Prediksi Harga Emas 2026: Setelah Anjlok, Peter Schiff Yakin Emas Bisa Tembus Rp192 Juta!

Di-update
March 25, 2026
Bagikan
Gambar Prediksi Harga Emas 2026: Setelah Anjlok, Peter Schiff Yakin Emas Bisa Tembus Rp192 Juta!

Jakarta, Pintu News – Harga emas sedang mengalami salah satu periode bulanan terburuk dalam beberapa dekade. Sembilan sesi perdagangan berturut-turut ditutup di zona merah. Dalam satu bulan, harganya turun 13%. Dari rekor tertinggi sepanjang masa pada Januari, emas bahkan telah merosot 27%.

Meski begitu, salah satu pendukung emas paling terkenal di dunia justru tidak melepas kepemilikannya. Ia malah menambah pembelian dan meyakini bahwa lonjakan terbesar dalam sejarah emas baru saja dimulai.

Berikut semua hal yang perlu kamu pahami tentang alasan harga emas turun saat ini, apa yang kemungkinan terjadi setelah ini, dan mengapa Peter Schiff menilai aksi jual ini pada akhirnya akan berakhir di level $11,400 atau sekitar Rp192.637.200.

Mengapa Harga Emas Turun Hari Ini

Pada hari Senin (23/3), emas sempat diperdagangkan di kisaran $4,350 per ounce atau sekitar Rp73.506.300 per ounce, turun 3% dalam satu sesi dan melemah 13,18% dibandingkan sebulan lalu. Logam mulia ini sempat mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di level $5,608 atau sekitar Rp94.760.384 pada Januari 2026, lalu terus bergerak turun sejak saat itu.

Baca juga: Harga Bitcoin Bertahan di $70.000 Hari Ini (25/3/26): Permintaan Ritel Bitcoin Melemah?

Penyebabnya sebenarnya cukup jelas. Perang Iran mendorong harga minyak menembus $112 per barel atau sekitar Rp1.892.576 per barel. Kenaikan harga minyak memperbesar tekanan inflasi. Inflasi kemudian membuat Federal Reserve harus mempertahankan suku bunga tetap tinggi.

Suku bunga yang tinggi menjadikan obligasi pemerintah Amerika Serikat lebih menarik dibandingkan emas, yang tidak memberikan imbal hasil bunga. Akibatnya, banyak investor melepas emas dan beralih ke obligasi. Polanya sesederhana itu.

Saat ini, pasar juga mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve sebelum akhir tahun. Jika itu terjadi, imbal hasil obligasi berpotensi naik lebih lanjut dan dalam jangka pendek dapat memberi tekanan tambahan pada harga emas.

Jeda Konflik Iran yang Tidak Banyak Membantu

Pada hari Senin (23/3), Presiden Trump mengumumkan bahwa ia menunda serangan terhadap Iran selama lima hari setelah, menurutnya, terjadi percakapan yang produktif dengan Teheran. Kabar tersebut sempat mendorong harga emas naik sesaat. Namun, kantor berita pemerintah Iran, Fars News Agency, kemudian membantah bahwa pembicaraan apa pun pernah terjadi. Media itu menyatakan bahwa langkah mundur Trump dipicu oleh ancaman Iran untuk menyerang pembangkit listrik di seluruh kawasan.

Sinyal yang saling bertentangan ini membuat pasar bukan menjadi tenang, melainkan semakin bingung. Harga emas memang sempat memangkas sebagian kerugian, tetapi tetap melanjutkan tren penurunannya. Dengan demikian, rangkaian penurunan berlanjut menjadi sembilan sesi berturut-turut, yang merupakan rentetan terpanjang sejak 2023.

Trading Economics memperkirakan harga emas akan menutup kuartal ini di sekitar $4,499 atau sekitar Rp76.023.602, sebelum pulih menuju $4,879 atau sekitar Rp82.444.342 dalam dua belas bulan ke depan. Itulah pandangan konsensus pasar saat ini. Namun, Schiff menilai konsensus tersebut sangat keliru.

Prediksi Harga Emas Versi Peter Schiff: Mengapa Ia Yakin Bisa Tembus $11,400

Peter Schiff, salah satu figur yang paling banyak diikuti dalam dunia investasi logam mulia, pekan ini membagikan perbandingan historis yang langsung menyita perhatian pelaku pasar keuangan.

Baca juga: Harga Ethereum Melayang di $2.100 Hari Ini (25/3/26): ETH Terancam Alami Koreksi hingga 17%?

ā€œPada fase awal krisis keuangan 2008, harga emas sempat anjlok 32%, atau sekitar 40% dari kenaikan pasar bullish sebelumnya,ā€ tulis Schiff.

ā€œSetelah mencapai titik terendah, emas kemudian melonjak 178% dalam tiga tahun berikutnya. Saat ini, emas sempat turun mendekati $4,100 atau sekitar Rp69.281.800, terkoreksi 27%, yang juga setara sekitar 40% dari kenaikannya sejak level $2,000 atau sekitar Rp33.796.000. Jika dari titik rendah itu emas kembali naik 178%, maka harganya bisa mencapai $11,400 atau sekitar Rp192.637.200.ā€

Secara perhitungan, angkanya memang terlihat sangat mirip. Penurunan harga emas dari puncak Januari saat ini mencerminkan pola koreksi yang hampir sama dengan penurunan pada awal krisis 2008, tepat sebelum logam mulia tersebut memasuki salah satu fase kenaikan terbesar dalam sejarahnya.

Schiff juga menolak anggapan bahwa tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran akan menjadi sentimen negatif besar bagi emas.

Menurutnya, jika perang segera berakhir, dampaknya memang bisa menekan harga emas dalam jangka pendek, tetapi tidak cukup besar untuk menghapus faktor-faktor positif yang lebih dominan. Pemerintah, katanya, tetap harus mengeluarkan anggaran untuk mengisi ulang persenjataan yang telah digunakan dan membangun kembali kerusakan yang ditimbulkan. Artinya, defisit akan semakin besar dan inflasi akan lebih tinggi dibandingkan kondisi jika perang itu tidak pernah terjadi.

Inti argumennya adalah bahwa perang telah memperburuk kondisi fiskal secara permanen, apa pun hasil akhirnya. Defisit yang membengkak, inflasi yang tinggi, pertumbuhan ekonomi yang melemah, dan dolar yang terus berada di bawah tekanan struktural dinilai sama-sama mendukung kenaikan harga emas dalam jangka menengah hingga panjang.

Schiff bahkan menegaskan bahwa jika seseorang sudah bullish terhadap emas sebelum perang pecah, maka seharusnya saat ini pandangan bullish tersebut menjadi semakin kuat.

Prediksi Harga Emas: Bagaimana Kata Datanya?

Per 23 Maret, harga emas sempat berada di level $4,462 per ounce atau sekitar Rp75.404.276 per ounce. Rekor tertinggi sepanjang masa tercatat di $5,608 atau sekitar Rp94.760.384 pada Januari 2026. Dari level puncak tersebut, harga emas kini masih turun 27%. Meski demikian, dibandingkan satu tahun lalu, emas masih mencatat kenaikan sebesar 48,27%.

Di sisi lain, konsensus Trading Economics memperkirakan harga emas akan berada di kisaran $4,499 atau sekitar Rp76.029.002 pada akhir kuartal ini dan naik ke sekitar $4,879 atau sekitar Rp82.450.142 dalam dua belas bulan mendatang. Sementara itu, target Peter Schiff dari titik rendah $4,100 atau sekitar Rp69.281.800 berada jauh lebih tinggi, yakni di level $11,400 atau sekitar Rp192.637.200.

Ikuti kami diĀ GoogleĀ News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto danĀ teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin, usdt to idr dan hargaĀ saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalamanĀ trading cryptoĀ hingga aksesĀ investasiĀ emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihatĀ harga emas perhiasan hari iniĀ dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melaluiĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->