6 Perbedaan Emas Digital Berbasis Crypto vs Emas Digital Biasa, Mana Lebih Relevan di 2026?

Di-update
February 14, 2026
Bagikan
Gambar 6 Perbedaan Emas Digital Berbasis Crypto vs Emas Digital Biasa, Mana Lebih Relevan di 2026?

Jakarta, Pintu News – Emas digital semakin populer sebagai alternatif investasi modern yang menawarkan kemudahan akses tanpa harus menyimpan emas fisik. Seiring berkembangnya teknologi blockchain, muncul dua pendekatan utama dalam emas digital, yaitu emas digital berbasis crypto dan emas digital biasa yang terintegrasi dengan sistem keuangan konvensional. Keduanya memiliki karakteristik berbeda yang penting dipahami sebelum menentukan pilihan.

1. Definisi Emas Digital Crypto dan Emas Digital Biasa

Emas digital berbasis crypto merupakan representasi emas fisik yang ditokenisasi di atas blockchain. Setiap token umumnya didukung cadangan emas fisik dengan rasio tertentu, misalnya 1 token setara 1 gram emas. Aset ini diperdagangkan layaknya cryptocurrency dan dapat dipindahkan secara peer-to-peer.

Sementara itu, emas digital biasa dikelola oleh institusi keuangan atau platform fintech terpusat. Kepemilikan emas dicatat dalam sistem internal penyedia layanan, bukan di blockchain publik. Investor membeli emas dalam satuan gram tanpa harus menyimpan fisiknya secara langsung.

Baca Juga: 5 Fakta Penting Shiba Inu (SHIB) dan Pertanyaan “Is SHIB Dead?” di Pasar Crypto

2. Teknologi dan Transparansi Sistem

harga emas dunia hari ini
Generated by AI

Emas digital crypto mengandalkan teknologi blockchain yang bersifat terbuka dan dapat diaudit. Transaksi tercatat secara publik, sehingga transparansi kepemilikan dan pergerakan aset relatif tinggi. Beberapa proyek juga menyediakan laporan audit cadangan emas secara berkala.

Sebaliknya, emas digital biasa bergantung pada sistem tertutup milik penyedia layanan. Transparansi sangat bergantung pada reputasi dan kepatuhan regulator. Investor perlu mempercayai bahwa emas yang tercatat benar-benar didukung cadangan fisik yang memadai.

3. Likuiditas dan Akses Pasar

Dari sisi likuiditas, emas digital crypto umumnya dapat diperdagangkan 24 jam mengikuti pasar crypto dan cryptocurrency global. Aset ini juga dapat digunakan dalam ekosistem DeFi sebagai jaminan atau instrumen keuangan lain. Fleksibilitas ini menjadi daya tarik utama bagi investor berorientasi digital.

Emas digital biasa memiliki likuiditas yang lebih terbatas karena mengikuti jam operasional platform atau pasar tertentu. Meski demikian, proses jual beli biasanya lebih stabil dan minim fluktuasi ekstrem. Model ini lebih cocok bagi investor yang mengutamakan kemudahan dan stabilitas.

4. Risiko Volatilitas dan Keamanan

Harga emas digital crypto tidak hanya dipengaruhi harga emas global, tetapi juga sentimen pasar crypto. Dalam kondisi tertentu, token emas dapat mengalami volatilitas lebih tinggi dibanding harga emas fisik. Selain itu, risiko teknis seperti smart contract dan keamanan dompet digital perlu diperhatikan.

Emas digital biasa cenderung mengikuti harga emas dunia secara lebih konsisten. Risiko utama terletak pada aspek operasional dan kepercayaan terhadap penyedia layanan. Selama platform beroperasi dengan baik dan diawasi regulator, fluktuasi harga relatif lebih terkendali.

5. Regulasi dan Perlindungan Investor

Regulasi emas digital biasa umumnya lebih jelas karena berada di bawah pengawasan otoritas keuangan nasional. Hal ini memberikan tingkat perlindungan investor yang lebih tinggi, terutama bagi pemula. Mekanisme penyelesaian sengketa juga biasanya tersedia.

Sebaliknya, emas digital crypto berada di area regulasi yang masih berkembang. Di beberapa negara, status hukumnya belum sepenuhnya jelas. Investor perlu memahami risiko hukum dan kepatuhan sebelum berinvestasi di instrumen ini.

6. Mana yang Lebih Tepat untuk Investor 2026?

Pemilihan antara emas digital crypto dan emas digital biasa sangat bergantung pada tujuan dan profil risiko. Investor yang mengutamakan transparansi, fleksibilitas, dan integrasi dengan ekosistem crypto cenderung memilih emas berbasis blockchain. Namun, pemahaman teknis menjadi prasyarat penting.

Bagi investor yang mencari stabilitas, kemudahan, dan perlindungan regulasi, emas digital biasa masih menjadi pilihan rasional. Di 2026, keduanya diperkirakan akan terus berkembang secara berdampingan. Pendekatan paling aman adalah memahami karakteristik masing-masing sebelum mengalokasikan dana.

Baca Juga: 5 Fakta DOGE Masih Jadi Pilihan Investor di 2026

Ikuti kami di Google News untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. Cek harga BitcoinUSDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalaman trading crypto yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melalui Play Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalaman web trading dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli Bitcoin dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

  • World Gold Council. Gold and Technology: Digital Gold Explained. Diakses 5 Februari 2026.
  • Investopedia. Digital Gold: Definition and How It Works. Diakses 5 Februari 2026.
  • Binance Academy. What Is Tokenized Gold? Diakses 5 Februari 2026.

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->