
Jakarta, Pintu News – Tahun 2025 menjadi tonggak penting dalam sejarah cryptocurrency. Berdasarkan laporan State of Crypto 2025 oleh a16z crypto, industri ini tak hanya pulih dari masa sulit pasca-2022, tetapi telah bertransformasi menjadi bagian penting ekonomi global. Dari stablecoin yang melebihi volume Visa, hingga integrasi AI dan adopsi besar-besaran oleh lembaga keuangan—crypto kini mendapat perhatian luas.

Menurut laporan a16z, kapitalisasi pasar crypto global melonjak dan menembus angka $4 triliun. Ini menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan tiga tahun lalu, saat nilainya hanya setengah dari sekarang.
Dengan konversi $1 = Rp16.762, nilai pasar ini setara dengan Rp67.048 triliun, menandakan bahwa crypto kini setara dengan sektor ekonomi besar lainnya di dunia.

Baca Juga: Emas Mengungguli Bitcoin? Analisis Performa Aset di Tahun 2025

Berdasarkan data analisis a16z, pengguna wallet aktif crypto tumbuh 20% dibandingkan tahun lalu. Estimasi menunjukkan ada 40–70 juta pengguna aktif dari total 716 juta pemilik crypto global.
Angka ini menunjukkan masih banyak ruang pertumbuhan. Para pengembang crypto melihat ini sebagai peluang besar untuk menjangkau pengguna pasif yang belum bertransaksi onchain secara reguler.

Menurut laporan, stablecoin telah melonjak menjadi tulang punggung ekonomi onchain dengan total volume transaksi $46 triliun (setara Rp770.052 triliun). Angka ini naik 106% dari tahun sebelumnya.
Bahkan jika disesuaikan, transaksi mencapai $9 triliun atau Rp150.858 triliun—lebih dari lima kali throughput PayPal dan mendekati sistem perbankan AS seperti ACH.

Visa, JPMorgan, Fidelity, hingga BlackRock kini dipantau karena mengadopsi produk crypto. Misalnya, BlackRock meluncurkan iShares Bitcoin Trust (IBIT), yang menjadi ETP Bitcoin paling aktif sepanjang sejarah.

Total nilai crypto yang dikelola oleh ETP institusional kini mencapai $175 miliar atau sekitar Rp2.933 triliun, naik 169% dari tahun lalu.

Menurut analisis geografis a16z, pengguna wallet onchain tumbuh pesat di negara-negara berkembang seperti Argentina, Nigeria, dan India. Argentina bahkan mengalami lonjakan 16x dalam tiga tahun terakhir.
Sementara itu, ketertarikan terhadap token dan spekulasi lebih tinggi di negara maju seperti Korea Selatan dan Australia. Ini menunjukkan adopsi berbeda tergantung pada kondisi ekonomi lokal.

Konsep DePIN (Decentralized Physical Infrastructure Networks) mulai menarik perhatian. Helium, misalnya, kini menyediakan jaringan 5G ke 1,4 juta pengguna aktif harian.

Sementara itu, aset dunia nyata (Real World Assets) yang ditokenisasi, seperti US Treasuries dan real estate, telah mencapai pasar sebesar $30 miliar—naik 4x dalam dua tahun.

Solana dan Ethereum tetap menjadi altcoin tangguh dengan komunitas pengembang yang kuat. Solana, misalnya, tumbuh 78% dalam dua tahun terakhir dan menghasilkan pendapatan $3 miliar tahun ini.

Ethereum, lewat Layer-2 seperti Base dan Optimism, berhasil memangkas biaya transaksi dari $24 menjadi kurang dari Rp170 (1 sen USD), mendorong adopsi lebih luas.

Crypto kini bersinggungan dengan AI. Proyek seperti x402 memungkinkan AI agents melakukan pembayaran mikro secara otomatis tanpa perantara.

Sistem identitas seperti World telah memverifikasi lebih dari 17 juta pengguna, menciptakan “proof of human” yang membedakan manusia dari bot—sebuah tantangan besar dalam era AI.
Laporan a16z menyatakan bahwa regulasi AS kini mendukung inovasi crypto. Undang-undang GENIUS Act dan CLARITY Act disahkan, menciptakan kerangka hukum yang jelas untuk stablecoin, struktur pasar, dan pengawasan aset digital.
Presiden AS bahkan mengeluarkan Executive Order 14178, mencabut kebijakan anti-crypto sebelumnya dan membentuk gugus tugas lintas lembaga untuk mendukung industri.
Baca Juga: 5 Alasan Solana (SOL) Diserok Institusi Meski Turun 30%: Strategi Diam-Diam Whale?
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin hari ini, harga Solana hari ini, Pepe coin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Laporan a16z menyebutkan adopsi institusional, pertumbuhan stablecoin, dan infrastruktur blockchain sebagai pemicunya.
Stablecoin mulai digunakan secara luas di luar trading pada 2025, dengan transaksi hingga $46 triliun setahun menurut laporan a16z.
Menurut a16z, adopsi wallet onchain tumbuh cepat di Argentina, India, Nigeria, dan Kolombia karena krisis ekonomi lokal.
Crypto mendukung AI melalui identitas digital, pembayaran otomatis, dan sistem yang mendukung ekonomi agen AI.
Regulasi seperti GENIUS dan CLARITY Act membuka jalan bagi institusi dan pengembang untuk membangun produk crypto dengan kepastian hukum.