
Jakarta, Pintu News – Harga Bitcoin saat ini berada di titik penentuan setelah mengalami penurunan ringan. Sejak mencapai puncaknya pada 5 Januari, BTC memang melemah, namun belum menunjukkan tanda-tanda penurunan besar.
Jika dibandingkan dengan tahun lalu, nilai Bitcoin turun sekitar 4,5%, mencerminkan kinerja tahunan yang sedikit negatif. Meskipun terlihat kecil, angka merah tersebut memiliki arti yang lebih besar dari yang terlihat.
Saat ini, hanya ada sedikit ruang pergerakan harga yang memisahkan Bitcoin dari sinyal historis langka yang terakhir kali muncul pada tahun 2020. Apakah Bitcoin akan melewati batas tersebut atau justru gagal, bisa menjadi penentu arah tren berikutnya.

Pada 12 Januari 2026, harga Bitcoin tercatat berada di level $91,405 atau setara dengan Rp1.544.760.737 mengalami kenaikan 0,98% dalam 24 jam terakhir. Sepanjang periode ini, BTC menyentuh level terendahnya di Rp1.523.761.801 dan harga tertingginya di Rp1.545.414.863.
Saat penulisan, kapitalisasi pasar Bitcoin berada di sekitar Rp30.621 triliun, dengan volume perdagangan dalam 24 jam terakhir yang naik 69% menjadi Rp389,03 triliun.
Baca juga: 5 Crypto Futures yang Cocok untuk Scalping Saat Bear Market
Sebuah analisis historis terbaru menyoroti pola langka yang menarik. Ketika perubahan harga Bitcoin dalam satu tahun (year-over-year) berubah dari negatif menjadi positif, hal ini sering kali menjadi penanda pergeseran tren besar. Pergerakan semacam ini terakhir kali muncul pada Juli 2020 — yang kemudian diikuti oleh fase bull market yang kuat.
Saat ini, Bitcoin berada tepat di bawah titik balik tersebut. Kenaikan sekitar 4,5% dari harga saat ini akan mengubah perubahan tahunan menjadi positif dan mengulangi kondisi historis tersebut.
Struktur grafik saat ini mendukung pentingnya hal ini. Bitcoin sedang diperdagangkan dalam bagian “gagang” dari pola cup and handle, yaitu formasi teknikal yang bersifat bullish, di mana harga mengalami jeda setelah pemulihan berbentuk melengkung (rounded bottom), sebelum mencoba menembus ke atas.

Akan menarik untuk melihat apakah jarak breakout yang diukur dari pola ini (di atas neckline) akan bertepatan dengan kisaran kenaikan 4–5% tersebut?
Perilaku tren jangka pendek saat ini semakin memperkuat prospek bullish bagi Bitcoin.
Indikator exponential moving average (EMA), yang memberikan bobot lebih pada pergerakan harga terbaru, membantu memantau arah tren jangka pendek. Bitcoin baru-baru ini berhasil merebut kembali EMA 20 hari dan saat ini diperdagangkan di atas level tersebut. Terakhir kali BTC berhasil merebut kembali EMA 20 hari pada awal Januari, harga melonjak hampir 7% hanya dalam beberapa hari.
Sebelumnya, saat Bitcoin kehilangan EMA 20 hari pada pertengahan Desember, harga terkoreksi turun sebesar 6,6%, menunjukkan betapa sensitifnya harga terhadap level ini. Untuk saat ini, bertahan di atas EMA 20 hari menjaga momentum kenaikan tetap utuh.

Rintangan berikutnya adalah EMA 50 hari. Bitcoin kehilangan level ini pada 12 Januari dan segera mengalami koreksi setelahnya. Jika BTC berhasil merebut kembali EMA 50 hari secara bersih (clean reclaim), ini akan menjadi sinyal pemulihan tren yang lebih kuat dan mendukung pola breakout dari formasi cup and handle.
Data on-chain juga memperkuat argumen ini. Aliran masuk ke bursa (exchange inflow) — yang melacak jumlah koin yang dikirim ke bursa dan sering diartikan sebagai sinyal niat untuk menjual — telah turun drastis ke level terendah dalam enam bulan. Inflow harian telah turun dari sekitar 78.600 BTC pada 21 November menjadi sekitar 3.700 BTC saat ini, penurunan lebih dari 95%.

Penurunan tajam ini menunjukkan bahwa tekanan jual telah mereda. Semakin sedikit koin yang dikirim ke bursa, berarti pasokan yang tersedia untuk dijual saat harga naik juga semakin menipis.
Baca juga: Crypto yang Bagus untuk Jangka Panjang Tahun 2026: Apa yang Perlu Diperhatikan?
Posisi leverage menambahkan dimensi penting dalam analisis pergerakan harga Bitcoin.
Dalam tujuh hari ke depan, total potensi likuidasi posisi short berada di sekitar $4,10 miliar, sedangkan eksposur likuidasi posisi long sekitar $2,17 miliar. Artinya, posisi short hampir 89% lebih besar dibanding posisi long.

Penumpukan posisi short yang padat bisa menjadi bahan bakar untuk reli. Jika harga BTC mulai naik, para short seller bisa dipaksa untuk menutup posisi mereka — menciptakan tekanan beli otomatis (short squeeze). Sepanjang tahun lalu, Bitcoin sering bergerak berlawanan dengan bias leverage, menjadikan ketidakseimbangan ini lebih signifikan ketimbang sekadar sinyal bearish.
Semua faktor ini bertemu di beberapa level harga yang krusial.
Penutupan harian di atas $94.880 akan mengkonfirmasi breakout dari pola cup and handle, sekaligus menandai pergeseran perubahan tahunan menjadi positif sebesar 4,5%. Jika itu tercapai, target kenaikan selanjutnya berada di kisaran $99.810, lalu $106.340, berdasarkan ekstensi Fibonacci dan proyeksi dari pola breakout tersebut.

Di sisi bawah, $89.230 menjadi level support utama pertama. Jika level ini ditembus, harga bisa jatuh ke sekitar $86.650 dan membatalkan struktur teknikal bullish yang ada.
Untuk saat ini, harga Bitcoin masih bergerak dalam koridor sempit.
Tekanan jual berada di titik terendah dalam enam bulan, tren jangka pendek masih bertahan, dan sinyal historis langka hanya berjarak 4,5%. Apakah Bitcoin akan mencapainya — itulah yang mungkin akan menentukan arah pasar berikutnya.
Itu dia informasi terkini seputar crypto. Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan berita crypto terkini seputar project crypto dan teknologi blockchain. Temukan juga panduan belajar crypto dari nol dengan pembahasan lengkap melalui Pintu Academy dan selalu up-to-date dengan pasar crypto terkini seperti harga bitcoin hari ini, harga coin xrp hari ini, dogecoin dan harga aset crypto lainnya lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi kripto Pintu melalui Google Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli crypto memiliki risiko dan volatilitas tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: