Bank Inggris Rencanakan Pound Digital, Siap Tinggalkan Uang Tunai?

Updated
February 8, 2023
Gambar Bank Inggris Rencanakan Pound Digital, Siap Tinggalkan Uang Tunai?

Melangkah sedikit lebih maju usai membeberkan kerangka regulasi crypto pada awal Februari 2023 lalu, kini Menteri Keuangan Inggris, Jeremy Hunt, mengatakan pound digital, atau “Britcoin,” akan dirilis dan didukung oleh Bank of England, menurut laporan Cointelegraph (7/2/23). Apakah Inggris siap tinggalkan uang tunai? Simak artikel ini sampai habis.

Pound Digital Sebagai Cara Pembayaran Baru

Digital Pound Inggris

Bank of England (BoE) dan Departemen Keuangan Inggris dilaporkan tengah mempersiapkan rencana untuk menciptakan mata uang digital yang menyediakan cara baru untuk membayar tanpa harus menggeser keberadaan uang tunai.

Dilansir dari Cointelegraph, pada tanggal 7 Februari 2023, makalah konsultasi bersama dengan dokumen terkait mata uang digital bank sentral (CBDC) telah diluncurkan, di mana BoE dan Departemen Keuangan ingin mengumpulkan feedback mengenai bagaimana atau apakah mereka harus melanjutkan membangun CBDC.

Dalam pernyataan publik 6 Februari 2023, Menteri Keuangan Inggris, Jeremy Hunt mengindikasikan bahwa kedua entitas tersebut akan berupaya mengembangkan sistem pembayaran digital modern yang tidak serta merta meniadakan penggunaan uang tunai. Hunt mengatakan,

“Sementara uang tunai akan tetap ada, pound digital yang dikeluarkan dan didukung oleh Bank of England bisa menjadi cara baru sebagai alat pembayaran yang tepercaya, dapat diakses, dan mudah digunakan. Tak hanya itu, kami juga ingin menyelidiki apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu, sembari memastikan bahwa kami tetap melindungi stabilitas keuangan.”

Di negara bagian lain, tepatnya Nigeria, CBDC telah diluncurkan dan digunakan sejak akhir tahun 2022. Kabar terbarunya, akibat berbagai kebijakan pemerintah, harga Bitcoin di negara tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan harga pasaran. Baca selengkapnya di Harga Bitcoin di Nigeria Lebih Tinggi 60% Dibanding Harga Pasaran. Kok Bisa?

Fokus Lain BoE dan Department Keuangan Inggris

Terdapat 2 Pilihan Model Rubel Digital

Selain itu, fokus utama lainnya adalah menyediakan alternatif yang didukung pemerintah untuk stablecoin yang diterbitkan secara pribadi, di mana pejabat dari BoE dan Departemen Keuangan mengharapkan perusahaan-perusahaan Teknologi Besar untuk mengembangkannya di tahun-tahun mendatang.

Sebagai bagian dari pernyataan tersebut, Gubernur BoE, Andrew Bailey menekankan bahwa pound digital akan memberikan cara baru untuk membayar, membantu bisnis, menjaga kepercayaan terhadap uang, dan melindungi stabilitas keuangan dengan lebih baik.

Lebih lanjut, Andrew Bailey mengatakan,

“Namun, ada sejumlah implikasi yang perlu dipertimbangkan oleh pekerjaan teknis kami dengan hati-hati, karena konsultasi dan pekerjaan lebih lanjut yang akan dilakukan bank sekarang ini nantinya akan menjadi dasar untuk keputusan mendalam bagi negara terkait cara kita menggunakan uang.”

Deputi Gubernur BoE, Jon Cunliffe, juga memberikan pidato yang memberikan informasi terbaru kepada industri keuangan mengenai pekerjaan CBDC bank sentral dan Treasurys sejauh ini.

Jika para pemangku kepentingan memutuskan untuk bergerak maju, pound digital dan sistem berbasis blockchain yang mendasarinya disarankan agar tidak dibangun terlebih dahulu hingga tahun 2025.

Baca juga: Disambut Baik, Bagaimana Isi Kerangka Regulasi Crypto di Inggris?

Pemerintah Inggris Buka Lowongan Pekerjaan

Pada April 2021, perdana menteri Inggris saat ini dan mantan menteri keuangan, Rishi Sunak, mengarahkan BoE dan Departemen Keuangan untuk berkolaborasi dan membentuk Satuan Tugas Mata Uang Digital Bank Sentral. Pada dasarnya, duo ini akan bertugas untuk mengawasi studi dan potensi penerapan pound digital.

Meskipun sejauh ini prosesnya sedikit lambat, mengingat betapa hati-hati sikap BoE dan Departemen Keuangan, pada 24 Januari 2023, pemerintah Inggris terlihat membagikan sebuah postingan lowongan pekerjaan yang mencari pimpinan tim untuk Tim Pembayaran dan Fintech yang terdiri dari sekitar 20 orang dan berfokus pada eksplorasi “potensial pound digital”.


Referensi:

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->