Terungkap! Jaringan Kejahatan Siber Korea Utara Curi Miliaran Dolar

Di-update
November 7, 2025
Bagikan
Gambar Terungkap! Jaringan Kejahatan Siber Korea Utara Curi Miliaran Dolar

Jakarta, Pintu News – Pemerintah Amerika Serikat baru-baru ini mengumumkan sanksi terhadap delapan perbankan yang terlibat dalam pencucian uang hasil kejahatan siber yang dilakukan oleh Korea Utara. Kejahatan ini termasuk pencurian cryptocurrency yang digunakan untuk membiayai program senjata nuklir negara tersebut.

Kelompok Lazarus: Dalang Utama Serangan Siber

lazarus korea
Bleeping Computer

Kelompok Lazarus, yang beroperasi di bawah naungan agensi intelijen Korea Utara, telah lama dikenal sebagai pelaku utama di balik berbagai pencurian cryptocurrency besar-besaran. Pada tahun 2025, mereka berhasil mencuri $1,4 miliar dalam bentuk Ethereum dan token terkait dari Bybit yang berbasis di Dubai. Ini merupakan salah satu pencurian terbesar yang pernah tercatat.

Kelompok ini menggunakan teknik canggih dan terus mengembangkan kemampuan sibernya untuk melancarkan serangan yang lebih besar dan lebih kompleks. Dalam beberapa tahun terakhir, Lazarus telah mengalihkan fokusnya ke pencurian cryptocurrency skala besar, menunjukkan peningkatan kemampuan dan jangkauan global.

Pencurian ini tidak hanya merugikan korban tetapi juga menstabilkan keamanan finansial global. Pemerintah AS telah meningkatkan upaya untuk memerangi jaringan kejahatan finansial Korea Utara yang terus berkembang sebagai respons.

Baca Juga: Penurunan Drastis XRP: Apakah Ini Waktu yang Tepat untuk Membeli?

Peran China dan Rusia dalam Jaringan Kejahatan

Menurut rilis dari Departemen Keuangan AS, individu yang disanksi berbasis terutama di China dan Rusia. Mereka diduga terlibat dalam memindahkan hasil dari pencurian crypto, operasi ransomware, dan penipuan TI melalui saluran keuangan global. Dua bankir, Jang Kuk Chol dan Ho Jong Son, diketahui menangani sekitar $5,3 juta dalam cryptocurrency yang berasal dari ransomware dan skema TI.

Bank-bank seperti First Credit Bank dan Ryujong Credit Bank, yang terlibat dalam jaringan penghindaran sanksi Pyongyang, juga menjadi sasaran sanksi. Korea Mangyongdae Computer Technology Company (KMCTC) juga disanksi karena mempekerjakan pengembang di China dengan identitas palsu dan mengirimkan setengah dari pendapatan mereka kembali ke Korea.

Dampak Global dan Tindakan yang Diperlukan

korea Utara Bitcoin
Sumber: jabarekspres.com

Sejak tahun 2024, Korea Utara telah mencuri hampir $2,84 miliar dalam cryptocurrency, menunjukkan peningkatan kecanggihan siber dan jangkauan global rezim tersebut. Jaringan pencucian uang mereka kini merentang di seluruh Asia dan Eropa Timur, sementara operator TI menggunakan taktik yang didorong oleh AI untuk mendanai program senjata Pyongyang.

Kerugian global terus meningkat, dan Seoul mendesak komunitas internasional untuk mengambil tindakan terkoordinasi untuk mengekang jaringan pembiayaan siber Korea Utara yang terus berkembang. Ini penting untuk menjaga stabilitas keamanan global dan mencegah eskalasi lebih lanjut dalam penggunaan kejahatan siber untuk pembiayaan ilegal.

Kesimpulan

Sanksi terbaru ini menandai langkah penting dalam upaya internasional untuk mengatasi ancaman yang ditimbulkan oleh kegiatan ilegal Korea Utara. Dengan mengidentifikasi dan menargetkan individu serta entitas yang terlibat, dunia bergerak lebih dekat untuk memutus aliran dana yang mendukung program senjata berbahaya tersebut.

Baca Juga: Penurunan Drastis Dogecoin di Awal November 2025: Apa yang Harus Diketahui Investor?

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga bitcoin hari iniharga solana hari inipepe coin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->