Survei: 75% Game Web3 Gagal dalam 5 Tahun Terakhir, Apa Penyebab Utamanya?

Updated
December 1, 2023
Gambar Survei: 75% Game Web3 Gagal dalam 5 Tahun Terakhir, Apa Penyebab Utamanya?

Apakah kamu pernah mendengar bahwa sebagian besar game Web3 tidak bertahan lama? Sebuah studi terbaru dari CoinGecko mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa lebih dari 75% game Web3 yang diluncurkan dalam 5 tahun terakhir telah gagal. Temuan ini menyoroti volatilitas tinggi dalam industri game berbasis blockchain dan menimbulkan pertanyaan tentang masa depan game Web3. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Angka Kegagalan yang Mencengangkan

3 dari 4 game web3 gagal
Lebih dari 75% game Web3 telah gagal dalam lima tahun terakhir. Sumber: CoinGecko

Studi yang dilakukan oleh CoinGecko menunjukkan bahwa dari 2.817 game Web3 yang diluncurkan antara tahun 2018 dan 2023, sebanyak 2.127 game atau 75,5% di antaranya telah menjadi tidak aktif. Game Web3 dianggap ‚Äúgagal‚ÄĚ ketika jumlah pengguna aktif rata-rata dalam 14 hari turun lebih dari 99% dari puncaknya.

Tahun 2021 menjadi tahun dengan peluncuran game terbanyak, namun tahun berikutnya mencatatkan jumlah kegagalan tertinggi dengan 742 game yang tidak berhasil bertahan. Meskipun tahun 2021 menunjukkan angka kegagalan yang lebih rendah, yaitu 45,9%, karena didorong oleh pasar crypto yang bullish, tahun 2022 mengalami peningkatan jumlah game yang gagal hingga mencapai 107,1%.

Tahun 2023 tampaknya membawa angin segar dengan penurunan jumlah game yang gagal, yang mungkin menandakan adanya stabilisasi dalam industri game Web3.

Baca Juga: Moonveil Entertainment, Studio Game Web3, Berhasil Kumpulkan Dana Awal Sebesar $5,4 Juta!

Game Web3 yang Bertahan

Meskipun banyak game yang gagal, beberapa game Web3 berhasil mempertahankan basis pemainnya. Game seperti CryptoKitties, Decentraland, The Sandbox, dan Axie Infinity masih populer di kalangan pemain.

Data terbaru menunjukkan bahwa Alien Worlds, Splinterlands, dan Planet IX memiliki jumlah dompet unik aktif rata-rata tertinggi antara 1 Januari dan 22 April 2023. Tren ini menunjukkan bahwa meskipun banyak game yang gagal, masih ada game Web3 yang berhasil menarik dan mempertahankan pemain.

Hal ini memberikan harapan bahwa meskipun industri ini menghadapi tantangan, masih ada potensi untuk game Web3 yang dapat menawarkan pengalaman bermain yang menarik dan berkelanjutan bagi para pemainnya.

Baca Juga: Pengembangan Game Web3 Didominasi oleh Asia Pasifik, AS dan Korea Selatan Berusaha Mengejar!

Potensi Stabilisasi di Tahun 2023

Tahun 2023 menunjukkan penurunan jumlah game Web3 yang gagal, dengan hanya 507 proyek yang tidak berhasil. Ini menunjukkan penurunan dari tahun sebelumnya dan mungkin mengindikasikan bahwa industri game Web3 mulai menemukan pijakan yang lebih stabil. Meskipun demikian, industri ini masih menarik investasi dan menunjukkan peningkatan jumlah dompet aktif unik harian.

Investor dan pemain tampaknya masih optimis tentang potensi sektor ini. Meskipun ada banyak kegagalan, minat terhadap game Web3 tidak sepenuhnya padam. Ini bisa menjadi tanda bahwa industri game Web3 masih memiliki ruang untuk berkembang dan mungkin akan melihat lebih banyak inovasi dan kesuksesan di masa depan.

Kegagalan yang tinggi dalam game Web3 mungkin mengejutkan, namun tidak semua berita buruk. Dengan adanya game yang berhasil bertahan dan menunjukkan pertumbuhan, serta indikasi stabilisasi di tahun 2023, masa depan game Web3 masih terbuka lebar. Apakah kamu siap untuk menjadi bagian dari evolusi berikutnya dalam dunia game berbasis blockchain?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->