
Jakarta, Pintu News – RUU struktur pasar kripto Amerika Serikat yang dikenal sebagai CLARITY Act kembali menghadapi jalan terjal di Senat AS. Hanya beberapa pekan sebelum anggota Kongres memasuki reses musim panas pada awal Agustus 2026, draf gabungan yang seharusnya menjadi jalan keluar bagi kebuntuan RUU ini justru memicu penolakan terbuka dari sejumlah senator Demokrat, sehingga peluang pengesahannya tahun ini semakin menyempit.
CLARITY Act, atau Digital Asset Market Clarity Act, adalah RUU struktur pasar kripto yang bertujuan menetapkan kerangka hukum permanen bagi klasifikasi aset digital di Amerika Serikat.
RUU ini membagi aset kripto ke dalam tiga kategori, yaitu komoditas digital yang diawasi Commodity Futures Trading Commission (CFTC), aset kontrak investasi yang tetap berada di bawah pengawasan Securities and Exchange Commission (SEC), serta stablecoin pembayaran yang mengikuti kerangka regulator perbankan sebagaimana diatur dalam UU GENIUS yang telah disahkan lebih dulu pada Juli 2025.
RUU ini, yang secara resmi tercatat sebagai H.R. 3633, telah disahkan oleh DPR AS pada Juli 2025 dengan dukungan bipartisan sebesar 294 berbanding 134 suara. Setelah itu, Komite Perbankan Senat meloloskan versinya sendiri pada 14 Mei 2026 melalui pemungutan suara 15 berbanding 9, dengan dua senator dari Partai Demokrat ikut memberikan dukungan.
Tujuan utama RUU ini adalah menggantikan pendekatan regulasi lewat penegakan hukum, yaitu ketika status hukum sebuah aset kripto ditentukan lewat gugatan dan putusan pengadilan yang bisa berbeda-beda, dengan aturan tertulis yang berlaku merata dan tidak mudah berubah setiap kali terjadi pergantian pemerintahan.
Senat AS kembali bersidang pada 13 Juli 2026 dengan agenda menuntaskan RUU ini sebelum reses musim panas yang diperkirakan dimulai sekitar 7 Agustus 2026. Sehari setelah itu, pada 14 Juli 2026, gabungan draf dari Komite Perbankan dan Komite Pertanian Senat resmi dirilis sebagai upaya terakhir untuk mempercepat pemungutan suara di tingkat pleno.
Masalahnya, draf gabungan tersebut tidak memuat ketentuan etika yang selama ini dituntut sejumlah senator Demokrat, yaitu aturan yang melarang pejabat pemerintah, termasuk presiden, memiliki kepentingan pribadi di industri kripto selama menjabat. Ketentuan etika ini sempat diajukan sebagai amendemen oleh Senator Chris Van Hollen pada rapat Komite Perbankan Mei lalu, namun ditolak lewat pemungutan suara berdasarkan garis partai. Ketiadaan ketentuan ini dalam draf terbaru menjadi hambatan baru yang signifikan karena sejumlah senator Demokrat yang sebelumnya mendukung RUU di tingkat komite menegaskan mereka tidak akan memberikan suara mendukung tanpa adanya aturan etika yang mengikat secara hukum.
Baca juga: “Debat Senat Mengenai UU CLARITY: Dampaknya Terhadap Pasar Kripto di 2026“
Pada hari yang sama draf gabungan dirilis, tiga senator Demokrat, yaitu Chris Murphy, Chris Van Hollen, dan Jeff Merkley, menggelar konferensi pers di Capitol Hill untuk menyatakan penolakan resmi terhadap RUU tersebut. Van Hollen, yang duduk di Komite Perbankan Senat dan berasal dari Maryland, menyebut RUU itu sebagai produk legislasi yang menurutnya bermasalah dan berpotensi menimbulkan kerugian luas. Murphy menambahkan bahwa sistem regulasi yang dibentuk RUU ini tidak akan berarti apabila tidak turut menghentikan potensi konflik kepentingan terkait aktivitas kripto pribadi Presiden Donald Trump.
Sikap penolakan ini berkaitan dengan laporan kekayaan keuangan resmi Presiden Trump untuk tahun 2025 yang menunjukkan penghasilan terkait kripto senilai sekitar 1,4 miliar dolar AS, termasuk royalti dari token meme bernama $TRUMP dan hasil penjualan token dari platform World Liberty Financial yang dikaitkan dengan keluarganya. Senator Kirsten Gillibrand, yang selama ini dikenal cukup terbuka terhadap regulasi kripto, turut menegaskan bahwa dukungannya terhadap RUU bergantung pada adanya ketentuan etika yang mengikat secara hukum bagi pejabat pemerintah.
Di sisi lain, penasihat kripto Gedung Putih, Patrick Witt, menyampaikan bahwa pemerintahan Trump bersedia menerima ketentuan etika yang berlaku merata bagi seluruh pejabat pemerintah, namun menolak ketentuan yang secara spesifik menyasar kepemilikan kripto presiden. Kepala Mayoritas Senat John Thune dilaporkan tetap berkomitmen menjadwalkan pemungutan suara di tingkat pleno sebelum reses Agustus, dengan pekan yang dimulai 20 Juli 2026 disebut sebagai target waktu yang tengah dibahas oleh pimpinan Senat.
Pada 17 Juli 2026, Subkomite Aset Digital, Teknologi Finansial, dan Kecerdasan Buatan DPR AS menggelar dengar pendapat lapangan di Federal Hall National Memorial, New York, dengan tema seputar bagaimana CLARITY Act dapat mendorong inovasi di sektor keuangan. Dengar pendapat ini tidak dapat menghasilkan pemungutan suara apa pun karena DPR sudah lebih dulu mengesahkan versinya sendiri, namun forum ini berfungsi sebagai ajang tekanan publik menjelang keputusan akhir Senat pada pekan-pekan berikutnya.
Baca juga: “XRP Tunjukkan 2 Sinyal Bullish, CLARITY Act Bidik Voting 20 Juli 2026!“
Senator Cynthia Lummis dari Wyoming, salah satu penggagas utama RUU ini di Senat, memperingatkan bahwa jika RUU gagal disahkan sebelum reses tahun ini, kemungkinan besar pembentukan kerangka regulasi aset digital federal yang komprehensif di AS akan tertunda hingga 2030, menyusul komposisi Kongres baru yang akan terbentuk setelah pemilu paruh waktu November mendatang. Berdasarkan data pasar prediksi Polymarket, peluang RUU ini disahkan pada 2026 tercatat berada di kisaran 43 persen pada pertengahan Juli, turun signifikan dari sekitar 82 persen pada Februari 2026.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Sebagai aplikasi crypto yang aman, Pintu menghadirkan pengalaman trading crypto hingga akses investasi emas crypto secara mudah dan nyaman. Kamu juga bisa melihat harga emas perhiasan hari ini dan harga emas batangan hari ini untuk mendukung aktivitas investasi dan diversifikasi portofolio-mu serta belajar crypto lewat Pintu Academy.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Nikmati pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi