3 Negara Penambang Bitcoin Terbesar di Dunia pada Tahun 2023!

Updated
September 26, 2023
Gambar 3 Negara Penambang Bitcoin Terbesar di Dunia pada Tahun 2023!

Dalam dunia digital yang terus berkembang, Bitcoin telah meraih posisi sebagai mata uang crypto paling populer dan berharga. Namun, di balik kilau harganya yang menerjang langit, ada mesin-mesin canggih yang bekerja tanpa henti untuk menambang setiap satoshi.

Penambangan Bitcoin, proses di mana transaksi diverifikasi dan ditambahkan ke buku besar publik (blockchain), memerlukan daya komputasi yang luar biasa. Beberapa negara, berkat kombinasi sumber daya, regulasi, dan infrastruktur, telah mendominasi industri penambangan ini. Di artikel kali ini, kita akan membahas 3 negara penambang Bitcoin terbesar di dunia, simak selengkapnya yuk!

Apa itu Penambangan Bitcoin?

Secara singkat, penambangan Bitcoin adalah proses validasi dan pencatatan transaksi pada jaringan Bitcoin. Tujuan utama penambangan Bitcoin ada dua, yakni memvalidasi transaksi untuk mencegah penipuan dan menambahkan blok baru ke dalam blockchain, sehingga menciptakan Bitcoin baru dengan cara yang terdesentralisasi.

Nah, ini dia 3 negara penambang Bitcoin terbesar di dunia!

Amerika Serikat – 35,4% Hash Rate Global

Berdasarkan data yang disediakan oleh World Population Review, Amerika Serikat menjadi negara nomor 1 dalam industri penambangan Bitcoin terbesar di dunia pada tahun 2023, mewakili lebih dari 35,4% hash rate jaringan Bitcoin global.

Dari Januari 2020 hingga Januari 2022, AS menyaksikan peningkatan yang signifikan dalam pangsa global penambangan Bitcoin, naik dari 4,5% menjadi 37,8%.

Baca juga: Rangkul Penambangan Bitcoin Ramah Lingkungan, Texas Buat RUU Emisi Gas Suar

Lebih lanjut, data statistik penambangan Bitcoin yang dicatat oleh University of Cambridge menunjukkan bahwa Amerika Serikat merupakan lingkungan yang paling kuat untuk penambangan mata uang crypto dan Bitcoin. Namun, lokasi-lokasi tertentu di Amerika Serikat lebih menarik bagi para penambang Bitcoin terbaik.

penambangan bitcoin amerika serikat
Penambangan Bitcoin di Amerika Serikat – Sumber: Techopedia

Georgia tercatat memiliki pangsa tingkat hash tertinggi di AS, dengan 30.8% pada Desember 2021. Selain itu, Texas menduduki tempat kedua dengan 11.2%, sementara Kentucky mendapatkan 10.9%, membuat lanskap penambangan Bitcoin yang kompetitif di negara tersebut.

Dengan biaya penambangan sebesar $54,862.05 dan keuntungan sebesar -$24,617.20, Hawaii menjadi negara bagian yang paling mahal untuk menambang 1 Bitcoin.

Kazakhstan – 18,1% Hash Rate Global

kazakhstan mining crypto

Berdasarkan data yang disediakan oleh World Population Review, Kazakhstan berada di urutan nomor 2 dalam industri penambangan Bitcoin terbesar di dunia pada tahun 2023, mewakili 18,1% hash rate jaringan Bitcoin global.

Mengutip laporan Techopedia, pada tahun 2019, bahan bakar fosil berkontribusi terhadap 84% pembangkit listrik Kazakhstan, sementara tenaga air menyumbang 12%, dan instalasi tenaga surya dan angin berkontribusi kurang dari 2%. Batu bara, yang terutama bersumber dari wilayah utara, mendukung lebih dari 70% pembangkit listrik negara ini.

Listrik Kazakhstan dihasilkan oleh 155 pembangkit listrik dengan model kepemilikan yang berbeda. Per 1 Januari 2022, kapasitas terpasang gabungan pembangkit listrik di Kazakhstan mencapai 23.957 MW, dengan kapasitas yang tersedia sebesar 19.004 MW.

Baca juga: Regulasinya Masih Abu-abu, Kazakhstan Raup Rp102 Miliar dari Pajak Penambangan Crypto

Selanjutnya, antara September 2019 dan September 2021, Kazakhstan mengalami lonjakan luar biasa dalam pangsa penambangan Bitcoin di seluruh dunia, meroket dari 1,3% menjadi 24,3% yang mengesankan.

Bisnis penambangan Bitcoin di negara ini berkembang pesat karena keterjangkauan batu bara dan efisiensi energi. Selain itu, penambang Bitcoin di Kazakhstan mengikuti jadwal yang ketat, bekerja shift 12 jam terus menerus selama dua minggu hingga Bitcoin berhasil ditambang.

Rusia – 11,23% Hash Rate Global

Platform Cryptocurrency Akan Didirikan di Rusia Jika RUU Disahkan
Sumber: Bitcoin News

Lebih lanjut, data yang disediakan oleh World Population Review juga menunjukkan bahwa Rusia berada di posisi nomor 3 dalam industri penambangan Bitcoin terbesar di dunia, mewakili 11,23% hash rate jaringan Bitcoin global.

Meski begitu, menurut laporan media Rusia Kommersant pada April 2023, Rusia telah muncul sebagai penambang Bitcoin terbesar kedua di dunia, setelah Amerika Serikat.

Bitriver adalah perusahaan penambang crypto terbesar di Rusia, memiliki pusat data yang didukung oleh Gazprom Neft, produsen minyak terbesar ketiga di negara itu. Untuk memenuhi kebutuhan listrik untuk produksi mata uang digital, gas minyak bumi akan digunakan sebagai sumber energi.

Baca juga: Setelah Amerika, Rusia Jadi Penambang Crypto Terbesar Kedua di Dunia

Meskipun AS mempertahankan keunggulan yang signifikan dengan kapasitas penambangan 3-4 gigawatt, kapasitas pembangkit Rusia mencapai 1 gigawatt selama Januari-Maret 2023.

Pergeseran peringkat Rusia ini bertepatan dengan Amerika Serikat yang menerapkan langkah-langkah pajak dan peraturan tentang penambangan crypto di tingkat negara bagian dan federal, menciptakan lingkungan yang kurang menguntungkan bagi industri ini di Amerika Serikat.

Nah, itu lah 3 negara penambang Bitcoin terbesar di dunia. Sebagai tulang punggung jaringan Bitcoin, penambangan memainkan peran krusial dalam menjaga integritas dan keamanan transaksi di blockchain. Negara-negara yang mendominasi industri penambangan tidak hanya menunjukkan kapasitas teknologi dan infrastruktur mereka, tetapi juga visi mereka terhadap masa depan ekonomi digital.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->