
Jakarta, Pintu News – Harga minyak dunia tercatat melemah pada perdagangan kemarin yang datanya dirilis hari ini, Jumat 14 Agustus 2026. Berdasarkan data yang dihimpun dari Trading Economics dan pemberitaan pasar komoditas, harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman Oktober turun ke US$87,07 per barel, sementara WTI (West Texas Intermediate) berada di kisaran US$81,25 per barel. Pelemahan ini dipicu oleh melunaknya permintaan global serta ketidakpastian geopolitik di jalur pelayaran Selat Hormuz.
Seiring berkembangnya teknologi blockchain, kini emas tidak hanya bisa dimiliki dalam bentuk fisik seperti perhiasan atau batangan, tetapi juga melalui aset crypto berbasis emas seperti Pax Gold dan Tether Gold .
Didukung 1:1 emas fisik · mulai Rp11.000 · tanpa ongkos cetak.
| Jenis Minyak | Harga per Barel (USD) | Harga per Barel (IDR)* |
|---|---|---|
| Brent Crude | US$87,07 | Rp1.552.072 |
| WTI | US$81,25 | Rp1.448.363 |
Pelemahan harga minyak dunia hari ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari perkiraan pasokan yang lebih longgar hingga kekhawatiran perlambatan permintaan energi global. Pelaku pasar juga mencermati perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya potensi gangguan pelayaran di Selat Hormuz yang menjadi jalur distribusi minyak dunia. Selain itu, data ekonomi dari negara konsumen minyak besar seperti Amerika Serikat dan Tiongkok turut memengaruhi ekspektasi permintaan jangka pendek.
Baca juga: Harga Emas Tua 17K Hingga 24K Hari Ini, Jumat 14 Agustus 2026
Brent Crude dan WTI merupakan dua acuan harga minyak mentah yang paling banyak digunakan di pasar global. Brent Crude diambil dari ladang minyak di Laut Utara dan menjadi patokan harga bagi sekitar dua pertiga perdagangan minyak dunia, termasuk sebagian besar impor minyak Indonesia.
Sementara itu, WTI bersumber dari ladang minyak Amerika Serikat dan lebih banyak dijadikan acuan untuk pasar domestik AS. Perbedaan kualitas serta lokasi produksi membuat harga kedua jenis minyak ini kerap berbeda meski pergerakannya cenderung searah.
Sebagai negara net importir minyak, pergerakan harga minyak dunia berpengaruh langsung terhadap beban subsidi energi dan biaya produksi di dalam negeri. Penurunan harga minyak seperti yang terjadi hari ini berpotensi meringankan tekanan fiskal pemerintah dalam jangka pendek, meski dampaknya ke harga bahan bakar minyak (BBM) domestik biasanya membutuhkan waktu penyesuaian karena adanya faktor nilai tukar dan kebijakan subsidi.
Ikuti kami di Google News untuk info terkini crypto dan blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Unduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store. Nikmati web trading dengan pro charting, beragam tipe order, dan portfolio tracker di Pintu Pro.
*Disclaimer:
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.