Charles Hoskinson: “Cardano Akan Menang, tapi Berkat Bantuan Ethereum!”

Di-update
August 27, 2026
Bagikan
Gambar Charles Hoskinson: “Cardano Akan Menang, tapi Berkat Bantuan Ethereum!”

Jakarta, Pintu News – Charles Hoskinson kembali menjadi sorotan usai menyampaikan pernyataan yang terkesan kontradiktif, namun sebenarnya cukup strategis. Pendiri Cardano itu menegaskan bahwa jaringannya pada akhirnya akan menang dalam persaingan blockchain, tetapi ia justru mengulurkan tangan untuk bekerja sama dengan Ethereum, rival lama yang selama ini kerap dianggap sebagai lawan utama Cardano di ranah smart contract.

Hoskinson Tantang Kritik yang Anggap Cardano Sudah Tak Relevan

Pernyataan Hoskinson muncul di tengah gelombang skeptisisme terhadap masa depan Cardano. Belakangan ini sejumlah analis, termasuk Lorenzo Valente dari ARK Invest, mempertanyakan mengapa media crypto masih terus meliput Cardano padahal menurut mereka jaringan ini sudah kehilangan relevansi di tengah persaingan ekosistem Layer-1 yang semakin ketat.

Menanggapi kritik tersebut, Hoskinson tidak menunjukkan tanda-tanda mundur. Ia menegaskan bahwa masyarakat sebaiknya tidak menilai proyek jangka panjang hanya dari fluktuasi harga jangka pendek. “Jangan bertaruh melawan saya, kita akan memenangkan pertarungan ini,” ujarnya, merujuk pada ambisinya menjadikan ADA sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar suatu hari nanti.

Pernyataan defensif ini keluar tak lama setelah harga ADA sempat mengalami tekanan akibat perdebatan tata kelola internal dan sentimen pasar yang kurang mendukung. Namun dalam sepekan terakhir, token ADA tercatat rebound signifikan hingga sekitar 26 persen, memberi sedikit angin segar bagi komunitas yang sempat pesimistis.

Tawaran Kolaborasi Teknis dengan Ethereum

Yang menarik, di saat bersamaan Hoskinson justru mengusulkan kolaborasi teknis dengan tim pengembang Ethereum. Ia menyarankan agar kedua ekosistem saling belajar, khususnya dalam eksplorasi model transaksi berbasis UTXO (Unspent Transaction Output) yang selama ini menjadi ciri khas arsitektur Cardano melalui pendekatan Extended UTXO (EUTXO).

Menurut Hoskinson, kerja sama semacam ini bisa terwujud dalam hitungan bulan apabila kedua tim insinyur mau duduk bersama tanpa embel-embel politik. Ia menekankan bahwa kolaborasi ini murni bersifat akademis dan teknis, tanpa perlu ada transfer dana maupun permintaan maaf atas perselisihan yang pernah terjadi di masa lalu antara dirinya dan komunitas Ethereum.

Tawaran ini juga menjadi sinyal bahwa Hoskinson ingin bergeser dari sekadar mengklaim ide, menuju kerja sama nyata yang menurutnya bisa menguntungkan kedua belah pihak sekaligus memperluas manfaat bagi developer di kedua jaringan.

Baca juga: “5 Fakta Cardano dan Ethereum yang Memperkuat Sinyal Bullish di Awal Juli 2026

Akar Perselisihan: Klaim Ide EUTXO Tanpa Kredit

Ketegangan antara Hoskinson dan komunitas Ethereum sebenarnya bukan hal baru. Pada Juli 2026, seorang peneliti Ethereum sempat mengusulkan desain pembayaran bergaya UTXO untuk jaringan tersebut. Namun Vitalik Buterin justru menyebut Bitcoin, bukan Cardano, sebagai inspirasi utama di balik eksplorasi konsep itu.

Hal tersebut sempat memicu kekesalan Hoskinson, yang merasa kontribusi riset EUTXO milik Cardano diabaikan begitu saja. Ia sebelumnya menuding Ethereum mengadopsi gagasan Cardano tanpa memberikan pengakuan yang semestinya, sebuah sentimen yang turut memanaskan rivalitas kedua komunitas di media sosial.

Kini, dengan tawaran kolaborasi terbuka, Hoskinson tampak ingin mengubah narasi dari sekadar perebutan klaim ide menjadi kerja sama teknis yang lebih konstruktif, sekaligus menunjukkan bahwa Cardano tetap punya nilai tawar di mata ekosistem blockchain terbesar kedua tersebut.

Fokus Pengembangan Cardano di Tengah Tekanan

Terlepas dari kritik yang terus mengalir, tim Cardano disebut tetap fokus menggarap sejumlah pembaruan teknis. Dua proyek yang menjadi perhatian utama adalah Ouroboros Leios, yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas transaksi jaringan, serta Hydra, solusi penskalaan Layer-2 yang diharapkan mampu mendongkrak throughput Cardano secara signifikan.

Kedua pengembangan ini menjadi ukuran penting bagi Hoskinson untuk membuktikan bahwa optimismenya bukan sekadar retorika. Jika Leios dan Hydra berhasil diimplementasikan sesuai target, Cardano berpotensi memperbaiki posisinya di antara jaringan smart contract lain yang selama ini dianggap lebih unggul dalam hal kecepatan dan adopsi developer.

Koin fisik Ethereum ETH melambangkan ekosistem yang diajak berkolaborasi oleh Cardano
Ilustrasi koin Ethereum (ETH). Sumber: vjkombajn via Pixabay / Pixabay Content License

Baca juga: “Potensi ROI Jangka Panjang Ethereum vs Cardano: Analisis dalam Lanskap Altcoin yang Berubah

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->