Chainlink (LINK) Diprediksi Analis Naik 31%? Ini Level yang Harus Diperhatikan (31/1/25)

Di-update
January 31, 2025
Bagikan
Gambar Chainlink (LINK) Diprediksi Analis Naik 31%? Ini Level yang Harus Diperhatikan (31/1/25)

Jakarta, Pintu News – Chainlink saat ini diperdagangkan di sekitar Rp382.717 dengan volume perdagangan 24 jam mencapai Rp11,9 triliun. Dalam 24 jam terakhir, harga LINK turun 1,89%, sementara dalam seminggu terakhir mengalami penurunan sebesar 9,29%. Saat ini, harga berada di dekat level Fibonacci retracement 0,382 pada Rp372.926, yang berperan sebagai zona support utama.

Jika LINK mampu bertahan di atas level ini, ada peluang untuk terjadi rebound. Potensi kenaikan dapat membawa LINK menuju resistensi berikutnya di Fibonacci retracement 0,5 pada Rp390.028. Jika berhasil menembus level ini, target selanjutnya adalah Rp407.129 (Fibonacci retracement 0,618), yang bisa menjadi titik balik tren atau zona breakout ke arah bullish.

Support dan Resistensi Kunci

Saat ini, pergerakan harga LINK berkonsolidasi di sekitar Rp372.926, menandakan bahwa level ini menjadi titik krusial untuk aksi harga dalam jangka pendek. Jika LINK menembus ke bawah level ini, maka harga dapat turun lebih lanjut ke Rp358.776, yang sebelumnya telah menjadi zona pembelian utama.

Di sisi lain, jika harga berhasil menembus resistensi di Rp390.028 dan Rp407.129, ada kemungkinan LINK akan naik lebih tinggi ke Rp495.395. Jika skenario ini terwujud, maka LINK berpotensi mengalami kenaikan sebesar 31,07% dari harga saat ini.

Baca Juga: Prediksi Pergerakan Harga Polygon (POL): Tren Bearish atau Peluang Pemulihan? (31/1/25)

Indikator Teknikal Menunjukkan Momentum Campuran

Indikator Parabolic SAR menunjukkan adanya perubahan momentum menuju bullish, dengan titik-titik SAR yang kini berada di bawah harga. Namun, untuk mempertahankan tren kenaikan, LINK harus melewati resistensi kunci di Rp439.486, yang merupakan titik SAR terakhir yang tercatat.

Sementara itu, indikator MACD menunjukkan sedikit momentum bullish, dengan garis MACD di 0,485 berada di atas garis sinyal di 0,606. Namun, histogram hijau yang semakin kecil mengindikasikan pelemahan kekuatan kenaikan. Jika garis MACD melintasi garis sinyal ke bawah, hal ini bisa menjadi indikasi tekanan bearish.

Di sisi lain, Relative Strength Index (RSI) berada di 49,65, menunjukkan kondisi pasar yang netral. Jika RSI naik di atas 50, hal ini bisa menjadi tanda meningkatnya tekanan beli, sementara penurunan di bawah 40 dapat mengindikasikan kelanjutan tren bearish.

Data On-Chain dan Partisipasi Pasar

Menurut data CryptoQuant, jumlah total transaksi LINK saat ini mencapai 11.000, mencerminkan aktivitas jaringan yang moderat dibandingkan dengan lonjakan transaksi sebelumnya pada tahun 2020 dan 2021, ketika harga LINK hampir menyentuh Rp991.690.

Selain itu, data dari Coinalyze menunjukkan bahwa Open Interest (OI) berada di Rp6,3 triliun, mengalami penurunan 5,68% dalam 24 jam terakhir. Penurunan ini mencerminkan berkurangnya posisi aktif di pasar, yang dapat menandakan fase konsolidasi sebelum pergerakan besar berikutnya. Trader perlu memantau perubahan OI dengan cermat karena sering kali menjadi indikator awal pergerakan harga yang signifikan.

Kesimpulan

Saat ini, harga Chainlink (LINK) sedang menguji level support kritis di Rp372.926, yang dapat menjadi titik awal pemulihan harga. Jika tekanan beli meningkat dan LINK berhasil menembus resistensi di Rp390.028 dan Rp407.129, maka kenaikan ke Rp495.395 dapat terjadi, mencerminkan potensi kenaikan sebesar 31%.

Namun, jika harga gagal bertahan di atas support saat ini dan tekanan jual meningkat, ada kemungkinan LINK turun ke Rp358.776 atau lebih rendah. Dengan indikator teknikal yang masih menunjukkan momentum campuran, para trader disarankan untuk tetap memantau pergerakan harga serta data on-chain guna mengambil keputusan investasi yang lebih tepat.

Baca Juga: Bitcoin Tembus Rp1,729 Miliar atau Kembali Turun ke Rp1,486 Miliar? Ini Kata Analis! (31/1/25)

Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro. Klik Daftar Pintu jika kamu belum memiliki akun atau pilih Pintu Login Web jika sudah memiliki akun.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->