Binance Siap Bayar Denda $4 Miliar ke Departemen Kehakiman AS, Ada Apa?

Updated
November 21, 2023
Gambar Binance Siap Bayar Denda $4 Miliar ke Departemen Kehakiman AS, Ada Apa?

Binance, salah satu platform perdagangan crypto terbesar di dunia, dikabarkan siap menyelesaikan kasus hukum mereka dengan Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) dengan membayar denda sebesar $4 miliar. Kesepakatan ini diharapkan dapat diselesaikan pada akhir bulan ini.

Perundingan Binance dan Departemen Kehakiman AS

Departemen Kehakiman AS sedang melakukan perundingan dengan Binance untuk menyelesaikan investigasi yang sedang berlangsung terhadap perusahaan tersebut. Menurut laporan Bloomberg pada 20 November, kesepakatan ini akan mengharuskan Binance untuk membayar denda sebesar $4 miliar.

Sebagai gantinya, perusahaan akan diizinkan untuk terus beroperasi dengan syarat mematuhi hukum AS. Pengumuman kesepakatan ini diperkirakan akan diumumkan pada akhir bulan ini.

Baca Juga: Prediksi Harga Binance Coin (BNB) 2023, 2025, 2030: Harga Binance Bisa Naik 2.247%!

CEO Binance, Changpeng Zhao atau yang lebih dikenal dengan ‚ÄúCZ‚ÄĚ, juga berpotensi menghadapi tuntutan pidana sebagai bagian dari investigasi atas dugaan pencucian uang, penipuan bank, dan pelanggaran sanksi.

CZ saat ini tinggal di Uni Emirat Arab, negara yang tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan AS. Hal ini menunjukkan bahwa tuntutan yang diajukan di AS kemungkinan tidak akan berujung pada penangkapan CZ.

Binance Mencari Kesepakatan Penundaan Penuntutan

spot binance
Sumber: The Cryptonomist

Binance dikabarkan sedang mencari ‚Äúkesepakatan penundaan penuntutan‚ÄĚ. Dalam kesepakatan ini, Departemen Kehakiman akan mengajukan pengaduan pidana tetapi tidak akan menuntut perusahaan selama mereka mematuhi 3 syarat. Pertama, Binance harus membayar denda sebesar $4 miliar.

Kedua, mereka harus menerbitkan dokumen rinci yang mengakui area di mana mereka tidak mematuhi hukum. Ketiga, proses pemantauan akan dibentuk untuk memastikan Binance mematuhi hukum dan regulasi di masa depan, dan perusahaan harus mematuhi proses ini.

Paragraf Penutup

Cointelegraph telah mencoba menghubungi Binance untuk memberikan komentar terkait laporan ini, namun hingga saat publikasi, belum ada tanggapan dari mereka. Pada tahun 2022, CZ menggugat anak perusahaan Bloomberg karena diduga menerbitkan berita palsu yang mengklaim dia menjalankan skema Ponzi.

Baca Juga: Terungkap! Binance Hentikan Layanan Kartu Debit Visa di Eropa, Apa Dampaknya Bagi Investor?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->