Dua Pengusaha Crypto Estonia Akan Diekstradisi ke AS Atas Skema Ponzi $575 Juta

Updated
January 27, 2024
Gambar Dua Pengusaha Crypto Estonia Akan Diekstradisi ke AS Atas Skema Ponzi $575 Juta

Dua tokoh bisnis crypto asal Estonia, Ivan Turogin dan Sergei Potapenko, akan segera menghadapi proses hukum di Amerika Serikat. Mereka dituduh menjalankan skema Ponzi senilai $575 juta melalui perusahaan crypto mereka, HashFlare. Setelah sempat tertunda, pemerintah Estonia kini telah memenuhi syarat untuk melanjutkan proses ekstradisi.

Ekstradisi Setelah Penundaan

Pada November lalu, upaya ekstradisi Turogin dan Potapenko sempat terhenti setelah pengadilan banding di Estonia memutuskan bahwa pemerintah belum mempertimbangkan kondisi penahanan di AS yang dapat melanggar hak asasi manusia.

Namun, setelah peninjauan lebih lanjut, pemerintah Estonia kini telah mengumpulkan bukti yang menunjukkan bahwa kondisi penahanan di AS telah memenuhi standar yang diperlukan. Pengadilan banding sebelumnya juga menemukan adanya kekurangan prosedural dalam proses ekstradisi.

Baca Juga: Bitcoin Terancam Runtuh ke $30.000, Ramalan Miliarder Crypto Arthur Hayes Gemparkan Pasar!

Kini, dengan bukti baru yang disajikan oleh Kementerian Kehakiman Estonia, proses ekstradisi dianggap telah memenuhi semua persyaratan yang diperlukan. Turogin dan Potapenko, yang ditangkap pada November 2022, akan segera menghadapi proses hukum di AS.

Tuduhan Penipuan dan Pencucian Uang

Menurut Kantor Jaksa AS di Distrik Barat Washington, Turogin dan Potapenko diduga telah menipu ratusan ribu investor melalui HashFlare. Mereka juga dituduh melakukan pencucian uang, dengan hasil penipuan diduga digunakan untuk membeli properti dan mobil mewah.

HashFlare, yang mengklaim memiliki peralatan penambangan mata uang virtual, sebenarnya hanya memiliki kapasitas komputasi kurang dari satu persen dari yang mereka klaim. Ketika investor meminta penarikan hasil penambangan, Turogin dan Potapenko tidak dapat membayar dengan mata uang yang ditambang seperti yang dijanjikan.

Sebagai gantinya, mereka membayar investor crypto dengan mata uang virtual yang dibeli di pasar terbuka, bukan yang mereka tambang.

Paragraf Penutup

Kini, dengan proses ekstradisi yang akan dilanjutkan, Turogin dan Potapenko harus mempertanggungjawabkan tindakan mereka di pengadilan AS. Mereka menghadapi 18 tuduhan penipuan dan pencucian uang, yang dapat mengakibatkan hukuman penjara panjang jika terbukti bersalah. Kasus ini menjadi peringatan bagi para investor untuk lebih berhati-hati dalam berinvestasi di dunia crypto.

Baca Juga: Justin Sun Ungkap Masa Depan Bursa Crypto Tahun 2024, Cerah atau Suram?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->