
Jakarta, Pintu News ā Pasar komoditas global dikejutkan oleh kejatuhan harga perak yang disebut sebagai salah satu yang paling tajam sejak 1980. Dari puncak sekitar US$120 atau kurang lebih Rp2,01 juta per ons pada 29 Januari, harga merosot cepat ke kisaran US$72 atau sekitar Rp1,21 juta. Penurunan sekitar 40% ini terjadi tanpa adanya satu pemicu fundamental tunggal yang benar-benar mampu menjelaskan skala koreksi.
Dilansir dari Finance Feeds, laporan media internasional menyoroti bahwa pergerakan terbaru ini merupakan penurunan harian paling tajam harga perak sejak awal dekade 1980-an. Biasanya, kejadian ekstrem seperti ini dikaitkan dengan guncangan fundamental yang jelas, misalnya kebijakan moneter agresif atau krisis likuiditas sistemik.
Namun kali ini, tidak ada satu faktor tunggal yang dapat dijadikan kambing hitam, sehingga fokus analisis beralih ke dinamika posisi dan perilaku pelaku pasar. Situasi ini membuat banyak investor kesulitan mengambil keputusan rasional di tengah volatilitas yang meningkat tajam.
Sebelum kejatuhan, perak sempat menembus kisaran US$115 atau sekitar Rp1,93 juta per ons, yang sebelumnya dibahas sebagai level psikologis penting. Pergerakan ini terjadi di dalam sebuah kanal naik jangka menengah yang telah mendominasi tren dalam enam bulan terakhir.
Dalam periode tersebut, harga sempat mencatat kenaikan lebih dari 200%, sebuah reli yang wajar memicu profit taking besar-besaran. Ketika reli ekstrem seperti ini berakhir, pasar komoditas kerap memasuki fase koreksi struktural yang sangat agresif.
Baca juga: Harga Emas 0,5 Gram Tahun 2026
Sejumlah analis teknikal menilai bahwa kejatuhan ini sangat konsisten dengan pola distribusi dalam kerangka teori Wyckoff. Pada fase akhir reli, volatilitas meningkat tajam saat harga bergerak dari titik A ke B di dekat batas atas kanal naik.
Pola tersebut biasanya menunjukkan bahwa apa yang sering disebut āsmart moneyā mulai mendistribusikan posisi beli kepada partisipan ritel yang baru masuk pasar. Dengan kata lain, institusi secara bertahap mengurangi eksposur sebelum koreksi besar dimulai.

Setelah itu, terjadi false breakout singkat di atas puncak A yang dapat diklasifikasikan sebagai UTAD (Upthrust After Distribution). Pola ini sering menandai klimaks distribusi, ketika harga didorong sedikit lebih tinggi untuk menarik pembeli terakhir sebelum pembalikan tajam.
Tidak lama kemudian, tekanan jual meningkat drastis dan XAG/USD menembus tegas median kanal, lalu jatuh menembus batas bawahnya. Rangkaian peristiwa ini memperkuat pandangan bahwa pasar telah bertransisi dari fase Distribution ke fase Mark-Down.
Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah danĀ amanĀ dengan mengunduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melaluiĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi: