjungi money changer secara fisik.

Melalui aplikasi Pintu, tersedia akses untuk berinvestasi pada stablecoin yang nilainya dipatok 1:1 dengan Dolar AS, seperti Tether (USDT), USD Coin (USDC).

Selain menawarkan tingkat keamanan dan likuiditas yang tinggi, penyimpanan USDT atau USDC di platform Pintu juga memberikan peluang keuntungan tambahan melalui fitur Earn.

Cek Stablecoin di Pintu Sekarang!

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->