Harga SubQuery Network dari Awal Rilis, Puncak Tertinggi (ATH), dan Perkembangan dari Tahun ke Tahun

Updated
5 March 2026

Sejak pertama kali diperkenalkan ke pasar, SubQuery Network menjadi salah satu aset kripto yang menarik perhatian karena pergerakan harganya yang dinamis dan cepat berubah mengikuti kondisi pasar global. Fenomena seperti ini umum terjadi di dunia aset digital, di mana setiap token melewati fase rilis awal, periode volatilitas tinggi, hingga fase pertumbuhan yang dipengaruhi perkembangan teknologi dan sentimen investor. Artikel ini akan mengulas perkembangan harga SubQuery Network dari tahun ke tahun, mulai dari awal rilis hingga mencapai ATH, membantu Anda mengevaluasi dinamika pasar dengan perspektif yang lebih menyeluruh agar dapat mengambil keputusan investasi yang tepat.

Harga SubQuery Network Pertama Kali

Ketika pertama kali diperkenalkan ke publik, harga SubQuery Network berada pada kisaran Rp 259,7. Nilai awal ini mencerminkan tahap eksperimental industri aset digital, di mana likuiditas masih sangat rendah dan ekosistem belum berkembang. Pada periode tersebut, SubQuery Network diperdagangkan secara terbatas dan volume transaksi belum signifikan. Informasi mengenai harga awal rilis coin SubQuery Network ini tentunya dapat membantumu memahami bagaimana sebuah token bermigrasi dari fase adopsi awal menuju pasar yang lebih besar.

Harga Tertinggi SubQuery Network Sepanjang Masa

Dalam perjalanan panjangnya, SubQuery Network pernah mencapai harga tertinggi sepanjang sejarah di kisaran Rp 683,4 per tanggal 15 April 2024. ATH ini terjadi pada momentum ketika pasar kripto mengalami ekspansi besar dan tingkat spekulasi meningkat tajam. Pencapaian harga ini tidak hanya menggambarkan antusiasme investor tetapi juga mencerminkan sentimen global terhadap utilitas SubQuery Network. Titik tertinggi ini menjadi tolok ukur penting untuk menilai potensi apresiasi di masa depan.

Harga Terendah SubQuery Network

Di sisi lain, harga terendah Crypto SubQuery Network pernah turun hingga Rp 8,6384 per tanggal 03 November 2025, mencerminkan periode tekanan pasar yang signifikan. Fase ini terjadi ketika pasar berada dalam kondisi ketidakpastian makroekonomi dan sentimen terhadap aset digital melemah. Meninjau titik terendah tersebut menunjukkan bagaimana volatilitas merupakan bagian inheren dari pasar kripto dan menggarisbawahi pentingnya pendekatan investasi yang disiplin.

Harga SubQuery Network 2024

Tahun 2024 mencatat harga SubQuery Network pada kisaran Rp 87,01. Banyak peristiwa penting yang terjadi di tahun ini meliputi persetujuan spot Bitcoin dan Ethereum exchange-traded funds (ETF) di Amerika Serikat, yang membuka akses investor institusional terhadap aset crypto hingga Bitcoin halving keempat yang menegaskan mekanisme kelangkaan dalam Bitcoin.

Harga SubQuery Network 2025

Pada tahun 2025, harga SubQuery Network berada di angka Rp 8,6384. Di periode ini, terdapat beberapa dinamika di sektor crypto seperti pembentukan kerangka regulasi digital asset melalui undang-undang Amerika Serikat hingga partisipasi institusi dan pembentukan badan pemerintah untuk kebijakan crypto di berbagai negara. Sementara itu di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil alih pengawasan penuh sektor crypto dari Bappebti sebagai bagian dari implementasi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan dengan total nilai transaksi aset crypto mencapai nilai signifikan sepanjang tahun, dengan total mencapai sekitar Rp482,23 triliun dan jumlah investor menembus 19,56 juta orang.

SubQuery Network telah melalui berbagai fase pasar, mulai dari valuasi yang sangat rendah hingga mencetak rekor tertinggi.

Bagi investor yang ingin mengikuti perkembangan harga atau melakukan pembelian SubQuery Network dengan aman, Pintu menyediakan akses mudah, tampilan grafik real-time, fitur keamanan berlapis, serta ekosistem edukasi yang membantu pengguna memahami perkembangan aset digital.

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->