
Jakarta, Pintu News ā Sejumlah model kecerdasan buatan, mulai dari ChatGPT, Claude, Perplexity, hingga Grok, memproyeksikan bahwa Ripple cenderung bergerak dalam rentang sempit sepanjang Februari 2026. Mereka menyoroti lemahnya momentum harga, pola musiman yang kurang mendukung, serta tekanan makroekonomi yang masih menekan aset berisiko.
Alih-alih menargetkan reli besar, proyeksi kolektif justru mengarah pada fase konsolidasi yang lebih tenang setelah volatilitas tinggi di Januari. Bagi pelaku pasar crypto, Februari tampaknya lebih cocok untuk mengamati dan mengelola risiko daripada mengejar pergerakan harga ekstrem di pasar cryptocurrency.
Memasuki Februari, Ripple (XRP) diperdagangkan di sekitar US$1,60 atau kurang lebih Rp26.800 setelah pembalikan tajam di akhir Januari. Pada awal tahun, harga sempat melonjak lebih dari 30% dan menyentuh level tertinggi beberapa pekan di atas US$2,40, setara sekitar Rp40.200.
Namun, reli tersebut tidak bertahan lama karena tekanan jual meningkat dalam sepekan terakhir Januari. Penurunan ini menyeret harga ke sekitar US$1,50 atau kurang lebih Rp25.100, yang menjadi titik terendah dalam kurun waktu sekitar 14 bulan.
Level harga tersebut terakhir terlihat sebelum reli pasca-pemilu pada akhir 2024, sehingga penurunan terbaru menghapus sebagian besar keuntungan jangka menengah. Data terkini menunjukkan XRP turun sekitar 0,4% dalam 24 jam, 15% dalam sepekan, dan 23% dalam sebulan. Koreksi ini mencerminkan pelemahan yang lebih luas di pasar crypto, termasuk tekanan pada aset besar seperti Bitcoin dan Ethereum .
Baca juga: 3 Token Unlock di Awal Februari 2026, Waspada Market Merah?
ChatGPT memposisikan XRP sebagai aset yang bergerak lebih lambat dalam siklus saat ini dibandingkan altcoin berisiko tinggi lain. Skenario dasar model ini menempatkan rentang harga Februari di kisaran US$2,10 hingga US$2,60, atau sekitar Rp35.200 hingga Rp43.600.
Namun, ChatGPT menilai probabilitas kenaikan tajam relatif rendah, sehingga pergerakan yang lebih mungkin adalah kenaikan bertahap di dalam rentang tersebut. Dengan kata lain, model ini melihat adanya lantai harga yang lebih tinggi, tetapi tanpa jaminan terjadinya reli vertikal dalam waktu dekat.

Analisis ChatGPT juga menyoroti penyelesaian sengketa regulasi sebagai faktor stabilisasi utama bagi XRP. Dengan ketidakpastian hukum yang sebagian besar telah terurai, XRP tidak lagi dipersepsikan sebagai aset dengan risiko regulasi ekstrem seperti beberapa tahun lalu. Meski demikian, resolusi regulasi tersebut kini lebih berfungsi sebagai penopang stabilitas harga daripada pemicu kenaikan jangka pendek.

Claude memberikan penekanan lebih besar pada data historis dan indikator teknikal dalam membaca prospek XRP. Secara musiman, Februari cenderung menjadi bulan yang lemah bagi XRP, dengan penurunan median historis di kisaran 8%.
Saat ini, XRP tercatat bergerak di bawah beberapa moving average penting, sementara indikator momentum masih menunjukkan kondisi lesu. Berdasarkan kombinasi faktor tersebut, Claude memperkirakan rentang harga Februari di sekitar US$1,40 hingga US$1,90, atau kurang lebih Rp23.500 hingga Rp31.900.
Dalam kerangka tersebut, level US$1,50 atau sekitar Rp25.100 dipandang sebagai area support krusial yang perlu dipertahankan. Penutupan harian yang kuat di bawah level ini berpotensi membuka ruang penurunan lebih dalam dan memicu kepanikan tambahan di kalangan investor ritel.
Baca juga: Harga Emas 25 Gram Tahun 2026

Perplexity menyajikan skenario yang sejalan, dengan proyeksi kemungkinan penurunan pertengahan bulan ke kisaran US$1,45 hingga US$1,55, setara Rp24.300 hingga Rp26.000. Jika kondisi pasar crypto global stabil, model ini memperkirakan harga berakhir di kisaran US$1,70 hingga US$1,90, atau sekitar Rp28.500 hingga Rp31.900 menjelang akhir bulan.
Grok menggambarkan Februari sebagai periode konsolidasi yang mengikuti gejolak harga tajam di Januari. Model ini melihat risiko penurunan ke kisaran US$1,25 hingga US$1,45, yaitu sekitar Rp21.000 hingga Rp24.300, apabila support penting kembali ditembus.

Di sisi lain, Grok menempatkan area US$2,00 atau sekitar Rp33.500 sebagai zona resistance utama yang akan sulit ditembus tanpa lonjakan volume. Kekosongan likuiditas di atas level tersebut membuat skenario reli besar menjadi kurang mungkin dalam jangka sangat pendek.
Grok juga menekankan bahwa secara historis XRP sering tertinggal pada fase awal reli pasar dan baru berkinerja lebih baik pada fase lanjutan siklus altcoin. Artinya, sementara beberapa token spekulatif seperti Pepe Coin bisa melonjak pada awal reli, Ripple (XRP) cenderung menyusul ketika likuiditas mulai berpindah dari aset utama ke altcoin menengah.
Pola ini membuat Februari lebih menyerupai āfase keputusanā daripada fase akselerasi tren. Bagi pelaku pasar yang berorientasi jangka menengah, periode seperti ini sering dimanfaatkan untuk mengatur ulang strategi ketimbang mengejar pergerakan harga jangka pendek.
Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar duniaĀ cryptoĀ dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā usdt to idrĀ danĀ harga saham nvidiaĀ tertokenisasi lewat Pintu Market.
Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah danĀ amanĀ dengan mengunduhĀ aplikasi cryptoĀ Pintu melaluiĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.
*Disclaimer
Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Referensi