Korea Selatan Perketat Aturan Transaksi Crypto untuk Cegah Kejahatan

Updated
January 9, 2024
Gambar Korea Selatan Perketat Aturan Transaksi Crypto untuk Cegah Kejahatan

Korea Selatan mengambil langkah tegas dalam mengatur transaksi crypto untuk mencegah aksi ilegal. Otoritas Pajak Korea Selatan bersama dengan asosiasi pertukaran aset digital, DAXA, dan lima bursa crypto terkemuka telah membentuk sebuah komite. Komite ini bertujuan untuk memerangi transaksi ilegal lintas negara yang menggunakan mata uang digital. Simak berita lengkapnya berikut ini!

Kolaborasi Pemerintah dan Bursa Crypto

Korea Customs Service, yang berada di bawah Kementerian Ekonomi dan Keuangan, telah berkolaborasi dengan DAXA. DAXA sendiri merupakan gabungan dari lima bursa crypto besar di Korea Selatan, termasuk Upbit dan Bithumb. Mereka memiliki izin operasional eksklusif untuk perdagangan pasangan mata uang fiat-won.

Komite yang baru dibentuk ini akan mengambil tindakan terhadap transaksi ilegal yang terkait dengan crypto. Mereka akan berdiskusi dengan regulator dan organisasi di Korea Selatan. Tujuannya adalah untuk mendengarkan kekhawatiran dan pendapat mengenai transaksi ilegal lintas negara.

Baca Juga: Korea Selatan Berupaya Bekukan Aset Crypto Korea Utara: Langkah Strategis Melawan Pencurian Digital?

Upaya Memerangi Pencucian Uang

daxa korea selatan
Sumber: Coinpedia

Financial Services Commission (FSC) Korea Selatan telah mengumumkan rencana untuk memerangi aliran dana ilegal ke luar negeri. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan melarang pembelian crypto menggunakan kartu kredit. Langkah ini diharapkan dapat menghentikan praktik pencucian uang.

Pada bulan Desember, DAXA mengumumkan kerja sama dengan regulator keuangan. Mereka akan mencari operator crypto yang tidak terdaftar. Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk memperketat pengawasan terhadap ekosistem crypto di negara tersebut.

Baca Juga: Korea Selatan Mengecualikan Dompet Crypto dari Pelaporan di Luar Negeri!

Penyelidikan Kasus Peretasan Besar-besaran

Baru-baru ini, Orbit Bridge yang merupakan jembatan utama untuk ekosistem Claytont, mengalami kerugian hampir $82 juta. Beberapa agensi di Korea Selatan sedang menyelidiki peretasan ini.

Ada dugaan bahwa kelompok peretas Korea Utara, ‘Lazarus’, terlibat dalam insiden ini. Sebagai respons, layanan intelijen nasional Korea Selatan (NIS) turun tangan. Mereka melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap fakta di balik eksploitasi tersebut. Kasus ini menambah daftar panjang insiden keamanan siber yang terkait dengan crypto.

Kesimpulan

Korea Selatan menunjukkan keseriusannya dalam mengatur ekosistem crypto dengan membentuk komite khusus. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir transaksi ilegal dan meningkatkan keamanan investasi digital. Dengan regulasi yang lebih ketat, masa depan transaksi crypto di Korea Selatan tampak akan lebih terjamin.

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->