Bitcoin Siap Meroket: Bitcoin Mencatat Inflow Investasi Sebesar $702 Juta!

Updated
February 7, 2024
Gambar Bitcoin Siap Meroket: Bitcoin Mencatat Inflow Investasi Sebesar $702 Juta!

Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan pergerakan positif pada awal pekan ini. Setelah sempat tertahan di kisaran $40.000 selama beberapa minggu, BTC kini berhasil menembus level resistance di $43.500 dan terus bergerak naik.

Kenaikan harga BTC ini didorong oleh beberapa faktor, termasuk peningkatan inflow investasi, peningkatan cadangan penambang, dan peningkatan biaya transaksi Bitcoin.

Alasan 1: Bitcoin Mencatat Inflow Investasi Sebesar $702 Juta

Alasan 1: Bitcoin Mencatat Inflow Investasi Sebesar $702 Juta
CoinShares

Salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga BTC adalah peningkatan inflow investasi. Menurut data dari CoinShares, produk investasi Bitcoin mencatat inflow sebesar $703 juta pada minggu lalu. Ini merupakan inflow terbesar sejak November 2021.

Grayscale Bitcoin Trust (GBTC), salah satu produk investasi Bitcoin terbesar di dunia, juga mengalami penurunan outflow. Penurunan outflow ini menunjukkan bahwa investor institusional mulai kembali tertarik untuk berinvestasi di Bitcoin.

Baca Juga: TVL EigenLayer Melonjak Signifikan Melebihi $3 Miliar, Ada Apa?

Selain itu, kendaraan investasi short-Bitcoin juga mengalami outflow kecil. Hal ini menunjukkan bahwa para pelaku pasar yang sebelumnya bertaruh pada penurunan harga BTC mulai menutup posisi mereka. Kombinasi dari peningkatan inflow investasi dan penurunan outflow short-Bitcoin ini memberikan sentimen positif bagi harga BTC.

Alasan 2: Cadangan Penambang Bitcoin Meningkat

Alasan 2: Cadangan Penambang Bitcoin Meningkat
CryptoQuant

Faktor lain yang mendorong kenaikan harga BTC adalah peningkatan cadangan penambang Bitcoin. Selama beberapa minggu terakhir, para penambang Bitcoin cenderung menjual BTC mereka untuk menutupi biaya operasional.

Namun, dalam 24 jam terakhir, lebih dari 2.400 BTC telah ditambahkan ke cadangan penambang. Peningkatan cadangan ini menunjukkan bahwa tekanan jual dari para penambang mulai berkurang.

Miner’s Position Index (MPI) saat ini masih berada di atas 1, yang menunjukkan bahwa para penambang masih dalam posisi menjual moderat. Namun, jika cadangan penambang terus meningkat, MPI akan menurun, yang mengindikasikan bahwa para penambang mulai menahan BTC mereka. Hal ini dapat memberikan sentimen positif bagi harga BTC.

Alasan 3: Biaya Transaksi Bitcoin Naik 35% dalam Seminggu

Alasan 3: Biaya Transaksi Bitcoin Naik 35% dalam Seminggu
token terminal

Faktor ketiga yang mendorong kenaikan harga BTC adalah peningkatan biaya transaksi Bitcoin. Biaya transaksi Bitcoin yang dihasilkan selama seminggu terakhir naik sebesar 35,71%.

Peningkatan biaya transaksi ini menunjukkan bahwa utilisasi jaringan Bitcoin meningkat. Semakin banyak pengguna yang menggunakan jaringan Bitcoin, semakin tinggi biaya transaksinya.

Peningkatan biaya transaksi juga menunjukkan bahwa para pengguna bersedia membayar lebih tinggi agar transaksi mereka dapat diproses lebih cepat. Hal ini dapat menjadi indikasi bahwa permintaan terhadap Bitcoin meningkat. Sentimen positif ini dapat mendorong harga BTC untuk terus naik.

Penutup: Bitcoin Siap Meroket

Berdasarkan analisis di atas, harga Bitcoin diperkirakan akan terus bergerak naik dalam jangka pendek. BTC saat ini telah menembus level resistance di $43.500 dan menghadapi resistance berikutnya di $44.500. Jika momentum bullish saat ini berlanjut, BTC dapat menguji ulang level $44.500 dan berpotensi menembus resistance di $43.500.

Baca Juga: BurgerCities: Apa Itu BURGER dan Mengapa Harganya Meroket?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita-berita terbaru seputar crypto. Nyalakan notifikasi agar tidak ketinggalan beritanya.

*Disclaimer:
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli dan investasi aset crypto menjadi tanggung jawab pembaca

Referensi

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->