3 Crypto Penahan Volatilitas 2026, Potensi Hedging hingga 40% Saat Pasar Goyang

Di-update
February 5, 2026
Gambar 3 Crypto Penahan Volatilitas 2026, Potensi Hedging hingga 40% Saat Pasar Goyang

Jakarta, Pintu News – Volatilitas masih menjadi karakter utama pasar crypto dan cryptocurrency sepanjang 2026. Ketidakpastian makroekonomi global, kebijakan suku bunga, serta dinamika geopolitik membuat investor semakin selektif dalam memilih aset digital. Di tengah kondisi tersebut, beberapa crypto dinilai memiliki karakteristik yang relatif lebih defensif dan kerap dimanfaatkan sebagai instrumen lindung nilai ketika pasar bergejolak.

1. Bitcoin (BTC) sebagai Aset Lindung Nilai Utama Crypto

harga bitcoin hari ini
Generated by Ai

Bitcoin kerap diposisikan sebagai aset lindung nilai di ekosistem crypto karena sifatnya yang terbatas dan terdesentralisasi. Dengan suplai maksimum 21 juta koin, Bitcoin sering disamakan dengan emas digital yang tahan terhadap inflasi dan intervensi kebijakan moneter. Faktor ini membuat BTC tetap diminati saat volatilitas pasar meningkat.

Dari sisi valuasi, pergerakan harga Bitcoin cenderung lebih stabil dibanding banyak altcoin. Jika harga Bitcoin berada di kisaran USD 40.000, maka nilainya setara sekitar Rp672,5 juta dengan asumsi 1 USD = Rp16.812. Bagi investor, stabilitas relatif ini menjadikan BTC sebagai fondasi portofolio cryptocurrency saat pasar tidak menentu.

Baca Juga: 7 Fakta Mengejutkan Bitcoin & Crypto di Epstein Files: Jejak Awal Crypto Terungkap!

2. Ethereum (ETH) dan Ketahanan Ekosistem Blockchain

ethereum
Sumber: Decrypt

Ethereum memiliki daya tarik tersendiri sebagai crypto dengan utilitas tinggi di luar fungsi penyimpanan nilai. Jaringan ini menjadi infrastruktur utama bagi DeFi, NFT, dan berbagai aplikasi Web3. Aktivitas ekosistem yang berkelanjutan membuat Ethereum relatif lebih tahan terhadap tekanan pasar jangka pendek.

Selain utilitas, mekanisme burn pasca pembaruan jaringan turut memengaruhi suplai ETH. Ketika volatilitas meningkat, permintaan terhadap aset dengan use case nyata cenderung lebih stabil. Jika ETH diperdagangkan di level USD 2.200, maka nilainya setara sekitar Rp36,9 juta, mencerminkan skala adopsi yang masih signifikan di pasar cryptocurrency global.

3. Pepe Coin (PEPE) dan Strategi Hedging Berbasis Volatilitas

harga pepe coin
Generated by AI

Pepe Coin merepresentasikan pendekatan berbeda dalam menghadapi volatilitas pasar crypto. Sebagai meme coin, PEPE memiliki volatilitas tinggi yang justru dimanfaatkan sebagian investor sebagai strategi lindung nilai jangka pendek. Ketika pasar bergerak ekstrem, aset dengan volatilitas tinggi sering menawarkan peluang pergerakan harga yang cepat.

Namun, penting dipahami bahwa PEPE tidak memiliki fundamental sekuat Bitcoin atau Ethereum. Nilai PEPE sangat bergantung pada sentimen komunitas dan tren pasar. Oleh karena itu, perannya lebih cocok sebagai pelengkap strategi, bukan aset utama dalam portofolio cryptocurrency yang berorientasi defensif.

4. Diversifikasi Crypto untuk Menghadapi Ketidakpastian Pasar

Mengandalkan satu aset saja dalam kondisi pasar volatil meningkatkan risiko portofolio. Diversifikasi antara crypto mapan seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) dengan aset berisiko tinggi seperti Pepe Coin (PEPE) dapat membantu menyeimbangkan potensi dan risiko. Pendekatan ini sering digunakan untuk mengelola fluktuasi harga yang tajam.

Strategi diversifikasi juga membantu investor tetap fleksibel menghadapi perubahan sentimen pasar. Crypto defensif dapat menjaga nilai, sementara crypto volatil membuka peluang keuntungan jangka pendek. Keseimbangan ini menjadi kunci dalam menghadapi dinamika cryptocurrency sepanjang 2026.

5. Pendekatan Rasional Mengelola Volatilitas Crypto 2026

Volatilitas merupakan bagian tak terpisahkan dari pasar crypto dan cryptocurrency. Oleh karena itu, pemahaman karakter setiap aset menjadi lebih penting dibanding sekadar mengejar harga murah atau potensi lonjakan cepat. Investor disarankan fokus pada manajemen risiko dan tujuan investasi yang jelas.

Bagi investor Indonesia, konversi nilai global ke rupiah juga perlu diperhatikan. Dengan kurs 1 USD = Rp16.812, fluktuasi kecil di pasar internasional dapat berdampak besar secara domestik. Crypto yang berfungsi sebagai lindung nilai sebaiknya diposisikan sebagai alat stabilisasi, bukan sarana spekulasi berlebihan.

Baca Juga: 4 Fakta Mengejutkan Bitcoin Tembus Rp1,42 Miliar: Mirip Sinyal Teknis BTC April 2025!

Ikuti kami diĀ Google NewsĀ untuk mendapatkan informasi terkini seputar dunia crypto dan teknologi blockchain. CekĀ harga Bitcoin,Ā USDT to IDR dan harga saham Nvidia tertokenisasi lewat Pintu Market.

Nikmati pengalamanĀ trading cryptoĀ yang mudah dan aman dengan mengunduh aplikasi crypto Pintu melaluiĀ PlayĀ Store maupun App Store sekarang juga. Dapatkan juga pengalamanĀ web tradingĀ dengan berbagai tools trading canggih seperti pro charting, beragam jenis tipe order, hingga portfolio tracker hanya di Pintu Pro.

*Disclaimer

Konten ini bertujuan untuk memperkaya informasi pembaca. Pintu mengumpulkan informasi ini dari berbagai sumber yang relevan dan tidak terpengaruh oleh pihak luar. Sebagai catatan, kinerja masa lalu aset tidak menentukan proyeksi kinerja yang akan datang. Aktivitas jual beli kripto memiliki risiko dan volatilitas yang tinggi, selalu lakukan riset mandiri dan gunakan uang dingin sebelum berinvestasi.Ā Segala aktivitas jualĀ beli BitcoinĀ dan investasi aset kripto lainnya menjadi tanggung jawab pembaca.

Referensi:

Bagikan

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita ->