Prediksi Harga Bitcoin: Bagimana Prospek BTC di Bulan Februari 2026?

Di-update
January 30, 2026
Gambar Prediksi Harga Bitcoin: Bagimana Prospek BTC di Bulan Februari 2026?

Jakarta, Pintu News – Aksi harga Bitcoin mereda setelah gagal menembus dan bertahan di atas level $100.000 pada bulan Januari. Penolakan ini memicu aksi ambil untung jangka pendek dan mendorong BTC masuk ke fase konsolidasi.

Sejak saat itu, pergerakan harga cenderung stabil dibandingkan dengan tekanan jual yang agresif. Indikator on-chain dan makro kini menunjukkan kondisi yang membaik. Posisi investor mengarah pada prospek yang hati-hati namun optimis untuk bulan Februari.

Pembukuan Keuntungan Bitcoin Menyoroti Pola Tertentu

Transisi yang berarti menuju reli Bitcoin yang berkelanjutan harus tercermin dalam indikator yang sensitif terhadap likuiditas. Salah satu metrik paling penting adalah Realized Profit/Loss Ratio (Rasio Laba/Rugi Terealisasi) berdasarkan rata-rata pergerakan sederhana 90 hari. Secara historis, fase kenaikan yang kuat baru terjadi setelah rasio ini naik di atas ambang 5.0.

Baca juga: Harga Bitcoin Anjlok Tajam ke $82.000 Hari Ini (30/1): EMA 50 Hari Mandek, Emas & Dolar Mendominasi!

Pemulihan pertengahan siklus dalam dua tahun terakhir mengikuti pola yang sama. Ketika rasio gagal bertahan di atas level tersebut, reli harga cenderung kehilangan momentum dengan cepat.

Kenaikan kembali di atas angka 5.0 akan mengindikasikan masuknya modal baru ke pasar. Hal ini juga menunjukkan bahwa aksi ambil untung diserap oleh permintaan baru, bukan menekan harga.

Keputusan The Fed Bisa Mempengaruhi Harga

Kondisi makro tetap mendukung setelah keputusan kebijakan terbaru dari Federal Reserve. The Fed mempertahankan suku bunga tetap pada pertemuan pertamanya di tahun ini. Ketua Jerome Powell menggambarkan suku bunga saat ini berada dalam ā€œkisaran netral.ā€ Pernyataan ini memberi sinyal potensi jeda yang lebih panjang, bukan pengetatan lanjutan.

Psikologi pasar juga memperkuat latar belakang ini. Menurut data dari Santiment, sentimen ekstrem sering muncul di titik balik pasar. Sentimen optimis dan serakah cenderung muncul di puncak pasar, sementara sentimen pesimistis dan takut biasanya mendahului pemulihan. Sentimen saat ini tetap berhati-hati, yang seringkali mendukung kelanjutan kenaikan secara bertahap.

Sumber: Santiment

ETF Bitcoin spot bisa menjadi faktor penentu di bulan Februari. Selama tiga bulan terakhir, produk ini mencatat arus keluar bersih secara konsisten. Pada November 2025, ETF mencatat arus keluar sebesar $3,48 miliar. Bulan Desember menyusul dengan tambahan arus keluar sebesar $1,09 miliar.

Namun pada Januari 2026, arus keluar melambat secara signifikan menjadi hanya $278 juta. Perlambatan ini menunjukkan bahwa tekanan jual dari institusi mulai melemah. Jika arus mulai positif di bulan Februari, permintaan terhadap ETF bisa memperkuat stabilitas pasar. Arus masuk yang baru akan memberikan dukungan struktural dan meningkatkan peluang kenaikan harga.

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Harga Bitcoin Bisa Anjlok Minggu Ini

Harga BTC Miliki Target Ambisius

Dari sudut pandang teknikal, harga Bitcoin masih bergerak dalam pola ascending broadening wedge (irisan melebar naik). Baru-baru ini, harga memantul dari batas bawah pola tersebut. Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di sekitar $88.321.

Untuk melanjutkan tren naik, para pembeli harus mampu menembus level $89.241 dan merebut kembali level psikologis $90.000. Penerimaan harga di atas $90.000 akan mengonfirmasi momentum yang menguat.

Secara historis, bulan Februari cenderung menjadi bulan yang positif bagi harga Bitcoin, dengan rata-rata keuntungan sebesar 14,3%. Faktor-faktor yang telah disebutkan mendukung prospek bullish serupa untuk BTC, yang berarti kenaikan 14% akan mendorong harga menuju $101.000.

Jika terjadi breakout yang terkonfirmasi dari pola wedge tersebut, maka pintu terbuka untuk target yang lebih tinggi. Target utama pertama berada di kisaran $98.000. Setelah mencapainya, kemungkinan akan ada koreksi terkendali menuju $95.000. Zona konsolidasi ini penting untuk membentuk dukungan jangka panjang yang kuat. Struktur seperti ini sering mendahului pergerakan lanjutan yang lebih besar.

Namun, risiko penurunan tetap harus diperhatikan. Jika tekanan jual kembali muncul atau kondisi makroekonomi memburuk, Bitcoin bisa gagal mempertahankan level saat ini. Penurunan di bawah $87.210 akan meningkatkan risiko koreksi lebih lanjut.

Dalam skenario tersebut, penurunan ke arah $84.698 menjadi kemungkinan besar. Gerakan seperti ini akan membatalkan pola bullish dan menunda potensi breakout.

Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah danĀ amanĀ dengan mengunduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melaluiĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.


*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->