Sejak pertama kali diperkenalkan ke pasar, Myria menjadi salah satu aset kripto yang menarik perhatian karena pergerakan harganya yang dinamis dan cepat berubah mengikuti kondisi pasar global. Fenomena seperti ini umum terjadi di dunia aset digital, di mana setiap token melewati fase rilis awal, periode volatilitas tinggi, hingga fase pertumbuhan yang dipengaruhi perkembangan teknologi dan sentimen investor. Artikel ini akan mengulas perkembangan harga Myria dari tahun ke tahun, mulai dari awal rilis hingga mencapai ATH, membantu Anda mengevaluasi dinamika pasar dengan perspektif yang lebih menyeluruh agar dapat mengambil keputusan investasi yang tepat.
Ketika pertama kali diperkenalkan ke publik, harga Myria berada pada kisaran Rp 176,2. Nilai awal ini mencerminkan tahap eksperimental industri aset digital, di mana likuiditas masih sangat rendah dan ekosistem belum berkembang. Pada periode tersebut, Myria diperdagangkan secara terbatas dan volume transaksi belum signifikan. Informasi mengenai harga awal rilis coin Myria ini tentunya dapat membantumu memahami bagaimana sebuah token bermigrasi dari fase adopsi awal menuju pasar yang lebih besar.
Dalam perjalanan panjangnya, Myria pernah mencapai harga tertinggi sepanjang sejarah di kisaran Rp 212,1 per tanggal 26 Februari 2024. ATH ini terjadi pada momentum ketika pasar kripto mengalami ekspansi besar dan tingkat spekulasi meningkat tajam. Pencapaian harga ini tidak hanya menggambarkan antusiasme investor tetapi juga mencerminkan sentimen global terhadap utilitas Myria. Titik tertinggi ini menjadi tolok ukur penting untuk menilai potensi apresiasi di masa depan.
Di sisi lain, harga terendah Crypto Myria pernah turun hingga Rp 2,212 per tanggal 17 November 2025, mencerminkan periode tekanan pasar yang signifikan. Fase ini terjadi ketika pasar berada dalam kondisi ketidakpastian makroekonomi dan sentimen terhadap aset digital melemah. Meninjau titik terendah tersebut menunjukkan bagaimana volatilitas merupakan bagian inheren dari pasar kripto dan menggarisbawahi pentingnya pendekatan investasi yang disiplin.
Pada 2023, harga Myria bergerak di sekitaran Rp 150,2. Memasuki tahun ini, terjadi peningkatan fokus terhadap kepatuhan regulasi, serta berlanjutnya pengembangan infrastruktur dan penggunaan blockchain, khususnya pada sektor layer-2, tokenisasi aset, dan adopsi institusional.
Tahun 2024 mencatat harga Myria pada kisaran Rp 35,71. Banyak peristiwa penting yang terjadi di tahun ini meliputi persetujuan spot Bitcoin dan Ethereum exchange-traded funds (ETF) di Amerika Serikat, yang membuka akses investor institusional terhadap aset crypto hingga Bitcoin halving keempat yang menegaskan mekanisme kelangkaan dalam Bitcoin.
Pada tahun 2025, harga Myria berada di angka Rp 2,212. Di periode ini, terdapat beberapa dinamika di sektor crypto seperti pembentukan kerangka regulasi digital asset melalui undang-undang Amerika Serikat hingga partisipasi institusi dan pembentukan badan pemerintah untuk kebijakan crypto di berbagai negara. Sementara itu di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil alih pengawasan penuh sektor crypto dari Bappebti sebagai bagian dari implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan dengan total nilai transaksi aset crypto mencapai nilai signifikan sepanjang tahun, dengan total mencapai sekitar Rp482,23 triliun dan jumlah investor menembus 19,56 juta orang.
Myria telah melalui berbagai fase pasar, mulai dari valuasi yang sangat rendah hingga mencetak rekor tertinggi.
Bagi investor yang ingin mengikuti perkembangan harga atau melakukan pembelian Myria dengan aman, Pintu menyediakan akses mudah, tampilan grafik real-time, fitur keamanan berlapis, serta ekosistem edukasi yang membantu pengguna memahami perkembangan aset digital.