XRP Tertekan di Awal 2026, Q1 Berat tapi Q2 Bisa Jadi Titik Balik?

Di-update
January 29, 2026
Gambar XRP Tertekan di Awal 2026, Q1 Berat tapi Q2 Bisa Jadi Titik Balik?

Jakarta, Pintu News – Performa Ripple memasuki awal 2026 berada di bawah tekanan seiring melemahnya sentimen pasar crypto global. Setelah mencatat tahun yang sangat bullish pada 2025, momentum kenaikan XRP mulai kehilangan tenaga sejak kuartal terakhir tahun lalu.

Kondisi makroekonomi yang penuh ketidakpastian turut membebani pasar cryptocurrency secara keseluruhan. Akibatnya, banyak analis menilai kuartal pertama 2026 berpotensi menjadi periode yang sulit bagi XRP.

Tekanan Q1 2026 Masih Membayangi XRP

XRP sempat mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa di level USD 3,65 atau sekitar Rp61.000 pada Juli 2025. Namun sejak titik tersebut, harga XRP telah terkoreksi sekitar 48 persen, mencerminkan perubahan sentimen pasar yang cukup tajam. Data dari CoinGecko menunjukkan XRP turun sekitar 3 persen dalam sepekan terakhir dan hampir 8 persen dalam dua minggu. Secara tahunan sejak Januari 2025, pelemahan harga bahkan mencapai lebih dari 30 persen.

Meski demikian, XRP masih menunjukkan tanda-tanda stabilisasi jangka pendek. Dalam 24 jam terakhir, harga mencatat kenaikan tipis sekitar 0,3 persen, sementara secara bulanan naik sekitar 1 persen. Saat ini, XRP bergerak di kisaran USD 1,90 atau sekitar Rp31.755. Level ini dipandang sebagai area konsolidasi penting menjelang pergerakan berikutnya. Namun, tekanan makro membuat potensi kenaikan jangka pendek masih terbatas.

Baca juga: Hype Emas dan Perak Salip Crypto di Media Sosial, Sinyal Rotasi Minat Investor Ritel?

Prediksi Harga dan Sentimen Risiko Global

xrp price prediction
Sumber: Coingecko

Analis dari CoinCodex memproyeksikan XRP akan bergerak sideways dalam beberapa pekan ke depan. Rentang harga diperkirakan berada di antara USD 1,90 hingga USD 2 sebelum berpotensi naik ke sekitar USD 2,26 atau setara Rp37.780 pada April.

Proyeksi ini mencerminkan kehati-hatian pasar di tengah meningkatnya sentimen risk-off. Faktor eksternal masih menjadi penentu utama arah pergerakan harga.

Selain tekanan makro, lonjakan harga emas dan perak juga menjadi indikator pergeseran minat investor. Kenaikan aset safe haven sering kali diiringi berkurangnya minat terhadap aset berisiko seperti crypto. Kondisi ini membuat aliran modal ke pasar cryptocurrency melambat. Oleh karena itu, banyak analis menilai Q1 2026 akan diwarnai volatilitas tanpa tren kenaikan yang kuat.

Baca juga: Ripple Resmi Luncurkan Ripple Treasury, Blockchain Masuk ke Jantung Keuangan Korporasi!

Harapan Pemulihan di Kuartal Kedua 2026

Meski Q1 diprediksi berat, prospek XRP di kuartal kedua dinilai lebih konstruktif. Stabilitas ekonomi global dan potensi tercapainya kesepakatan perdagangan baru dapat memperbaiki sentimen investor. Selain itu, wacana masuknya dana institusional melalui produk ETF berbasis XRP juga menjadi katalis potensial. Jika arus dana tersebut terealisasi, tekanan jual dapat berkurang secara signifikan.

Pergerakan XRP juga sangat dipengaruhi oleh arah harga Bitcoin . Banyak analis menilai XRP cenderung mengikuti tren BTC sebagai aset crypto terbesar. Jika Bitcoin kembali mencetak puncak baru, XRP berpeluang mengikuti reli lanjutan. Dalam skenario optimistis, harga XRP bahkan berpotensi mendekati kembali area USD 3 atau sekitar Rp50.000.

Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah danĀ amanĀ dengan mengunduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melaluiĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->