5 Faktor Penyebab Saham NVIDIA (NVDA) Turun – Ini Penjelasan Lengkapnya

Di-update
October 15, 2025
Bagikan
Gambar 5 Faktor Penyebab Saham NVIDIA (NVDA) Turun – Ini Penjelasan Lengkapnya

Jakarta, Pintu News – Nvidia Corporation (NVDA) telah menjadi tulang punggung revolusi GPU dan teknologi kecerdasan buatan . Selain memimpin pasar gaming dan grafis komputer, perusahaan ini juga menjadi pemain penting dalam sektor AI, mobil otonom, pembelajaran mesin, hingga cryptocurrency. Namun, di balik potensi pertumbuhannya, saham NVDA juga mengalami fluktuasi yang cukup signifikan dari waktu ke waktu.

Berikut adalah lima faktor utama yang sering menjadi penyebab penurunan saham NVIDIA.

1. Ketergantungan pada Pihak Ketiga untuk Produksi Chip

Nvidia adalah perusahaan fabless, artinya mereka tidak memproduksi chip sendiri. Semua desain chip diserahkan untuk diproduksi oleh pihak ketiga seperti TSMC dan Samsung Electronics. Ketika terjadi gangguan rantai pasok global, seperti pada masa pandemi, produksi chip terganggu dan berdampak langsung pada kinerja dan pengiriman produk Nvidia.

Menurut laporan dari Investopedia, ketergantungan pada manufaktur luar membuat Nvidia lebih rentan terhadap keterlambatan produksi, kenaikan biaya, dan fluktuasi pasokan yang memengaruhi kepercayaan investor.

Baca Juga: Cara Beli Saham NVIDIA di Indonesia (2025) – Step-by-Step Lengkap!

2. Volatilitas Pasar Cryptocurrency

harga saham nvidia

GPU Nvidia sangat populer di kalangan penambang crypto karena kemampuannya dalam memproses data kompleks. Namun, permintaan dari sektor crypto bersifat siklus dan sangat fluktuatif. Pada masa bull market, permintaan GPU melonjak, tetapi ketika harga crypto jatuh, permintaan bisa menurun drastis.

Menurut catatan dari SEC, Nvidia bahkan pernah dikenai denda karena gagal mengungkap kontribusi penambangan cryptocurrency terhadap pendapatan mereka secara transparan. Fluktuasi ini memicu kekhawatiran bahwa sebagian dari pertumbuhan pendapatan mereka tidak berkelanjutan.

3. Tekanan Regulasi dan Gagalnya Akuisisi Strategis

Pada 2020, Nvidia mengumumkan rencana akuisisi Arm Ltd. senilai $40 miliar. Namun, pada 2022, akuisisi ini resmi dibatalkan karena tekanan dari regulator di berbagai negara atas kekhawatiran persaingan usaha.

Kegagalan akuisisi besar seperti ini menimbulkan sentimen negatif di pasar, terutama karena Arm dianggap sebagai aset strategis yang dapat memperkuat dominasi Nvidia di sektor AI. Ketidakpastian regulasi seperti ini sering memicu aksi jual oleh investor institusi.

4. Tekanan Persaingan dari Raksasa Chip Lainnya

nvidia superchip ai gh200

Nvidia beroperasi dalam industri yang sangat kompetitif, bersaing ketat dengan perusahaan seperti AMD, Intel, dan berbagai produsen chip AI baru. Inovasi cepat di sektor ini membuat keunggulan teknologi cepat berganti.

Jika Nvidia gagal menjaga keunggulan performa atau efisiensi biaya, investor bisa meragukan daya saing jangka panjang perusahaan. Menurut data keuangan 2021, meskipun Nvidia menghasilkan $4,3 miliar laba bersih, investor tetap mewaspadai ancaman dari kompetitor dengan strategi agresif dan inovasi disruptif.

5. Valuasi Saham yang Terlalu Tinggi

Saham NVDA sering kali diperdagangkan dengan P/E ratio tinggi, mencerminkan ekspektasi pertumbuhan besar di masa depan. Namun, valuasi tinggi ini juga berarti tekanan besar ketika ada laporan keuangan yang di bawah ekspektasi.

Sebagai contoh, meskipun Nvidia mencatat pendapatan kuartalan yang tinggi di Q3 FY2022, harga saham tetap turun karena investor menganggap pertumbuhan tersebut sudah “priced in.” Dalam dunia pasar modal, saham dengan valuasi premium cenderung lebih mudah terkoreksi.

Beli Saham NVIDIA di Indonesia Itu Mudah!

Nvidia (NVDA) tetap menjadi perusahaan teknologi terdepan yang berada di garis depan inovasi GPU, AI, dan crypto. Namun, investor perlu menyadari bahwa saham sekuat Nvidia pun memiliki risiko tersendiri — mulai dari tekanan eksternal seperti regulasi dan persaingan, hingga internal seperti struktur operasional dan ketergantungan pada pasar tertentu.

Jadi, buat kamu yang bertanya “beli saham NVIDIA di mana?”, jawabannya: kamu bisa menggunakan aplikasi investasi seperti Pintu, yang menyediakan saham dalam bentuk aset digital (XStocks) seperti xStocks NVIDIA (NVDAX), Tesla (TSLAX), Apple (AAPLX) dan masih banyak lagi.

Tidak perlu khawatir soal minimal pembelian saham NVIDIA, karena dengan model tokenisasi, kamu bisa mulai dari jumlah yang sangat kecil—bahkan tanpa harus beli 1 lembar saham penuh.

Baca Juga: 3 Alasan Kenaikan Bitcoin ke $125.000 Dinilai Analis Bisa Tertunda — Waspada Sinyal Ini!

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga bitcoin hari iniharga solana hari inipepe coin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Topik

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->