Perusahaan NFT Hong Kong Kumpulkan Pendanaan Sebesar Rp47 Miliar, Dipakai untuk Apa?

Updated
May 9, 2023
Gambar Perusahaan NFT Hong Kong Kumpulkan Pendanaan Sebesar Rp47 Miliar, Dipakai untuk Apa?

Artifact Labs, perusahaan NFT berbasis di Hong Kong yang berfokus pada pelestarian artefak bersejarah, baru saja berhasil mengumpulkan dana sebesar $3,25 juta atau Rp47 miliar dalam putaran pendanaan awal.

Dengan dukungan dari investor terkemuka seperti Blue Pool Capital dan Animoca Brands, Artifact Labs kini siap untuk memperluas operasi Web3 mereka dan membawa teknologi NFT ke tingkat yang lebih tinggi.

Pendanaan Awal Artifact Labs

Artifact Labs baru saja menyelesaikan putaran pendanaan awal mereka dengan sukses, mengumpulkan dana sebesar $3,25 juta setara dengan Rp47 miliar. Investor dalam putaran ini mencakup Blue Pool Capital, Animoca Brands, dan beberapa investor lainnya yang melihat potensi besar dalam proyek Artifact Labs.

Lebih lanjut, pendanaan ini akan digunakan untuk mengembangkan teknologi NFT yang dimiliki oleh Artifact Labs serta memperluas operasi Web3 mereka, sehingga memungkinkan perusahaan untuk mencapai tujuan mereka dalam pelestarian artefak bersejarah melalui teknologi blockchain.

Baca juga: Dalam Rangka Dukung Kesehatan Mental, Proyek NFT JOMO Effect Diluncurkan pada 10 Mei 2023!

Artifact Labs dan Pelestarian Artefak Bersejarah

Menurut laporan Coindesk, Artifact Labs awalnya diinkubasi oleh South China Morning Post (SCMP) Hong Kong. Pada tahun 2021, SCMP meluncurkan standar non-fungible token (NFT) yang disebut ARTIFACT untuk merekam data historis.

Sepanjang tahun 2021 dan 2022, surat kabar ini memiliki bisnis yang cepat dalam menjual NFT dari halaman depan (cover) bersejarahnya, termasuk penyerahan Hong Kong ke China pada tahun 1997, wabah flu burung, Krisis Keuangan Asia, dan kematian Putri Diana dari Inggris.

Hingga saat ini, salah satu fokus utama Artifact Labs adalah pelestarian artefak bersejarah melalui penerapan teknologi NFT dan Web3. Perusahaan ini percaya bahwa dengan menggunakan teknologi ini, mereka dapat menciptakan cara baru untuk mengelola dan melestarikan artefak berharga yang penting bagi sejarah dan warisan budaya.

Selain itu, Artifact Labs juga berharap untuk membantu masyarakat dalam mengakses dan memahami artefak bersejarah ini melalui platform digital yang mudah digunakan dan inovatif.

Dalam sebuah pernyataan, Phillip Pon, CEO Artifact Labs, mengatakan,

“Ini bukan tentang menciptakan IP baru untuk spekulasi, misalnya proyek hype NFT, tetapi ini tentang mendorong keterlibatan baru dengan koleksi yang signifikan secara historis dengan menggunakan Web3. Kami ingin mengukir ruang baru dalam kesadaran publik yang lebih muda akan merek dan artefak bersejarah, sehingga kami memperkuat pelestarian data on-chain yang tidak dapat diubah melalui NFT.”

Rencana Ekspansi Artifact Labs

artifact labs nft hong kong
Coin Republic

Dengan dukungan finansial yang diperoleh dari putaran pendanaan awal ini, Artifact Labs kini memiliki sumber daya yang diperlukan untuk memperluas operasi Web3 mereka dan mengembangkan teknologi NFT lebih lanjut.

Selain itu, perusahaan ini berencana untuk menggandeng lebih banyak mitra dan bekerja sama dengan institusi budaya serta pemilik artefak bersejarah untuk memperluas jangkauan mereka dalam bidang pelestarian artefak.

Selanjutnya, Artifact Labs juga akan terus mengembangkan platform digital mereka untuk memudahkan akses dan pemahaman artefak bersejarah bagi masyarakat luas.

Baca juga: Penjualan NFT Sentuh Rp2,1 Triliun, BAYC Jadi Koleksi NFT Paling Mahal Minggu Ini

Keberhasilan Artifact Labs dalam mengumpulkan dana sebesar $3,25 juta menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi teknologi NFT dan Web3 dalam bidang pelestarian artefak bersejarah.

Dengan dukungan finansial ini, Artifact Labs siap untuk memperluas operasi mereka dan menggandeng lebih banyak mitra untuk mencapai tujuan mereka dalam melestarikan artefak berharga yang penting bagi sejarah dan warisan budaya.


Referensi:

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->