5 Data Ekonomi AS yang Diprediksi Menentukan Volatilitas Bitcoin, Emas, dan Perak

Di-update
January 28, 2026
Gambar 5 Data Ekonomi AS yang Diprediksi Menentukan Volatilitas Bitcoin, Emas, dan Perak

Jakarta, Pintu News – Data ekonomi utama dari Amerika Serikat pekan ini berpotensi menjadi catalyst besar bagi harga aset berisiko seperti Bitcoin , aset safe haven seperti emas dan perak, serta pasar cryptocurrency secara umum, di tengah kondisi makro yang masih rapuh.

1. Keputusan Suku Bunga The Federal Reserve (FOMC)

Keputusan suku bunga dari Federal Open Market Committee (FOMC) dan konferensi pers Ketua Fed, Jerome Powell, adalah salah satu peristiwa paling penting yang diperkirakan memengaruhi harga Bitcoin dan logam mulia minggu ini. Menurut berbagai kalender ekonomi, pasar memperkirakan Fed akan mempertahankan suku bunga, tetapi nada pernyataan Powell dapat memicu perubahan sentimen investor.

Jika Fed memberikan sinyal dovish (potensi penurunan suku bunga), aset berisiko seperti Bitcoin biasanya mendapat dorongan, sementara permintaan terhadap emas dan perak sebagai lindung nilai dapat melemah. Sebaliknya, sinyal hawkish dapat meningkatkan volatilitas dan memperkuat safe haven seperti emas.

Baca Juga: 5 Fakta Penting Kesenjangan Pasokan Perak vs Emas dan Dampaknya ke Crypto & Aset Komoditas

2. Data Klaim Pengangguran Awal

Data klaim pengangguran awal di AS memberikan gambaran kondisi pasar tenaga kerja. Angka yang lebih tinggi dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga di masa mendatang, sehingga investor mungkin beralih ke aset berisiko termasuk cryptocurrency. Sebaliknya, klaim pengangguran yang rendah biasanya mengindikasikan pasar tenaga kerja yang kuat, dan bisa menekan volatilitas serta mengurangi daya tarik aset safe haven seperti emas dan perak.

3. Indeks Harga Produsen (PPI) dan Inflasi Grosir

Indeks Harga Produsen (Producer Price Index atau PPI) dan angka inti PPI menjadi indikator penting dalam memantau tekanan inflasi di tingkat grosir. Jika data PPI menunjukkan inflasi yang lebih kuat, ekspektasi pasar terhadap pertumbuhan harga dapat meningkat, mendorong permintaan terhadap emas dan perak sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Dampaknya pada Bitcoin dan crypto sendiri biasanya lebih kompleks: inflasi tinggi dapat memicu minat investasi spekulatif, tetapi di sisi lain dapat memicu kekhawatiran suku bunga tinggi yang menekan harga aset berisiko.

4. Laporan Pendapatan Big Tech

Laporan pendapatan dari perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Apple, Tesla, dan Meta juga termasuk dalam kalender data ekonomi ini. Hasil pendapatan yang kuat dapat meningkatkan risk appetite investor, sehingga berdampak positif pada Bitcoin dan aset berisiko lainnya. Sebaliknya, pendapatan di bawah ekspektasi dapat memicu risk off sentiment, yang cenderung memperkuat permintaan terhadap emas dan perak sebagai safe haven.

5. Risiko Shutdown Pemerintah AS

Deadline potensi government shutdown di akhir pekan ini juga menjadi faktor yang dapat mengguncang pasar. Ketidakpastian politik seperti ancaman shutdown sering meningkatkan permintaan terhadap emas dan perak karena investor mencari perlindungan nilai. Sementara itu, sentimen negatif semacam ini seringkali menekan aset berisiko seperti Bitcoin dalam jangka pendek karena investor lebih berhati-hati dengan eksposur risiko.

Implikasi terhadap Bitcoin, Emas, dan Perak

Hubungan antara data ekonomi AS dan harga aset seperti Bitcoin dan emas seringkali tidak linear. Bitcoin, yang sering diposisikan sebagai aset berisiko, bisa bergerak paralel dengan ekuitas dalam kondisi risk on, namun bertindak lebih defensif saat sentimen pasar berbalik. Sementara itu, emas dan perak cenderung menarik minat investor saat ekspektasi inflasi tinggi, suku bunga turun, atau risiko makro meningkat.

Kesimpulan

Lima peristiwa ekonomi utama AS minggu ini—termasuk keputusan suku bunga The Fed, data tenaga kerja, angka PPI, laporan pendapatan teknologi, dan risiko shutdown—diperkirakan menjadi pemicu volatilitas harga Bitcoin, emas, dan perak dalam jangka pendek. Pemantauan kalender ekonomi secara teratur menjadi alat penting bagi investor untuk mengantisipasi perubahan sentimen pasar dan menyesuaikan strategi portofolio.

Baca Juga: Lonjakan Harga Altcoin: Fenomena Musiman yang Tak Boleh Dilewatkan!

Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melaluiĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->