
Jakarta, Pintu News – Amerika Serikat resmi melonggarkan sanksi terhadap minyak Rusia untuk sementara waktu hingga 11 April 2026. Kebijakan ini muncul di tengah terganggunya pasokan energi global akibat konflik Timur Tengah dan ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Iran. Langkah tersebut langsung menarik perhatian pasar karena bisa memengaruhi harga minyak, inflasi global, serta sentimen investor di berbagai aset, termasuk crypto dan cryptocurrency.
Departemen Keuangan AS melalui Office of Foreign Assets Control memberikan jendela waktu sekitar empat pekan untuk mengizinkan penjualan, pengiriman, atau pembongkaran minyak mentah dan produk petroleum dari Rusia. Artinya, minyak yang sudah berada dalam perjalanan tetap dapat diproses sampai batas waktu 11 April 2026.
Kebijakan ini pada dasarnya bersifat sementara dan terbatas, tetapi tetap penting karena menyentuh salah satu sumber utama pemasukan Rusia. Sebelumnya, ekspor energi menjadi penopang besar anggaran federal Rusia, bahkan sebelum perang Ukraina pada 2022 kontribusinya mencapai hampir setengah pendapatan negara.
Baca Juga:Â 5 Fakta CPI Februari 2026: Bitcoin (BTC) Turun, Emas & Risiko Inflasi Stabil yang Harus Kamu Tahu

Relaksasi sanksi tidak terjadi dalam ruang kosong, melainkan saat pasar energi sedang menghadapi gangguan besar. Konflik militer antara AS, Israel, dan Iran membuat jalur perdagangan minyak dunia kembali berada dalam tekanan.
Selat Hormuz menjadi titik paling krusial karena kawasan ini mengalirkan sekitar seperlima pasokan crude oil global. Ketika lalu lintas kapal di kawasan tersebut menurun akibat serangan terhadap kapal komersial dan ancaman ranjau, pasar langsung menilai bahwa pasokan minyak global bisa semakin ketat.
Pasar langsung mencermati dampak keputusan ini terhadap harga energi. Brent crude tercatat naik sekitar 0,6% ke US$101,07 per barel atau sekitar Rp1,71 juta per barel, sedangkan West Texas Intermediate berada di US$96,15 per barel atau sekitar Rp1,63 juta per barel.
Harga minyak di atas US$100 per barel menandakan risiko inflasi masih tinggi. Bagi investor, kondisi ini penting karena lonjakan energi biasanya memengaruhi ekspektasi suku bunga, biaya logistik, dan daya beli global, sehingga sentimennya bisa merembet ke saham, komoditas, hingga pasar crypto.
Meski pemerintah AS menegaskan manfaat finansial bagi Rusia akan terbatas, pasar tetap melihat ada ruang tambahan pemasukan dari ekspor energi. Analisis Urgewald menunjukkan pendapatan ekspor bahan bakar fosil Rusia rata-rata mencapai 510 juta euro per hari, atau sekitar US$587 juta per hari.
Jika dikonversi dengan kurs 1 USD = Rp16.945, angka itu setara sekitar Rp9,95 triliun per hari. Nilai sebesar itu menjelaskan mengapa perdagangan energi Rusia tetap menjadi titik sensitif dalam geopolitik, sebab pemasukan tersebut dapat membantu menopang belanja negara dan sektor pertahanan.
Kebijakan energi seperti ini tidak hanya berdampak pada minyak, tetapi juga pada cara investor membaca risiko global. Ketika harga energi naik dan ketidakpastian geopolitik membesar, pelaku pasar biasanya lebih berhati-hati terhadap aset berisiko.
Dalam kondisi seperti itu, aset digital seperti Bitcoin dan berbagai cryptocurrency lain dapat ikut mengalami volatilitas karena investor menimbang ulang alokasi portofolio mereka. Dengan kata lain, isu minyak Rusia, perang kawasan, dan inflasi bukan hanya cerita pasar energi, tetapi juga bagian dari dinamika makro yang bisa memengaruhi crypto secara tidak langsung.
Bayangkan kamu bisa memantau dan berpotensi mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harga minyak dunia secara langsung melalui aset crypto. Salah satu caranya adalah melalui Chevron  dan saham AS lainnya yang dapat kamu akses di platform Pintu, sehingga investor dapat mengikuti dinamika pasar energi global dari ekosistem cryptocurrency.
Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, kamu bisa melihat pergerakan harga, melakukan transaksi dengan mudah, serta menjelajahi peluang diversifikasi portofolio antara aset komoditas global dan crypto dalam satu aplikasi.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.