
Jakarta, Pintu News ā Gelombang pemblokiran akun dan pengetatan kebijakan di platform X memicu diskusi baru di kalangan komunitas crypto global. Ketergantungan industri cryptocurrency pada platform terpusat kembali dipertanyakan, terutama setelah banyak akun kripto terkena dampak kebijakan sepihak.
Situasi ini mendorong refleksi mendalam mengenai masa depan media sosial berbasis blockchain. Dalam sebuah wawancara terbaru, salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia crypto mengusulkan bahwa ekosistem social crypto memang membutuhkan reset menyeluruh.
Pendiri Ethereum , Vitalik Buterin, secara terbuka mengakui bahwa sebagian besar proyek media sosial terdesentralisasi gagal mencapai skala besar. Menurutnya, masalah utama terletak pada efek jaringan yang sulit dibangun tanpa basis pengguna awal yang kuat. Platform baru, sebaik apa pun teknologinya, akan terasa kosong jika tidak ada interaksi yang hidup. Hal ini menjadi tantangan klasik yang belum terpecahkan di ranah cryptocurrency.
Selain itu, Vitalik menyoroti kesalahan umum proyek social crypto yang terlalu cepat mengandalkan tokenisasi. Banyak pengembang berasumsi bahwa insentif finansial dapat langsung menyelesaikan masalah sosial. Namun, pendekatan ini justru sering menciptakan spekulasi dan memperkuat pengaruh pihak yang sudah dominan. Akibatnya, kualitas konten dan diskusi tidak berkembang secara sehat.
Baca juga: Harga Perhiasan Perak Hari Ini, Rabu 28 Januari 2026
Pendiri Mask Network, Suji Yan, memandang fenomena ban massal di X sebagai bagian dari proses jangka panjang. Ia menilai migrasi pengguna dari platform terpusat ke alternatif terdesentralisasi tidak akan terjadi secara tiba-tiba. Perpindahan tersebut bersifat bertahap dan sering kali melewati fase semi-terdesentralisasi terlebih dahulu. Pola ini sebelumnya juga terlihat dalam evolusi DeFi dan pasar prediksi berbasis blockchain.
Pendekatan bertahap ini menjelaskan mengapa alat agregator dan protokol bersama semakin diminati. Pengguna dapat mencoba pengalaman social crypto tanpa harus sepenuhnya meninggalkan platform lama. Dengan cara ini, risiko transisi dapat ditekan sambil membangun kebiasaan baru. Bagi ekosistem cryptocurrency, strategi ini dinilai lebih realistis dan berkelanjutan.
Baca juga: Harga 1 Pi Network (PI) di Indonesia Hari Ini (28/1/26)
Diskusi juga menyoroti potensi konvergensi antara dompet crypto dan media sosial. Suji Yan membayangkan masa depan di mana pengguna dapat mempublikasikan konten langsung dari wallet mereka, lintas jaringan blockchain. Konsep ini bertujuan mengurangi hambatan onboarding dan menyederhanakan identitas digital. Dalam jangka panjang, wallet dapat menjadi pusat interaksi sosial sekaligus keuangan.
Vitalik Buterin menambahkan bahwa wallet akan berperan penting dalam melindungi identitas dan data pengguna. Interoperabilitas antar platform menjadi kunci agar ekosistem tidak terfragmentasi. Ia juga mengangkat pasar prediksi sebagai alat potensial untuk meningkatkan kualitas diskursus daring. Probabilitas berbasis pasar dinilai mampu meredam klaim ekstrem lebih cepat dibanding mekanisme pengecekan fakta konvensional.
Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah danĀ amanĀ dengan mengunduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melaluiĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: