FOMC 28-29 Juli & CPI 14 Juli 2026: Sinyal Fed Bergeser ke Rate Hike

Di-update
July 9, 2026
Bagikan
Gambar FOMC 28-29 Juli & CPI 14 Juli 2026: Sinyal Fed Bergeser ke Rate Hike

Jakarta, Pintu News – Pasar keuangan global, termasuk kripto, kini menahan napas menjelang dua agenda besar bulan ini: rilis data inflasi konsumen (CPI) Amerika Serikat pada 14 Juli 2026 dan pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 28-29 Juli 2026. Kombinasi kedua peristiwa ini dipandang sebagai penentu arah kebijakan suku bunga The Fed untuk sisa tahun, dengan sinyal yang belakangan mulai bergeser dari wacana pemangkasan menuju kemungkinan kenaikan suku bunga (rate hike).

FOMC 28-29 Juli 2026: Agenda yang Ditunggu Pasar

The Fed dijadwalkan menggelar pertemuan FOMC pada 28-29 Juli 2026, dengan pengumuman keputusan suku bunga pada hari kedua. Pertemuan ini berlangsung tanpa Summary of Economic Projections (SEP) baru karena proyeksi ekonomi hanya dirilis pada pertemuan Maret, Juni, September, dan Desember. Meski begitu, nada dari pernyataan resmi dan konferensi pers Ketua The Fed tetap menjadi sorotan utama pelaku pasar.

Sejak beberapa bulan terakhir, The Fed telah menahan suku bunga acuan di kisaran 3,5% hingga 3,75% dalam empat pertemuan berturut-turut. Pertemuan Juni 2026 sendiri merupakan pertemuan pertama yang dipimpin Ketua baru The Fed, dan hasilnya cukup mengejutkan pasar karena dot plot memproyeksikan suku bunga bisa mencapai 3,8% pada akhir tahun, dengan sebagian anggota FOMC memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan di 2026. Perubahan nada inilah yang membuat pasar mulai menyesuaikan ekspektasi dari skenario pemangkasan menjadi skenario penahanan atau bahkan kenaikan suku bunga.

Bank of America bahkan memproyeksikan kemungkinan tiga kali kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin masing-masing di September, Oktober, dan Desember 2026, yang bisa membawa suku bunga acuan ke level 4,50%. Jika skenario ini terwujud, pertemuan FOMC Juli akan menjadi titik awal pergeseran nada kebijakan tersebut.

CPI 14 Juli: Data Kunci Sebelum Fed Mengambil Keputusan

Sebelum FOMC digelar, pasar akan lebih dulu mencermati rilis Consumer Price Index (CPI) untuk periode Juni 2026 yang dijadwalkan pada Selasa, 14 Juli 2026. Data ini penting karena menjadi salah satu indikator utama yang dipakai The Fed untuk menilai apakah tekanan inflasi masih tinggi atau mulai mereda sebelum menentukan arah suku bunga di pertemuan akhir bulan.

Sebagai gambaran, laporan CPI untuk periode sebelumnya mencatat kenaikan tahunan sekitar 4,2%, dengan komponen energi menjadi pendorong utama akibat ketegangan geopolitik yang memengaruhi harga minyak dunia. Jika tren inflasi yang masih di atas target 2% ini berlanjut pada data Juni, kemungkinan besar akan memperkuat argumen bagi anggota FOMC yang condong ke sikap hawkish alias mendukung suku bunga tetap tinggi atau bahkan naik.

Sebaliknya, jika CPI Juni menunjukkan pelemahan tekanan harga, ada peluang The Fed kembali membuka opsi pelonggaran meski dalam jangka pendek besar kemungkinan tetap menahan suku bunga. Karena itu, jarak sepuluh hari antara rilis CPI dan pertemuan FOMC membuat periode pertengahan sampai akhir Juli 2026 ini menjadi salah satu window paling krusial bagi arah pasar keuangan global sepanjang tahun.

Baca juga: “Harga Bitcoin (BTC) Hari Ini, 2 Juli 2026: Reclaim Level $60.000 Usai Warsh Reignite Risk Appetite”

Kenapa Sinyal Fed Bisa Bergeser ke Rate Hike?

Pergeseran nada dari kemungkinan pemangkasan ke arah penahanan atau kenaikan suku bunga umumnya dipicu oleh data inflasi yang belum turun sesuai target The Fed, yakni sekitar 2% secara tahunan. Selama inflasi masih tertahan di level tinggi karena faktor energi, biaya tenaga kerja, atau gangguan pasokan global, bank sentral cenderung mempertahankan kebijakan moneter yang ketat agar ekspektasi inflasi masyarakat tidak semakin sulit dikendalikan.

Faktor lain yang turut memengaruhi adalah data ketenagakerjaan dan pertumbuhan ekonomi. Jika ekonomi AS masih tumbuh solid dan pasar tenaga kerja tetap kuat, The Fed memiliki ruang lebih besar untuk menahan atau menaikkan suku bunga tanpa terlalu mengkhawatirkan risiko resesi. Kombinasi inflasi yang lengket dengan ekonomi yang masih tangguh inilah yang menjadi alasan utama sejumlah lembaga seperti Bank of America memproyeksikan kenaikan suku bunga lanjutan pada semester kedua 2026.

Bangunan Federal Reserve Bank yang menjadi pusat pengambilan keputusan suku bunga AS
Federal Reserve Bank, salah satu bangunan yang menjadi simbol otoritas moneter Amerika Serikat. Sumber: Alex Bierwagen via Unsplash / Unsplash License

Dampak Potensial ke Pasar Crypto

Secara historis, sinyal kenaikan suku bunga atau proyeksi suku bunga yang lebih tinggi dari perkiraan cenderung menekan aset berisiko, termasuk Bitcoin dan altcoin. Ketika suku bunga naik, instrumen berpendapatan fixed seperti obligasi pemerintah dan deposito menjadi lebih menarik karena menawarkan imbal hasil yang lebih kompetitif dengan risiko lebih rendah. Kondisi ini bisa mendorong sebagian investor mengalihkan dana dari aset kripto ke instrumen yang dianggap lebih aman, sehingga menekan likuiditas di pasar crypto.

Reaksi pasar terhadap pertemuan FOMC Juni 2026 menjadi contoh nyata. Ketika dot plot mengejutkan pasar dengan proyeksi suku bunga yang lebih tinggi, harga Bitcoin sempat terkoreksi dari sekitar 66.000 dolar AS ke 64.000 dolar AS dalam waktu singkat. Pola serupa berpotensi terulang jika hasil FOMC 28-29 Juli 2026 kembali membawa nada hawkish, terutama jika CPI 14 Juli lebih dulu menunjukkan inflasi yang masih panas.

Namun, dampak ini tidak selalu bersifat linear dan permanen. Pasar kripto juga dipengaruhi oleh sentimen jangka panjang seperti adopsi institusional, arus dana pada produk investasi berbasis aset kripto, dan perkembangan regulasi. Karena itu, investor perlu melihat kombinasi data makro seperti CPI dan hasil FOMC secara berkelanjutan, bukan hanya bereaksi pada satu titik data saja, sebelum mengambil keputusan investasi.

Baca juga: “Seberapa Besar Dampak Kebijakan Suku Bunga The Fed terhadap Market Crypto?”

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.

Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->