
Jakarta, Pintu News ā Pasar crypto kembali berada dalam fase tekanan setelah serangkaian koreksi harga yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Penurunan terbaru memicu kekhawatiran luas, terutama di kalangan investor ritel yang masuk pada fase harga tinggi.
Namun, dalam sejarah cryptocurrency, fase koreksi sering kali dipandang sebagai momen strategis untuk membangun posisi jangka panjang. Dalam konteks ini, penurunan harga Ripple justru memunculkan kembali narasi peluang masuk yang dianggap menarik oleh sebagian analis.
Ripple (XRP) sempat mencatat reli besar dari akhir 2024 hingga pertengahan 2025, dengan harga melonjak dari di bawah USD 1 atau sekitar Rp16.797 menjadi rekor tertinggi sepanjang masa di USD 3,65 atau sekitar Rp61.309 pada Agustus 2025. Lonjakan ini banyak dikaitkan dengan membaiknya sentimen pasar setelah penyelesaian kasus hukum antara Ripple dan regulator AS.
Kejelasan regulasi tersebut mendorong kepercayaan investor dan membuka kembali akses institusi ke aset ini. Namun, reli tersebut tidak berlangsung lama karena pasar crypto memasuki fase likuidasi besar-besaran pada Oktober.
Peristiwa likuidasi tersebut disebut sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah cryptocurrency, menekan hampir seluruh aset utama. XRP ikut terseret dan hingga kini belum mampu membangun momentum pemulihan yang konsisten.
Sejak saat itu, pasar cenderung bergerak defensif, dengan minat risiko yang melemah. Kondisi ini membuat harga XRP berada jauh di bawah puncaknya, menciptakan kontras tajam antara euforia sebelumnya dan sentimen saat ini.
Baca juga: Bitcoin Memasuki Bulan Februari: Seberapa Besar Peluang Rebound Berdasarkan Sejarah?
Meski harga sedang tertekan, prospek jangka panjang XRP dinilai belum sepenuhnya suram. Salah satu faktor utama yang sering disebut adalah peluncuran sejumlah produk ETF spot berbasis XRP pada akhir tahun lalu.
Kehadiran instrumen ini berpotensi membuka arus modal institusional yang lebih besar, terutama dari investor yang sebelumnya terhambat oleh aspek regulasi. Selain itu, eksposur media arus utama juga meningkat, dengan laporan CNBC awal tahun ini menyebut XRP sebagai salah satu kesepakatan crypto terpanas di 2026.
Di sisi lain, kondisi pasar yang masih bearish membuat sentimen jangka pendek tetap rapuh. Tekanan makro, fluktuasi likuiditas, serta dominasi Bitcoin dalam menentukan arah pasar global crypto turut membatasi ruang gerak XRP.
Meski demikian, sejumlah analis menilai bahwa fase konsolidasi ini justru membentuk fondasi untuk siklus berikutnya. Dalam perspektif ini, harga rendah tidak selalu mencerminkan melemahnya fundamental, melainkan penyesuaian sementara terhadap kondisi pasar yang lebih luas.
Baca juga: Pekan Krusial Pasar Crypto: Bangkit dari Koreksi atau Anjlok Lebih Dalam?

Dilansir dari Watcher Guru, analis dari Telegaon menyampaikan pandangan yang relatif optimistis terhadap prospek XRP. Platform tersebut memperkirakan XRP dapat mencetak rekor harga baru di sekitar USD 5,18 atau setara Rp86.975 dalam tahun ini.
Proyeksi tersebut didasarkan pada asumsi pemulihan pasar crypto secara bertahap dan meningkatnya adopsi institusional. Dalam jangka panjang, Telegaon bahkan memprediksi harga XRP berpotensi menembus USD 20 atau sekitar Rp335.940 pada tahun 2030.
Jika skenario tersebut tercapai, kenaikan dari level harga saat ini akan melampaui 1.000 persen. Secara matematis, investasi pada fase harga rendah berpotensi menghasilkan pengembalian lebih dari 10 kali lipat.
Namun, proyeksi ini tetap bergantung pada banyak variabel, termasuk kondisi makro global, dinamika regulasi, serta kemampuan Ripple memperluas utilitas jaringannya. Dengan volatilitas tinggi yang melekat pada cryptocurrency, peluang keuntungan besar selalu berjalan seiring dengan risiko signifikan.
Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah danĀ amanĀ dengan mengunduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melaluiĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi