Pintu Blog
/
Ekonomi
/
Perbedaan Hukum Permintaan dan Penawaran: Pengertian, Contoh, dan Bunyinya

Perbedaan Hukum Permintaan dan Penawaran: Pengertian, Contoh, dan Bunyinya

September 15, 2021
Combined Shape 2
4 Menit
Bagikan
Gambar Perbedaan Hukum Permintaan dan Penawaran: Pengertian, Contoh, dan Bunyinya
Reading Time: 4 minutes

Hukum permintaan dan penawaran adalah salah satu konsep dasar dalam ekonomi. Teori ini menjelaskan tentang hubungan antara penjual yang memiliki sumber daya tertentu (barang atau jasa) dengan pembeli yang membutuhkan sumber daya tersebut. Kenali konsep dan perbedaan hukum permintaan dan penawaran secara lebih mendalam melalui artikel berikut ini!

Bagaimana Bunyi Hukum Permintaan?

Bunyi hukum permintaan adalah: “Semakin tinggi harga sebuah barang atau jasa, maka semakin sedikit pula orang yang meminta barang dan jasa tersebut.”

Dengan kata lain, jika harga naik, maka jumlah permintaan menurun karena seiring dengan meningkatnya harga, maka semakin meningkat pula biaya peluang yang harus dikeluarkan untuk membelinya. Akhirnya, masyarakat cenderung menghindari pembelian produk terkait dan mulai mencari alternatif pengganti barang tersebut (barang substitusi).

Bagaimana Bunyi Hukum Penawaran?

Sementara itu, bunyi hukum penawaran adalah: “Semakin tinggi harga sebuah barang atau jasa, maka semakin tinggi pula penawaran yang diberikan produsen kepada pasar.”

Alasannya adalah karena dalam bisnis, keuntungan menjadi tujuan yang paling utama. Sehingga ketika produsen melihat adanya kenaikan harga, maka mereka akan memproduksi lebih banyak barang. Sebaliknya, jika harga barang atau jasa menurun, maka jumlah yang ditawarkan oleh produsen juga semakin berkurang.

Contoh Hukum Permintaan

Hukum permintaan juga berlaku dalam investasi kripto, misalnya Bitcoin. Contoh hukum permintaan terkait Bitcoin adalah jika permintaan akan Bitcoin semakin tinggi, maka pasokan Bitcoin yang beredar di pasaran akan berkurang, dan harganya otomatis akan naik. Namun, jika jumlah permintaan menurun, maka harga otomatis juga akan menurun.

Contoh Hukum Penawaran

Sementara itu, dalam konteks bisnis, contoh hukum penawaran adalah sebagai berikut.

Ketika harga video games hanyalah Rp1.000.000, maka perusahaan mungkin hanya memproduksi dan mendistribusi produk tersebut sebanyak 100 buah. Sementara itu, jika harga produk tersebut naik menjadi Rp1.500.000, mereka mungkin akan mendistribusikan 150 video games untuk  memperoleh profit yang lebih besar.

Kurva Hukum Permintaan

Kurva hukum permintaan adalah representasi grafis antara hubungan harga barang atau jasa dengan kuantitas yang diminta dalam kurun waktu tertentu.

gambar kurva hukum permintaan
(investopedia.com)

Kurva Hukum Penawaran

Kurva hukum penawaran adalah representasi grafik yang menunjukkan korelasi antara harga sebuah barang atau jasa dan kuantitas yang ditawarkan dalam kurun waktu tertentu. Dalam sebagian besar kurva penawaran, jika harga barang atau jasa naik, maka kuantitas yang ditawarkan juga ikut naik.

gambar kurva hukum penawaran
(investopedia.com)

5 Faktor yang Mempengaruhi Permintaan

Permintaan sangat berkaitan dengan konsumen. Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan antara lain adalah:

Harga barang atau jasa

Sesuai dengan hukum permintaan yang berbunyi “jika harga barang naik, maka permintaan turun”, maka sebaliknya jika harga turun, permintaan akan naik.

Pendapatan konsumen

Saat pendapatan konsumen meningkat, maka jumlah barang atau jasa yang diminta juga naik. Sementara apabila pendapatan turun, maka jumlah permintaan juga turun. Ini artinya jumlah permintaan sangat berkaitan dengan daya beli masyarakat.

Harga barang atau jasa yang terkait

Harga barang komplementer atau barang yang terkait dengan barang tertentu lainnya juga bisa mempengaruhi permintaan. Sebagai contoh, saat harga BBM naik, maka permintaan masyarakat akan mobil menurun.

Selera konsumen

Selera, emosi, dan tren yang berkembang di masyarakat secara langsung berdampak pada permintaan barang. Jika sebuah barang tidak lagi bisa memenuhi selera masyarakat, maka permintaannya akan turun.

Ekspektasi konsumen

Apabila masyarakat berekspektasi bahwa nilai sebuah barang akan naik, maka mereka akan meningkatkan permintaan. Ini biasa terjadi pada rumah, bangunan, dan properti lainnya.

Faktor yang Mempengaruhi Penawaran

Secara umum, faktor yang mempengaruhi penawaran adalah harga barang atau jasa dan variabel lainnya. Berikut ini adalah 5 faktor yang dapat mempengaruhi penawaran:

Harga

Harga dapat didefinisikan sebagai jumlah yang bersedia dibayar oleh konsumen untuk mendapatkan barang atau jasa. Harga menjadi faktor utama yang mempengaruhi jumlah penawaran. Dalam hukum penawaran, jumlah barang yang ditawarkan akan meningkat jika terjadi kenaikan harga. Namun dalam beberapa kasus, jika ada spekulasi kenaikan harga barang di masa depan, maka produsen cenderung mengurangi jumlah barang yang ditawarkan untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan.

Teknologi

Faktor lain yang menyebabkan perubahan penawaran adalah kemajuan teknologi yang mengurangi biaya produksi. Proses produksi yang semakin efisien berkat adanya teknologi membuat biaya produksi semakin menurun. Di saat yang bersamaan, penawaran akan produk-produk teknologi seperti komputer meningkat tajam.

Kebijakan pemerintah

Sebagai pembuat kebijakan yang terkait dengan transaksi jual beli, pemerintah memiliki pengaruh yang besar terhadap penawaran barang dan jasa. Semakin rendah pajak yang dibebankan pada produsen, maka semakin tinggi jumlah penawaran. Di sisi lain, peraturan yang terlampau ketat dan proses yang rumit bisa menurunkan jumlah penawaran sebuah barang.

Transportasi

Transportasi memegang peranan penting dalam distribusi. Mulai dari distribusi bahan baku, distribusi barang hingga sampai ke tangan konsumen. Semakin tinggi biaya transportasi maka semakin sulit pula penawaran yang dilakukan produsen.

Bagaimana Permintaan dan Penawaran dalam Investasi?

Nah itu dia perbedaan hukum permintaan dan penawaran secara lengkap mulai dari pengertian, bunyi hingga contoh-contohnya. Hukum permintaan dan penawaran tidak hanya berlaku dalam transaksi jual beli barang dan jasa saja, tetapi juga terjadi dalam dunia investasi. Jika harga sebuah instrumen investasi memiliki potensi kenaikan, maka permintaan investor juga akan mengalami kenaikan.

Seperti yang terjadi dengan Bitcoin. Setelah harga Bitcoin melejit, banyak orang menjadi tertarik untuk berinvestasi pada mata uang digital tersebut. Jual beli Bitcoin kini lebih mudah dengan Pintu, salah pedagang aset kripto di Indonesia yang telah terdaftar resmi di Bappebti. Melalui Pintu, kamu bisa mengecek harga Bitcoin setiap saat secara real-time. Jika belum paham mengenai seluk beluk aset kripto, kamu juga bisa belajar kripto melalui Pintu Academy secara gratis!

Referensi:

Abivin, 5 Factors That Affect Supply. Diakses pada 09-09-2021.

Adam Hayes, Law of Demand. Diakses pada 09-09-2021.

Andrew Bloomenthal, What Determines the Price of 1 Bitcoin? Diakses pada 09-09-2021.

Kimberly Amadeo, 5 Determinants of Demand With Examples and Formula. Diakses pada 09-09-2021.

Michael J Boyle, Supply Curve. Diakses pada 09-09-2021.

Scott Cook, Laws of Demand and Supply: The Only Factor for Bitcoin Valuation? Diakses pada 09-09-2021.

The Investopedia Team, Law of Supply. Diakses pada 09-09-2021.

Will Kenton, Demand Curve. Diakses pada 09-09-2021.

Author
Cornelia Lyman
Topics
Bagikan
Artikel Terkait
Mulai Investasi Sekarang
Daftar dalam hitungan menit, langsung mulai investasi.
Alamat Perusahaan
Kantor Pusat
The City Tower Lantai 27 Jalan M.H Thamrin No.81, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10310 Indonesia
Operasional & Customer Support
Rukan Permata Senayan Blok H1-H2 Jalan Tentara Pelajar, Jakarta Selatan DKI Jakarta 12210 Indonesia
Terdaftar dan Diawasi
Foundations/Reg-license/ISO27001
© 2021 PT. Pintu Kemana Saja. All Rights Reserved.
Perdagangan aset crypto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Kinerja pada masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa depan. Kinerja historikal, expected return dan proyeksi probabilitas disediakan untuk tujuan informasi dan illustrasi. Semua keputusan perdagangan aset crypto merupakan keputusan independen oleh pengguna.