
Jakarta, Pintu News ā Memahami pergerakan harga perak (silver) dalam jangka panjang merupakan langkah krusial bagi investor yang ingin melihat potensi aset ini sebagai pelindung nilai yang tangguh. Berbeda dengan volatilitas harian pada aset digital, grafik harga perak selama sepuluh tahun terakhir menunjukkan perjalanan yang penuh dinamika, mulai dari fase konsolidasi hingga lonjakan luar biasa yang mencapai puncaknya di awal tahun 2026. Data historis ini memberikan gambaran jelas mengapa perak tetap menjadi salah satu instrumen investasi fisik yang paling diperhitungkan oleh pelaku pasar global saat ini.
Jika ditarik mundur ke belakang, periode antara tahun 2016 hingga 2019 menunjukkan grafik harga perak yang relatif stabil dan cenderung bergerak menyamping (sideways) di kisaran USD 15 hingga USD 20 per oz. Pada fase ini, perak lebih banyak dipengaruhi oleh permintaan industri manufaktur dan belum mendapatkan momentum besar sebagai aset spekulatif utama. Memasuki tahun 2020, tepatnya saat pandemi global melanda, harga perak mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan dengan menembus level USD 20 hingga USD 30 per oz seiring meningkatnya permintaan akan aset safe haven.
Sepanjang tahun 2021 hingga akhir 2023, harga perak terus mempertahankan level dukungannya di atas USD 20 per oz meskipun menghadapi tekanan dari kenaikan suku bunga bank sentral global. Grafik menunjukkan adanya fluktuasi yang cukup sering, namun tren jangka panjang mulai membentuk landasan yang kuat untuk kenaikan harga yang lebih masif. Ketahanan harga perak pada periode ini membuktikan bahwa logam mulia ini memiliki nilai intrinsik yang sangat dihormati oleh investor di tengah gejolak ekonomi dunia yang tidak menentu.
Baca Juga:Ā 5 Update Harga Berlian per Gram dan Karat 2026, Ada yang Tembus Rp5 Miliar!

Titik balik paling signifikan dalam grafik harga perak mulai terlihat pada akhir tahun 2024, di mana harga mulai meroket secara vertikal hingga awal 2026. Data terbaru per Kamis, 19 Februari 2026, mencatat bahwa harga perak telah menyentuh angka penutupan terakhir di USD 77,61 per oz. Secara keseluruhan, grafik mencatat kenaikan total yang fantastis sebesar 713,91% atau setara dengan kenaikan USD 68,08 dari titik-titik terendah sebelumnya.
Dalam catatan sejarah ini, harga perak bahkan sempat menyentuh level tertinggi (High) di angka USD 115,50 per oz, sementara titik terendahnya (Low) berada di angka USD 8,99 per oz. Lonjakan masif di tahun 2026 ini menunjukkan adanya pergeseran besar dalam sentimen pasar, di mana investor kembali mempercayai perak sebagai instrumen pelindung kekayaan yang paling efektif di era inflasi tinggi. Pergerakan grafik yang eksponensial di akhir periode ini memberikan sinyal kuat bahwa perak sedang memasuki siklus baru dalam pasar komoditas dunia.
Di saat grafik perak menunjukkan lonjakan historis, beberapa aset digital populer justru terpantau mengalami koreksi harga harian yang cukup beragam pada waktu yang sama. Sebagai contoh, Ripple mencatatkan penurunan sebesar 2,83% yang membawanya ke level Rp 24.235 per koin. Perbedaan performa ini menonjolkan peran perak sebagai aset yang cenderung lebih stabil atau bergerak independen dibandingkan aset digital yang sangat fluktuatif dalam durasi waktu harian.
Bahkan koin meme seperti Popcat juga mengalami penurunan harga sebesar 2,03% ke level Rp 863,3 pada periode 19 Februari 2026. Meskipun industri cryptocurrency menawarkan potensi pertumbuhan yang cepat dalam jangka pendek, grafik 10 tahun perak membuktikan konsistensi nilai fisik dalam jangka panjang yang sulit ditandingi oleh koin digital mana pun. Bagi investor yang mengutamakan keamanan modal untuk masa depan, data historis perak memberikan kepastian pertumbuhan yang lebih terukur dibandingkan spekulasi harga pada aset digital yang sedang tren.

Penyebab utama grafik perak terlihat begitu tajam peningkatannya di tahun 2026 adalah kombinasi antara tingginya permintaan industri teknologi dan terbatasnya pasokan tambang global. Perak merupakan komponen vital dalam produksi panel surya dan kendaraan listrik, dua sektor yang mengalami pertumbuhan masif dalam lima tahun terakhir. Selain itu, kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berada di kisaran Rp 16.895,17 turut membuat valuasi perak dalam rupiah terasa semakin mahal bagi investor domestik Indonesia.
Faktor geopolitik dan ketidakpastian moneter di pasar global juga memicu migrasi modal besar-besaran dari aset berisiko ke logam mulia fisik. Berbeda dengan emas spot yang harganya hari ini berada di level Rp 2.712.268 per gram dengan koreksi ringan, perak tampak memiliki momentum kenaikan yang lebih agresif secara persentase historis. Keadaan ini menjadikan perak sebagai aset strategis bagi mereka yang jeli melihat pola pergerakan harga komoditas global dari tahun ke tahun untuk mengamankan portofolio mereka.
Silver ETF TertokenisasiĀ SLVON4.64%->Harga SLVON Saat IniRpĀ 1.204.2524.64%Market Cap-Volume Trading-Suplai Beredar-Ā adalah token digital yang diterbitkan olehĀ OndoĀ Global Markets dan dirancang untuk mengikuti pergerakan harga iShares Silver Trust (SLV), ETF perak terbesar di dunia yang dikelola BlackRock.
Setiap SLVon memiliki nilai yang setara denganĀ sahamĀ SLV (1:1), sehingga harganya bergerak naik dan turun sesuai dengan harga perak global dalam satuan troy ounce. Melalui SLVon, investor bisa mendapatkan eksposur ke pasar perak secara on-chain dalam bentuk aset digital yang mudah diakses.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.