Apa Arti BoW di Saham? Panduan Strategi Buy on Weakness untuk Pemula

Updated
January 29, 2026
• Waktu baca 9 Menit
Gambar Apa Arti BoW di Saham? Panduan Strategi Buy on Weakness untuk Pemula
Reading Time: 9 minutes

Dalam dunia investasi saham, istilah trading sering kali membingungkan bagi para pemula. Salah satu istilah yang cukup sering muncul namun belum tentu dipahami adalah BoW, singkatan dari Buy on Weakness. Strategi ini mengandalkan pendekatan membeli saham saat harga sedang melemah—bukan karena kinerja buruk, melainkan sebagai peluang beli saat harga turun sementara.

Artikel ini akan membahas arti BoW secara lengkap, cara kerjanya, dan bagaimana strategi ini bisa dimanfaatkan oleh trader pemula dalam menyusun keputusan yang lebih bijak.

Pengertian Buy on Weakness (BoW) dalam Saham

Buy on Weakness adalah strategi trading proaktif di mana seorang trader masuk ke posisi beli (long) ketika harga suatu saham atau aset sedang turun, dengan harapan harga tersebut akan segera berbalik naik lagi. Strategi ini berasal dari prinsip dasar buy low, sell high — yaitu membeli di harga rendah dan menjual saat harga meningkat.

Baca juga: Pola Candlestick Bearish dan Bullish Engulfing Untuk Trading

Dalam praktiknya, trader yang menerapkan Buy on Weakness mencoba mengidentifikasi saham yang penurunannya dianggap berlebihan dan mulai membuka posisi sebelum pembalikan harga terjadi. 

Intinya, Buy on Weakness bukan sekadar membeli karena harga turun, tetapi membeli pada koreksi sementara dalam tren yang lebih besar, seperti ketika harga berada dekat area support atau retracement yang sehat sebelum tren naik kembali berlanjut. Strategi ini kadang juga disebut buy at retracement atau buy at support. 

Asal-usul dan Konteks BoW di Pasar Modal Indonesia

contoh pasar modal

Strategi Buy on Weakness (BoW) sesungguhnya terbentuk dari prinsip dasar investasi klasik yaitu buy low, sell high—membeli ketika harga turun dan menjual ketika harga sudah naik kembali.

Dalam praktiknya, strategi ini sering dipadukan dengan pendekatan contrarian yang berarti membeli ketika banyak pelaku pasar sedang menjual dan menjual ketika banyak pelaku pasar sedang membeli, sehingga trader mencoba masuk ke pasar pada price point rendah yang dianggap menarik untuk peluang keuntungan jangka berikutnya.

Konsep ini bukan hanya muncul di pasar saham global, tetapi juga diadopsi oleh trader di berbagai bursa termasuk Indonesia sebagai taktik untuk memanfaatkan koreksi harga sementara.

Di pasar modal Indonesia, BoW biasanya diterapkan dengan memperhatikan level teknikal seperti support dan siklus harga yang menunjukkan bahwa penurunan harga bukan karena fundamental buruk, melainkan koreksi sementara dalam tren jangka menengah atau panjang. Pendekatan ini membuat strategi BoW cukup populer di kalangan investor teknikal yang ingin memaksimalkan potensi return sambil tetap memperhatikan area harga yang sehat.

Dengan demikian, asal‑usul BoW di pasar modal Indonesia tumbuh dari adaptasi prinsip investasi global yang menggabungkan analisa harga teknikal, psikologi pasar, dan kondisi pasar lokal untuk memanfaatkan peluang membeli saham pada harga rendah dalam tren yang masih kuat.

Kapan Waktu Tepat Menerapkan Strategi BoW?

Strategi Buy on Weakness (BoW) tidak bisa diterapkan sembarangan hanya karena harga suatu saham turun. Waktu terbaik untuk menggunakan strategi ini adalah ketika penurunan harga dianggap sementara saja dan bukan pertanda tren turun yang kuat.

Secara umum, strategi BoW sering digunakan ketika harga bergerak menuju area support teknikal, seperti setelah koreksi kecil dalam tren naik yang lebih besar. Saat harga mencapai level support yang kuat, trader melihat ini sebagai sinyal bahwa tekanan jual mulai berkurang dan pembalikan harga bisa terjadi segera, sehingga harga rendah menjadi momentum beli yang potensial.

Selain itu, strategi ini paling efektif ketika fundamental perusahaan masih kuat—misalnya laporan keuangan yang sehat dan prospek pertumbuhan jangka panjang tetap positif—karena penurunan harga lebih mungkin mencerminkan koreksi pasar daripada masalah mendasar yang serius.

Dengan kombinasi analisis teknikal (seperti penentuan level support) dan analisis fundamental, trader bisa mengidentifikasi waktu yang lebih tepat untuk memasuki posisi beli menggunakan BoW.

Syarat Saham Ideal untuk Strategi BoW

Untuk menerapkan strategi Buy on Weakness (BoW) secara efektif, tidak semua saham cocok dijadikan target beli. Trader biasanya mencari saham yang memiliki karakteristik tertentu sehingga peluang rebound setelah koreksi harga lebih tinggi. Beberapa syarat saham ideal untuk strategi ini antara lain:

  1. Likuiditas tinggi – Saham dengan volume perdagangan harian tinggi cenderung memberi eksekusi yang cepat dan spread yang lebih ketat, sehingga meminimalkan slippage saat melakukan pembelian di saat harga turun. Saham yang terlalu sepi biasanya berfluktuasi tajam dan sulit diprediksi.
  2. Tren utama yang masih positif – BoW paling efektif ketika saham sedang berada dalam tren naik jangka menengah atau panjang, sehingga penurunan harga mencerminkan koreksi sementara dan bukan pembalikan tren.
  3. Memiliki level support yang jelas – Saham yang memiliki area support teknikal yang kuat—misalnya berdasarkan moving average atau level historis—sering menjadi titik masuk yang baik bagi strategi BoW karena kemungkinan harga memantul kembali lebih tinggi.
  4. Kondisi oversold – Indikator teknikal seperti RSI yang menunjukkan kondisi jenuh jual (oversold) bisa membantu mengidentifikasi saat harga turun terlalu dalam, sehingga memberi peluang pembalikan kenaikan.
  5. Fundamental yang kuat – Meskipun fokus BoW adalah pada koreksi harga, saham dengan fundamental yang sehat (misalnya kinerja keuangan yang baik) lebih mungkin pulih setelah harga turun, sehingga risiko kerugian akibat tren turun berkelanjutan lebih rendah.

Secara keseluruhan, memilih saham yang memenuhi syarat‑syarat tersebut membantu trader menerapkan strategi BoW dengan peluang yang lebih besar untuk mendapatkan keuntungan saat harga kembali naik setelah koreksi.

Baca juga: Boncos dalam Investasi: Pengertian, Tips Menghindari, dan Alternatif Investasi Anti Boncos

Perbandingan BoW vs Strategi Lain

Strategi Buy on Weakness (BoW) berbeda cukup signifikan dari strategi Buy on Breakout dan Buy and Hold, terutama dari sisi pendekatan, sinyal masuk, dan jangka waktu. Berikut perbandingannya:

StrategiTujuanCiri UtamaGaya TradingRisiko
Buy on Weakness (BoW)Membeli saat harga turun sementara dalam tren naikMasuk di area support atau koreksi sehatTrader teknikal jangka pendek–menengahRisiko masuk terlalu cepat sebelum harga berbalik
Buy on BreakoutMembeli saat harga menembus resistance pentingMasuk saat momentum kuat dan volume meningkatMomentum traderRawan false breakout
Buy and HoldInvestasi jangka panjangBeli dan tahan aset dalam waktu lamaInvestor pasif jangka panjangTerkena volatilitas tanpa exit cepat

Setiap strategi punya kelebihan dan kelemahannya sendiri, dan pilihan terbaik tergantung pada profil risiko, tujuan investasi, dan gaya trading kamu.

Cara Analisis Teknikal untuk Titik BoW

Agar strategi Buy on Weakness (BoW) lebih akurat, trader perlu menggunakan analisis teknikal untuk menentukan kapan waktu terbaik masuk ke pasar saat harga sedang turun. Berikut elemen penting yang harus dianalisis:

1. Level Support

  • Support adalah area harga terendah di mana saham cenderung memantul kembali.
  • Sering menjadi titik beli favorit dalam strategi BoW.
  • Bisa diidentifikasi lewat pola historis harga atau indikator seperti moving average.

2. Volume Perdagangan

  • Volume rendah saat harga turun menandakan koreksi sehat, bukan tren turun.
  • Volume tinggi saat harga mulai naik mengonfirmasi minat beli yang kuat.
  • Analisis volume membantu memastikan apakah titik BoW cukup valid.

3. Indikator Teknikal Pendukung

Gunakan indikator untuk memperkuat sinyal dari support dan volume:

  • RSI (Relative Strength Index):
    • Jika di bawah 30 → menandakan kondisi oversold → potensi harga naik.
  • MACD (Moving Average Convergence Divergence):
    • Menunjukkan perubahan momentum tren. Sinyal bullish = peluang BoW.
  • A/D (Accumulation/Distribution):
    • Mengukur tekanan beli vs jual berdasarkan volume. Divergensi bisa menjadi sinyal konfirmasi.

Dengan menggabungkan support, volume, dan indikator teknikal, trader dapat mengenali titik BoW dengan lebih percaya diri dan meminimalkan risiko masuk di saat yang salah.

Contoh Penerapan BoW pada Saham Blue Chip Indonesia

Strategi Buy on Weakness (BoW) dapat diterapkan pada saham blue chip Indonesia dengan cara membeli ketika harga turun sementara selama tren jangka panjang saham tersebut tetap kuat. Saham blue chip pada umumnya adalah perusahaan besar dengan fundamental kuat, laba stabil, dan posisi pasar yang mapan — sehingga penurunan harga sesaat sering kali hanya merupakan retracement teknikal dan bukan perubahan tren fundamental.

Saham‑saham seperti BBRI (Bank Rakyat Indonesia)—yang termasuk dalam indeks LQ45 dan sering direkomendasikan sebagai buy oleh analis karena prospek kinerja yang solid—adalah contoh saham yang dianggap layak dibeli saat melemah jika tren jangka panjangnya masih bertahan dan penurunan harga hanya koreksi teknikal.

Dalam praktiknya, trader yang menerapkan BoW pada saham blue chip di Indonesia bisa mengamati momen saat harga saham turun mendekati level support teknikal atau mengalami pullback setelah kenaikan, namun indikator teknikal lain seperti volume perdagangan atau relative strength menunjukkan tanda‑tanda oversold.

Ketika fundamental perusahaan tetap kuat (misalnya laba positif, pertumbuhan kredit yang baik, atau rasio keuangan sehat), penurunan harga sementara dianggap sebagai peluang untuk masuk posisi beli sebelum harga kembali naik. Hal ini mengikuti prinsip umum dalam strategi buy the dip, yakni mencari peluang di saat pasar melemah namun dasar bisnis pendukung saham tetap solid.

Contoh sederhana: jika saham blue chip mengalami koreksi harga karena sentimen pasar sementara (misalnya berita ekonomi negatif jangka pendek), namun secara teknikal harga mendekati level support dan fundamental perusahaan tetap kuat, trader bisa menerapkan BoW dengan menempatkan order beli bertahap. Saat harga mulai memantul kembali dengan konfirmasi volume atau sinyal teknikal lainnya, posisi beli tersebut berpeluang menghasilkan keuntungan saat tren naik berlanjut.

Kelebihan Strategi BoW Bagi Trader Pemula

Strategi Buy on Weakness (BoW) punya beberapa keuntungan yang membuatnya menarik terutama bagi trader pemula yang ingin belajar timing pasar dan mengelola risiko dengan lebih efektif.

Ide dasar dari strategi ini adalah membeli saham saat harganya turun sementara, dengan harapan harga akan rebound di kemudian hari — sesuai prinsip klasik “beli murah, jual mahal”.

Beberapa kelebihan strategi BoW bagi trader pemula antara lain:

  • Harga masuk lebih rendah: Dengan membeli pada saat harga turun sementara, kamu berkesempatan masuk pada level harga yang lebih murah dibanding titik tertinggi sebelumnya. Hal ini membantu menurunkan average cost dari posisi kamu.
  • Peluang profit lebih besar saat rebound: Jika harga kembali naik sesuai dengan tren jangka panjang atau kekuatan fundamental aset, potensi keuntungan bisa lebih tinggi dibanding membeli di level resisten/mahal.
  • Memperbaiki margin of safety: Membeli saat harga turun memberikan jarak aman antara harga beli dan risiko penurunan lebih lanjut, selama kamu sudah melakukan analisis tren dan fundamental yang tepat.
  • Melatih disiplin trading: Strategi BoW membantu trader pemula belajar menunggu momen harga yang lebih baik secara sistematis, bukan berdasarkan emosi atau desakan FOMO (fear of missing out).

Risiko dan Cara Mitigasi Kerugian BoW

Untuk memitigasi potensi kerugian dalam menggunakan strategi BoW, beberapa langkah yang disarankan antara lain:

  • Membuat rencana trading yang jelas – Tentukan titik masuk, harga target, dan level stop‑loss untuk melindungi modal jika harga terus turun setelah pembelian.
  • Gunakan ukuran posisi yang wajar – Hindari menempatkan seluruh modal pada satu entri sekaligus; pertimbangkan pembelian bertahap (scaling in) untuk mengurangi risiko.
  • Konfirmasi dengan analisis tren dan indikator teknikal – Pastikan tren harga dan indikator seperti support, volume, atau sinyal momentum mendukung peluang rebound sebelum masuk.
  • Diversifikasi portofolio – Jangan terlalu bergantung pada satu saham atau sektor; diversifikasi dapat membantu menyebarkan risiko jika strategi BoW tidak berjalan sesuai rencana.

Dengan memahami risiko‑risiko ini dan menerapkan aturan risiko yang disiplin, trader dapat mengurangi kemungkinan kerugian besar saat menggunakan strategi BoW. Namun, tetap penting diingat bahwa tidak ada strategi yang bebas dari risiko, dan selalu ada kemungkinan bahwa pasar akan terus turun lebih jauh dari prediksi awal.

Baca juga: 5 Cara Trading Bitcoin Untuk Pemula! [5 Menit]

Tips Praktis Terapkan BoW di Aplikasi Trading

keunggulan laptop dibanding desktop untuk trading
Sumber: E Mini

Untuk menerapkan strategi Buy on Weakness (BoW) secara praktis di aplikasi trading , ada beberapa langkah yang umum digunakan oleh trader berpengalaman agar keputusan beli lebih terukur dan risiko lebih terkendali. Secara garis besar, strategi ini mirip dengan konsep buy the dip—membeli setelah harga turun sementara dalam tren yang tetap positif.

Berikut tips praktis yang bisa dilakukan saat menggunakan strategi BoW di aplikasi trading:

• Tentukan dulu apa itu dip – Identifikasi apakah penurunan harga yang terjadi benar‑benar koreksi dalam tren naik, bukan awal tren turun. Dalam grafik, ini terlihat sebagai penurunan sementara sebelum harga kembali naik.

• Gunakan tools di aplikasi trading – Banyak platform menyediakan sinyal, alert harga, dan indikator teknikal yang membantu kamu melihat dip secara objektif tanpa bergantung pada feeling semata.

• Pantau level support dan tren jangka panjang – Tonton grafik pada time frame yang relevan untuk melihat apakah harga sudah dekat level support teknikal. Ini membantu memastikan koreksi masih sehat dan belum beralih menjadi tren turun.

• Set price alerts – Atur notifikasi ketika harga mencapai level tertentu yang kamu anggap sebagai titik BoW ideal, sehingga kamu tidak perlu terus‑menerus memantau pasar secara manual.

• Siapkan dry powder – Simpan likuiditas atau dana cadangan khusus untuk BoW, sehingga kamu dapat membeli saat peluang tiba tanpa harus menjual aset lain atau panik saat harga turun.

• Hindari emosional trading – Strategi BoW harus berdasarkan konfirmasi teknikal atau sinyal yang jelas, bukan reaksi emosional seperti FOMO (fear of missing out).

Kesimpulan

Strategi Buy on Weakness (BoW) menawarkan pendekatan yang seimbang bagi investor yang ingin memanfaatkan peluang saat harga saham mengalami penurunan sementara, tanpa harus terjun dalam spekulasi jangka pendek atau menahan investasi terlalu lama.

Dengan mengandalkan analisis teknikal seperti level support, volume, dan indikator momentum, BoW memungkinkan investor memasuki pasar di titik harga yang lebih menguntungkan, sambil tetap mempertahankan ekspektasi pertumbuhan dalam jangka menengah.

Pendekatan ini sangat cocok bagi investor jangka menengah yang memiliki waktu cukup untuk menunggu pemulihan harga, tetapi juga ingin aktif mengelola portofolionya. Dibandingkan strategi trading harian yang menuntut kecepatan dan Buy & Hold yang pasif, BoW memberikan fleksibilitas serta potensi imbal hasil yang menarik — asalkan disertai disiplin dalam analisis dan manajemen risiko.

FAQ

Apa beda BoW dan BOB?

BoW (Buy on Weakness) adalah membeli saat harga turun, sedangkan BOB (Buy on Breakout) adalah membeli saat harga menembus resistance.

Kapan beli saham BoW aman?

Saat harga turun mendekati support, tren jangka menengah masih naik, dan volume penjualan mulai melemah.

Risiko strategi buy on weakness?

Saat harga turun mendekati support, tren jangka menengah masih naik, dan volume penjualan mulai melemah.

BoW cocok untuk pemula trading?

Ya, asal dibarengi dengan analisis teknikal dasar dan manajemen risiko seperti stop-loss.

Contoh sukses BoW saham LQ45?

Saham BBRI sering menjadi contoh karena koreksi jangka pendeknya sering diikuti pemulihan harga yang kuat.

Apakah BoW sama dengan averaging down?

Tidak sama. BoW fokus pada entry saat koreksi, sedangkan averaging down adalah menambah posisi setelah rugi.

Referensi:

Topik
Bagikan

Artikel Terkait

Artikel Blog Terbaru

Lihat Semua Artikel ->