Harga Emas Pecah Rekor Selagi Bitcoin (BTC) Terperosok: Bagaimana Selanjutnya?

Di-update
January 27, 2026
Gambar Harga Emas Pecah Rekor Selagi Bitcoin (BTC) Terperosok: Bagaimana Selanjutnya?

Jakarta, Pintu News – Harga Bitcoin turun di bawah $88.000 pada hari Senin (26/1), mencerminkan kelemahan yang terus berlanjut di pasar kripto. Penurunan ini merupakan bagian dari tren pelemahan yang lebih luas di pasar kripto secara keseluruhan, di mana seluruh pasar kripto mengalami penurunan hampir 1% dalam 24 jam terakhir.

Harga Ethereum juga ikut turun hingga mencapai $2.880, sementara Solana , XRP , dan Cardano juga mencatat kerugian. Posisi harga Bitcoin senilai lebih dari $154 juta mengalami likuidasi, sebagian besar dari pedagang dengan posisi long.

Sementara itu, harga emas melonjak tajam dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di atas $5.000. Kerugian pasar crypto sebesar 6,64% selama sepekan terakhir menunjukkan sikap investor yang semakin menghindari risiko akibat meningkatnya volatilitas.

Harga Emas Meroket ke $5.045, Cetak Rekor Baru di Tengah Ketidakpastian Global

Harga emas melonjak tajam hingga mencapai rekor tertinggi baru di level $5.089 pada awal perdagangan Asia hari Senin (26/1). Kenaikan ini mencerminkan tren meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven di tengah memanasnya ketegangan geopolitik dan ketidakstabilan ekonomi global.

Baca juga: Harga Jual Emas Antam Hari Ini, 27 Januari 2026

Lonjakan historis ini juga mencerminkan meningkatnya keraguan terhadap independensi Federal Reserve AS dan arah kebijakan moneter mereka di masa depan.

Permintaan terhadap emas meningkat pesat, sementara sentimen pasar bergeser dari aset keuangan berisiko tinggi. Menurut para analis, tren positif ini berpotensi berlanjut, dan harga emas bisa menembus $5.100 jika momentum bullish tetap kuat.

Kenaikan harga emas menunjukkan kecemasan investor terhadap kondisi global yang tidak menentu. Sebaliknya, harga Bitcoin justru mengalami tren penurunan, yang mencerminkan sentimen pasar yang cenderung bearish. Kinerja emas yang terus menguat selaras dengan meningkatnya risiko global saat ini.

Harga Bitcoin Melemah di Tengah Arus Keluar ETF, Ketegangan Politik, dan Penundaan Legislasi

Harga Bitcoin mengalami tekanan belakangan ini akibat berbagai perkembangan ekonomi dan politik. Faktor utama yang memicu penurunan ini adalah keputusan Coinbase untuk menarik dukungan terhadap RUU CLARITY, sebuah regulasi penting terkait kripto yang tengah dibahas di Kongres AS. Langkah tersebut menggoyahkan kepercayaan investor dan menimbulkan keraguan terhadap kepastian regulasi di Amerika Serikat.

Sementara itu, investor institusional tampaknya mulai menarik diri. ETF Bitcoin spot di AS mencatat arus keluar bersih sebesar $1,33 miliar antara 19 hingga 23 Januari. ETF lainnya juga ikut terdampak, dengan kerugian sebesar $611 juta dalam periode yang sama. Khususnya, ETF ETHA milik BlackRock mengalami penebusan dana sebesar $432 juta.

Menambah ketidakpastian pasar, mantan Presiden Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif 100% terhadap barang-barang dari Kanada. Ia menuding Kanada terlibat dalam kesepakatan terselubung dengan China, yang memicu ketegangan geopolitik. Akibatnya, hampir $100 juta keluar dari pasar kripto.

RUU CLARITY sendiri masih tertunda di Kongres, dan ketidakpastian bertambah di tengah kekhawatiran akan kemungkinan penutupan pemerintahan AS.

Baca juga: Harga Bitcoin Pulih ke $88.000 Hari Ini (27/1/26): Apa Selanjutnya untuk BTC?

Para trader kini menantikan jadwal ekonomi padat minggu ini, termasuk laporan PDB dari The Fed, suntikan likuiditas, keputusan suku bunga, serta sejumlah pidato penting. Serangkaian peristiwa ini diprediksi akan sangat memengaruhi sentimen pasar kripto.

Akankah Harga BTC Pulih Minggu Ini?

Harga BTC terbaru mengalami penurunan tajam, turun di bawah level kunci $90.000, yang menimbulkan kekhawatiran akan dominasi tren bearish dalam jangka pendek.

Saat ini, harga Bitcoin berada di level $87.911, setelah penurunan berkelanjutan dari puncaknya yang baru-baru ini sekitar $95.500.

Indikator teknikal menunjukkan tekanan jual masih dominan:

  • Relative Strength Index (RSI) sedikit pulih ke angka 40,75, namun masih berada di bawah zona netral (50), menandakan momentum lemah.
  • MACD juga tetap dalam tren bearish, di mana garis MACD berada di bawah garis sinyal.

Jika harga BTC turun lebih jauh di bawah $86.000, maka support berikutnya diperkirakan berada di sekitar $84.000. Di sisi lain, untuk mematahkan tren penurunan ini:

  • Resistance terdekat berada di level $90.000.
  • Resistance yang lebih kuat berada di sekitar $92.000.

Agar terhindar dari penurunan lebih lanjut, para pembeli (bulls) perlu mendorong harga kembali ke atas level-level kunci ini. Tanpa pemulihan tersebut, tekanan jual bisa terus mendominasi minggu ini.

Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah danĀ amanĀ dengan mengunduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melaluiĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->