
Jakarta, Pintu News ā Ethereum Foundation secara resmi mengonfirmasi bahwa upgrade protokol āGlamsterdamā tidak akan meluncur sesuai jadwal awal yang ditargetkan pada Juni 2026. Penundaan ini mendorong peluncuran ke kuartal ketiga 2026, atau setidaknya akhir Agustus 2026 sebagai target internal pengembang.
Kabar ini langsung memengaruhi sentimen pasar, di mana harga ETH terkoreksi sekitar 3% pada 24 Juni 2026 ke kisaran $1.680 hingga $1.730. Lantas, apa sebenarnya yang membuat Glamsterdam tertunda, dan apakah penundaan ini akan menjadi hambatan atau justru fondasi yang lebih kokoh untuk kenaikan ETH ke depan?
Glamsterdam adalah nama kode untuk upgrade protokol Ethereum berikutnya setelah Fusaka, yang menggabungkan dua kata: āGlasgowā (dari EIP yang berfokus pada consensus layer) dan āAmsterdamā (dari EIP yang berfokus pada execution layer). Upgrade ini dirancang sebagai salah satu pembaruan paling fundamental dalam sejarah Ethereum, menargetkan perubahan pada cara jaringan membuat, memverifikasi, dan memproses blok transaksi di level yang paling dasar.
Dua EIP utama atau āheadlinerā yang menjadi inti dari upgrade ini adalah EIP-7732 (Enshrined Proposer-Builder Separation / ePBS) pada consensus layer dan EIP-7928 (Block-Level Access Lists / BALs) pada execution layer. Selain itu, terdapat EIP-8037 yang memperkenalkan penetapan harga lebih cerdas untuk penyimpanan data (state storage), serta lebih dari 25 EIP tambahan yang sedang dipertimbangkan untuk dimasukkan ke dalam upgrade ini.
Meta EIP untuk seluruh upgrade ini, yakni EIP-7773, saat ini masih berstatus Draft per 17 Juni 2026. Ethereum Foundation menyatakan bahwa devnet untuk Glamsterdam sudah aktif, yang diumumkan di sebuah acara interop di Svalbard, Norwegia. Ini merupakan fase terakhir sebelum pengujian testnet yang lebih luas dan pengiriman ke mainnet.
EIP-7732 atau ePBS (Enshrined Proposer-Builder Separation) adalah fitur paling ditunggu-tunggu dalam Glamsterdam. Saat ini, pemisahan antara validator yang mengusulkan blok (proposer) dan pihak yang membangun blok (builder) dilakukan melalui relay eksternal seperti MEV-Boost. Dengan ePBS, pemisahan ini akan langsung ditanam ke dalam protokol Ethereum, mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga dan memberikan jaringan lebih banyak waktu untuk memproses blok yang lebih besar dengan aman.
EIP-7928 atau Block-Level Access Lists (BALs) berkaitan erat dengan ambisi eksekusi paralel transaksi di Ethereum. Fitur ini mengharuskan transaksi untuk mendeklarasikan pola akses data terlebih dahulu sebelum dieksekusi, sehingga sistem dapat menentukan transaksi mana yang bisa diproses secara bersamaan tanpa konflik. Ini berpotensi meningkatkan throughput jaringan secara signifikan.
Satu pencapaian penting lainnya yang dikonfirmasi Ethereum Foundation bersama pengumuman penundaan ini adalah penetapan target gas limit sebesar 200 juta untuk jaringan pasca-Glamsterdam. Angka ini merupakan lompatan besar dibandingkan gas limit saat ini yang berada di sekitar 60 juta, artinya kapasitas transaksi Ethereum per blok berpotensi meningkat lebih dari tiga kali lipat.
Baca juga: Ethereum Siapkan Gebrakan Besar 2026: Apakah Harga ETH Akan Meledak?
Penundaan Glamsterdam bukan disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan akumulasi dari beberapa tantangan teknis yang kompleks. Hambatan utama adalah implementasi ePBS yang lebih rumit dari perkiraan awal. Integrasi pemisahan proposer-builder langsung ke dalam protokol membutuhkan pengujian yang sangat teliti karena kesalahan di level ini bisa berdampak pada seluruh jaringan.

Tantangan kedua muncul dari interaksi antara ePBS dan BALs. Kedua fitur ini saling berkaitan erat, dan kombinasinya menciptakan kompleksitas yang belum pernah diuji dalam skala mainnet sebelumnya. Perubahan cara kontrak mendeklarasikan pola akses (access patterns) membuka celah-celah bug baru yang harus diidentifikasi dan diperbaiki sebelum peluncuran. Parity implementasi antar klien (multi-client compatibility) juga menjadi perhatian, mengingat Ethereum beroperasi dengan berbagai klien konsensus dan eksekusi yang harus memiliki perilaku identik.
Faktor ketiga adalah cakupan upgrade yang sangat luas. Tim engineering dari Base (jaringan layer-2 milik Coinbase) bahkan secara terbuka memperingatkan bahwa penambahan FOCIL (Fork-Choice enforced Inclusion Lists) bersamaan dengan ePBS berpotensi mendorong penundaan lebih jauh hingga melewati akhir 2026. Ethereum Foundation merespons dengan pendekatan hati-hati: kualitas dan keamanan upgrade didahulukan di atas ketepatan jadwal.
Bersamaan dengan pengumuman penundaan Glamsterdam, Ethereum Foundation juga mengumumkan pergantian kepemimpinan di cluster Protocol. Will Corcoran, Kev Wedderburn, dan Fredrik resmi ditunjuk sebagai pemimpin baru. Sementara itu, dua nama senior yang sangat dikenal di komunitas Ethereum, Barnabe Monnot dan Tim Beiko, mengumumkan keberangkatan mereka dari Foundation. Alex Stokes akan mengambil cuti sabbatical.
āAda babak baru yang dimulai untuk cluster Protocol,ā tulis Corcoran di platform X pada 11 Mei lalu. Transisi kepemimpinan di tengah siklus upgrade besar tentu menambah lapisan ketidakpastian yang harus dikelola oleh komunitas. Namun para analis menilai pergantian ini bukan pertanda masalah, melainkan bagian dari evolusi organisasi yang wajar untuk proyek sebesar Ethereum.
Di sisi lain, Ethereum Foundation juga mengungkapkan bahwa perencanaan untuk upgrade berikutnya setelah Glamsterdam, yang disebut Hegota, sudah berjalan dengan baik. Selain itu, pengembangan Strawmap, peta jalan jangka panjang Ethereum yang berfokus pada ketahanan kuantum (quantum-resistant), juga terus berjalan paralel. Ini menunjukkan bahwa meski Glamsterdam tertunda, arah strategis Ethereum tidak terhenti.
Baca juga: Terobosan Baru Ethereum: Upgrade Fusaka yang Mengubah Masa Depan Smart Contract!
Dalam jangka pendek, koreksi harga ETH sebesar 3% ke kisaran $1.680 hingga $1.730 pada 24 Juni 2026 mencerminkan reaksi pasar yang negatif terhadap kabar penundaan. Ini pola yang cukup umum di pasar crypto, di mana ketidakpastian jadwal sering direspons dengan aksi jual. Tekanan juga datang dari keluarnya arus dana dari ETF Ethereum, yang memperberat kondisi harga jangka pendek.
Namun, perspektif jangka menengah hingga panjang justru lebih menarik untuk dicermati. Sejarah upgrade Ethereum menunjukkan pola yang konsisten: harga ETH cenderung mengalami akumulasi saat periode pengujian testnet dan kemudian melakukan kenaikan signifikan mendekati dan pasca-aktivasi mainnet. Upgrade The Merge, Shapella, dan Dencun semuanya mengikuti pola serupa. Jika Glamsterdam berhasil diluncurkan di Q3 2026 dengan fitur-fitur yang sudah matang, target gas limit 200 juta dan implementasi ePBS yang stabil berpotensi menjadi katalis fundamental yang kuat untuk ETH.
Yang perlu diingat investor adalah bahwa kualitas eksekusi lebih penting daripada kecepatan peluncuran. Sebuah upgrade yang tertunda tapi bebas bug jauh lebih baik daripada upgrade yang terburu-buru tapi mengandung celah keamanan. Dengan devnet yang sudah berjalan dan pengujian yang sedang berlangsung, Glamsterdam berada di jalur yang benar, hanya butuh waktu lebih lama untuk sampai ke garis finish.
Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto danĀ teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin, usdt to idr dan hargaĀ saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasiĀ cryptoĀ yang aman, Pintu menghadirkan pengalamanĀ trading cryptoĀ hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihatĀ harga emas perhiasan hari iniĀ dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melaluiĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragamĀ jenisĀ tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memilikiĀ risikoĀ dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakanĀ uangĀ dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi