
Jakarta, Pintu News – Generasi Z tidak sepenuhnya meninggalkan crypto dan cryptocurrency, melainkan mengubah cara mereka berspekulasi. Setelah siklus token pasca-2024 meninggalkan jutaan altcoin tanpa likuiditas, kepercayaan terhadap narasi token jangka panjang mulai memudar.
Tekanan ekonomi dan keterbatasan pendapatan turut mempercepat perubahan perilaku ini. Dalam kondisi tersebut, prediction market muncul sebagai alternatif spekulasi yang lebih sederhana dan terukur.
Kondisi ekonomi menjadi faktor utama di balik pergeseran preferensi Gen Z. Rata-rata pendapatan Gen Z berada di level 39.416 dolar AS atau sekitar Rp662,1 juta per tahun, jauh di bawah kebutuhan upah layak sebesar 48.614 dolar AS atau Rp816,6 juta.
Untuk mencapai standar hidup nyaman, estimasi pendapatan bahkan mencapai 106.000 dolar AS atau sekitar Rp1,78 miliar per tahun. Kesenjangan ini membuat strategi investasi jangka panjang terasa semakin tidak realistis.
Dalam konteks crypto, model investasi berbasis roadmap multi-tahun dan janji utilitas masa depan mulai ditinggalkan. Gen Z cenderung memilih instrumen spekulasi dengan hasil yang cepat dan mudah dipahami. Prediction market menawarkan mekanisme berbasis probabilitas yang lebih transparan. Hal ini membuat risiko terasa lebih terukur dibandingkan token spekulatif konvensional.
Baca juga: MegaETH Meluncur 9 Februari 2026, Blockchain Super Cepat Penantang Ethereum

Antara akhir 2024 hingga akhir 2025, kapitalisasi pasar altcoin menyusut sekitar 150 miliar dolar AS atau setara Rp2.519 triliun. Jutaan token kehilangan likuiditas akibat auto-likuidasi, penarikan dana sepihak, dan tuduhan keunggulan orang dalam. Peristiwa ini memperkuat persepsi bahwa banyak proyek crypto rentan terhadap praktik tidak sehat. Kepercayaan investor ritel pun mengalami erosi signifikan.

Alih-alih keluar dari ekosistem blockchain, likuiditas justru berpindah ke prediction market. Platform seperti Polymarket dan Kalshi mencatat lonjakan volume signifikan. Volume notional mingguan meningkat dari sekitar 500 juta dolar AS atau Rp8,39 triliun pada pertengahan 2025 menjadi hampir 6 miliar dolar AS atau Rp100,7 triliun pada Januari 2026. Data ini menunjukkan rotasi spekulasi, bukan penurunan minat terhadap crypto.
Baca juga: Emas Tambah Nilai Setara Market Cap BTC dalam Sehari, Pasar Crypto Tertinggal Jauh?
Daya tarik utama prediction market terletak pada kesederhanaan strukturnya. Spekulasi disederhanakan menjadi hasil biner seperti ya atau tidak, terjadi atau tidak terjadi. Tidak ada whitepaper, jadwal unlock token, atau risiko likuiditas yang menghilang secara tiba-tiba. Bagi generasi yang semakin skeptis terhadap janji proyek, model ini menawarkan kejelasan.
Selain itu, prediction market sepenuhnya memanfaatkan infrastruktur cryptocurrency. Proses kustodi, penyelesaian, dan pembayaran berjalan on-chain dengan dukungan stablecoin. Kontrak berbasis harga Bitcoin menjadi salah satu pasar paling aktif, menegaskan bahwa crypto tetap menjadi inti ekosistem. Dengan karakteristik ini, prediction market dipandang sebagai use case konsumen yang paling berkelanjutan di era pasca-boom altcoin.
Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga Bitcoin, usdt to idr dan harga saham nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: