Dengan Pendanaan $4,3 Juta, Startup Jia Siap Ubah Lanskap Fintech Blockchain di Afrika dan Asia!

Updated
May 22, 2023
Gambar Dengan Pendanaan $4,3 Juta, Startup Jia Siap Ubah Lanskap Fintech Blockchain di Afrika dan Asia!

Jia, start-up fintech berbasis blockchain, baru-baru ini mengumumkan telah berhasil mengumpulkan $4,3 juta dalam putaran pendanaan awal yang dipimpin oleh TCG Crypto. Jia mengungkapkan bahwa dana yang terkumpul akan digunakan untuk memperkuat operasi di Kenya dan Filipina, serta mengeksplorasi pasar baru. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Pendanaan Awal yang Mengesankan

pendanaan awal crypto
Sumber: NFTGators

Jia, start-up fintech berfokus pada pasar Afrika dan Asia, sukses mengumpulkan $4,3 jutayang setara dengan Rp64 miliar (kurs $1 = Rp14.800) dalam putaran pendanaan awal ditambah $1 juta untuk likuiditas onchain. TCG Crypto, dana crypto konsumen tahap awal, memimpin putaran ini.

Para peserta lain dalam putaran ini termasuk Blocktower, Hashed Emergent, Saison Capital, dan Global Coin Research. Sejumlah investor lainnyta juga ikut berpartisipasi dalam putaran ini, diantaranya Packy McCormick, Anand Iyer, Jared Hecht, dan Rory Eakin.

Baca Juga: Revolusi Baru, Jack Dorsey Rilis Web5 Toolkit untuk Mendesentralisasi Internet!

Membolster Operasi di Kenya dan Filipina

Menurut laporan, Jia berencana untuk memperkuat operasinya di Kenya dan Filipina dengan menggunakan modal yang telah dikumpulkan. Setelah itu, start-up ini diharapkan untuk menjelajahi pasar baru di Afrika Barat, Amerika Latin, dan Asia.

Zach Marks, CEO dan pendiri Jia, dalam pernyataannya mengatakan: “Tujuan kami adalah untuk menyediakan pembiayaan terjangkau untuk bisnis mikro, dan ketika mereka membayar kembali, mereka menjadi pemilik dengan mendapatkan hadiah token.”

Baca Juga: Hong Kong Luncurkan e-HKD Pilot, Revolusi Baru dalam Dunia Keuangan Digital!

Model Pendanaan Komunitas

pendanaan komunitas
Sumber: Chapter Mental Health

Dilansir dari Bitcoin News, Jia berusaha untuk menciptakan model pendanaan yang mirip dengan keuangan komunitas atau kelompok meja-banking yang populer di Kenya. Dalam kelompok seperti ini, anggota adalah peminjam sekaligus pemegang saham, yang memberikan mereka hak atas penghasilan.

Selain menyediakan kredit untuk bisnis kecil, Jia juga menyediakan “jalan menuju ketahanan ekonomi dan kesempatan untuk membangun kekayaan dengan cara baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya,” kata Marks.

Secara keseluruhan, keberhasilan Jia dalam penggalangan dana ini menunjukkan potensi yang besar dari start-up fintech, terutama dalam memberikan solusi untuk bisnis kecil. Dengan dana yang berhasil dikumpulkan, kita bisa menantikan perubahan besar yang akan dibawa oleh Jia di pasar fintech Afrika dan Asia.

Referensi:

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->