
Jakarta, Pintu News – Altcoin Season Index kembali melemah dan berada di level 39 per Rabu, 26 Agustus 2026, menurut data terbaru dari BlockchainCenter. Angka ini menegaskan bahwa pasar crypto masih berada dalam fase “musim Bitcoin”, di mana mayoritas altcoin belum mampu mengungguli performa Bitcoin dalam 90 hari terakhir.
Penurunan ini melanjutkan tren pelemahan yang sudah terlihat sejak pertengahan Agustus, saat indeks versi CoinMarketCap juga berada di kisaran 44-46. Kondisi ini membuat banyak investor mempertanyakan kapan giliran altcoin benar-benar unjuk gigi setelah lebih dari setahun performa pasar didominasi oleh Bitcoin.
Altcoin Season Index adalah metrik yang mengukur seberapa banyak altcoin utama berhasil mencetak return lebih tinggi dibandingkan Bitcoin dalam periode 90 hari terakhir. Metodologi yang dipakai BlockchainCenter memperhitungkan 50 aset crypto dengan kapitalisasi pasar terbesar, di luar stablecoin dan token wrapped, lalu membandingkan performanya satu per satu terhadap Bitcoin.
Skalanya berjalan dari 1 sampai 100. Jika 75 persen atau lebih dari altcoin yang diamati mengungguli Bitcoin, pasar dikategorikan sebagai “Altcoin Season”. Sebaliknya, jika hanya 25 persen atau kurang yang mampu mengalahkan Bitcoin, pasar disebut berada dalam “Bitcoin Season”. Angka di antara kedua batas itu, termasuk level 39 saat ini, menunjukkan kondisi netral yang masih condong menguntungkan Bitcoin.
CoinMarketCap memiliki indeks serupa dengan metodologi yang sedikit berbeda, yaitu memantau 100 aset teratas di luar stablecoin dan token wrapped. Meski angka pastinya bisa berbeda tipis dari BlockchainCenter, arah trennya biasanya searah karena keduanya mengacu pada data harga yang sama.
Data historis menunjukkan pelemahan yang cukup konsisten. Pada 17 Agustus 2026, Altcoin Season Index versi CoinMarketCap tercatat di angka 46, seiring dominasi Bitcoin yang berada di kisaran 57,39 persen. Sehari setelahnya, indeks tersebut turun lagi ke level 44, dengan alasan yang sama yaitu Bitcoin terus mencuri perhatian investor dibandingkan aset altcoin.

Kini pada akhir Agustus, indeks versi BlockchainCenter sudah berada di level 39. Data dari platform tersebut juga mencatat bahwa sudah 334 hari berlalu sejak terakhir kali pasar benar-benar memasuki fase Altcoin Season, sementara fase Bitcoin Season sendiri baru berjalan sekitar 99 hari. Tren ini memperlihatkan bahwa dominasi Bitcoin bukan fenomena sesaat, melainkan pola yang bertahan cukup lama sepanjang tahun ini.
Baca juga: “Altcoin Season Index 49: Kapan Rotasi Pasar Crypto Benar-Benar Dimulai?“
Ada beberapa faktor yang membuat Bitcoin tetap menjadi primadona investor dibandingkan altcoin. Ekspektasi arah suku bunga bank sentral membuat sebagian pelaku pasar lebih memilih aset yang dianggap lebih mapan seperti Bitcoin dan Ethereum, alih-alih altcoin yang cenderung lebih volatil. Ketidakpastian regulasi di berbagai negara juga turut mendorong investor institusional untuk lebih berhati-hati saat mengalokasikan dana ke aset yang likuiditasnya lebih tipis.

Dominasi Bitcoin terhadap total kapitalisasi pasar crypto saat ini diperkirakan berada di kisaran 56 sampai 60 persen. Level dominasi setinggi ini biasanya menjadi salah satu alasan utama mengapa Altcoin Season Index sulit menembus level 75 yang jadi syarat resmi dimulainya musim altcoin. Selama modal besar masih terkonsentrasi di Bitcoin, altcoin cenderung hanya bergerak mengikuti arah Bitcoin tanpa mampu mencetak kenaikan independen yang signifikan.
Bagi investor, Altcoin Season Index yang rendah bukan berarti seluruh altcoin bergerak negatif, melainkan menandakan bahwa secara agregat altcoin belum mampu mengalahkan Bitcoin dalam periode pengamatan. Beberapa altcoin tertentu masih bisa mencatat kenaikan tajam karena katalis spesifik seperti perkembangan proyek, kemitraan baru, atau sentimen komunitas, meski tren besar pasar masih berpihak pada Bitcoin.
Indeks ini paling berguna sebagai indikator konteks pasar, bukan sinyal beli atau jual secara langsung. Investor yang memantau rotasi modal antar aset biasanya menggabungkan Altcoin Season Index dengan indikator lain seperti dominasi Bitcoin, volume trading, dan arus dana di bursa, sebelum menentukan strategi alokasi portofolio masing-masing.
Baca juga: “Altcoin Season Index Sentuh Level 32 Saat Ini, Mampukah Altcoin Kalahkan Bitcoin di 2026?“
Sejumlah analis menilai altcoin season baru bisa terbentuk apabila dominasi Bitcoin turun secara konsisten ke bawah level 50-55 persen, diiringi kenaikan minat pasar terhadap sektor tertentu seperti DeFi, infrastruktur blockchain, atau aset yang terkait dengan tokenisasi. Pola semacam ini pernah terjadi pada siklus 2017 dan 2021, meski sejumlah analis mengingatkan bahwa struktur pasar crypto saat ini sudah cukup berbeda, dengan partisipasi institusi yang lebih besar dan preferensi terhadap aset yang dianggap lebih likuid.
Sampai saat ini belum ada kepastian kapan Altcoin Season Index akan kembali menyentuh level 75. Investor disarankan untuk terus memantau data dominasi Bitcoin dan pergerakan indeks secara berkala, sembari tetap melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan terkait portofolio crypto masing-masing.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi